Tiket Kian Mahal, Suporter Desak Premier League Setop Kenaikan Harga

Gelombang protes menguat, fans minta Premier League hentikan kenaikan harga tiket.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 November 2025, 20:30 WIB
Suporter mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk di tribune penonton selama pertandingan Premier League antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 17 Agustus 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Bola.com, Jakarta - Seruan agar Premier League membekukan harga tiket musiman selama dua tahun terus menguat, menyusul keluhan para suporter yang merasa makin terbebani oleh kenaikan tarif masuk stadion.

Lebih dari 100 kelompok pendukung yang mewakili seluruh 20 klub Premier League mengajukan surat resmi kepada otoritas liga.

Advertisement

Dalam surat itu, mereka menuntut penghentian kenaikan harga tiket hingga setidaknya hingga 2028.

Kenaikan tarif memang makin terasa. Fulham mematok harga 1.200 paun (sekitar Rp26,1 juta) untuk tiket setengah musim yang berlaku mulai Januari, sementara Arsenal pada musim panas lalu menjual tiket musiman penuh, untuk 19 laga kandang, seharga 1.726 paun (Rp37,6 juta)


Desakan Kolektif Suporter

Para suporter Everton memberikan dukungan kepada timnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Southampton di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Minggu (18/05/2025) waktu setempat. (AFP/Paul Ellis)

Kelompok-kelompok yang tergabung dalam Football Supporters' Association (FSA) mengirimkan pernyataan bersama kepada jajaran petinggi Premier League pekan lalu.

Mereka menilai kondisi saat ini sebagai masalah serius terkait meningkatnya biaya dalam sepak bola dan dampaknya bagi suporter.

"Kami sangat prihatin dengan tren kenaikan harga tiket kandang di Premier League. Kenaikan ini berisiko membuat suporter sejati, yang telah menjadikan sepak bola seperti sekarang, tidak mampu lagi datang ke stadion," demikian penegasan FSA dalam suratnya.

"Kami menyerukan kepada seluruh klub Premier League untuk menyetujui pembekuan harga tiket kandang selama dua musim, yakni pada 2026/27 dan 2027/28," lanjut FSA.

Usulan itu disertai rencana delapan poin, termasuk permintaan agar setiap klub membagikan data penjualan tiket serta menghentikan apa yang mereka sebut sebagai "perlombaan senjata", situasi ketika klub saling menaikkan harga untuk mengikuti satu sama lain.

Premier League saat ini memasuki tahun pertama kontrak siaran berdurasi empat musim dengan nilai fantastis 6,7 miliar paun.


Kekhawatiran Atmosfer Stadion Kian Pudar

Para suporter Liverpool membentangkan syal saat mendukung timnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Wolverhampton di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (16/02/2025). (AFP/Darren Staples)

Menurut FSA, kenaikan harga yang terus terjadi dapat merusak atmosfer pertandingan karena pendukung lokal makin sulit menjangkau tiket.

Banyak klub kini justru membidik wisatawan yang bersedia membayar lebih mahal sekaligus memborong merchandise selama kunjungan mereka ke stadion.

Pembatasan harga tiket tandang sebesar 30 paun (Rp655 ribu) yang diberlakukan sejak 2016 kembali diperpanjang setelah seluruh klub Premier League menyetujuinya secara bulat.

"Batasan tiket tandang £30 adalah kesepakatan penting yang membuktikan bahwa klub dan suporter dapat bekerja bersama menciptakan perubahan positif," tegas FSA.

"Itu menunjukkan bahwa menghargai suporter akan memperkuat sepak bola, dan itu harus dipertahankan."

"Sekarang kita membutuhkan pendekatan kolektif yang sama untuk mewujudkan pembekuan harga tiket kandang selama dua musim dan merencanakan masa depan secara bersama," imbuh FSA.


Suporter Terjepit Jadwal Pertandingan

Para suporter Crystal Palace mendukung timnya dalam laga final Piala FA melawan Manchester City yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (17/05/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

FSA juga menyoroti tekanan tambahan yang dirasakan suporter akibat jadwal kick-off yang dinilai tidak ramah.

Chelsea musim lalu harus bermain pada Minggu malam usai melakukan perjalanan jauh ke Kazakhstan untuk laga Conference League tiga hari sebelumnya. Mereka juga bertanding di markas Wolves pada malam Natal.

Fulham menjamu Manchester United pada pukul 19.00, Minggu 26 Januari, hanya beberapa hari setelah MU melakoni laga kandang di kompetisi Eropa pada Kamis sebelumnya.

(Roby Dian)

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait