Bola.com, Jakarta Jurnalis olahraga Malaysia, Haresh Deol, menjadi korban kekerasan. Polisi Malaysia telah menangkap seorang pria berusia 37 tahun yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Deol pada Selasa (25/11) sore di kawasan Bangsar. Penangkapan ini dilakukan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut setelah insiden yang menghebohkan publik tersebut.
Kepala Polisi Distrik Brickfields, Asisten Komisaris Hoo Chang Hook, mengungkapkan bahwa tersangka telah ditahan selama tiga hari hingga 28 November. Ia menyebutkan bahwa tersangka merupakan seorang pengangguran dan sejauh ini motif penyerangan diduga berkaitan dengan urusan pribadi.
“Kasus masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi,” ujar Hoo via Malay Mail.
Laporan polisi diterima sekitar pukul 16.00 setelah Haresh dilaporkan diserang di Jalan Maarof, Bangsar, dekat area parkir sebuah pusat perbelanjaan. Insiden tersebut melibatkan tiga pria.
Haresh, yang saat itu sedang berjalan menuju Jalan Telawi, tiba-tiba diserang dan mengalami luka pada wajah, tangan, serta tubuhnya. Luka-luka tersebut diduga terjadi akibat ia terjatuh ketika mencoba melarikan diri dari para pelaku.
Menurut keterangan lanjutan, dua pria melakukan penyerangan fisik, sementara satu pelaku lainnya merekam aksi tersebut menggunakan ponsel. Ketiganya kemudian melarikan diri tanpa mengambil barang-barang milik Haresh.
Penyelidikan
Kasus ini diselidiki berdasarkan Pasal 323 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Malaysia, yakni terkait tindakan dengan sengaja menyebabkan luka. Pasal tersebut membawa ancaman hukuman penjara maksimal satu tahun, denda hingga RM2.000, atau keduanya.
Haresh Deol, yang menjabat sebagai Wakil Presiden National Press Club dan salah satu pendiri portal berita TwentyTwo13, dilaporkan mengalami memar pada hidung dan luka berdarah pada kedua sikunya.
TwentyTwo13 menyampaikan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 15.30 ketika Haresh tengah berjalan menuju mobilnya.
Polisi Minta Publik TenangPihak kepolisian kembali menekankan pentingnya tidak menyebarkan spekulasi terkait insiden tersebut guna menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.
Penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengidentifikasi motif pasti serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Vokal Kritik Naturalisasi
Haresh Deol merupakan jurnalis yang sangat vokal mengkritik naturalisasi pemain Timnas Malaysia yang kontroversial.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengecam keras aksi penyerangan terhadap jurnalis olahraga Haresh Deol yang terjadi di Bangsar pada Selasa (25 November). Penyerangan tersebut memicu reaksi luas dari berbagai pihak, termasuk badan tertinggi sepak bola negara itu.
Pelaksana tugas Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi, menyatakan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak dapat diterima dan bertentangan dengan nilai-nilai yang ingin ditegakkan FAM dalam sepak bola Malaysia. Menurutnya, tindakan kekerasan semacam itu tidak hanya menyerang seorang jurnalis, tetapi juga profesionalisme di dalam dunia olahraga.
“FAM mengutuk sekeras-kerasnya segala bentuk kekerasan, intimidasi atau ancaman terhadap individu mana pun, termasuk wartawan yang memainkan peranan penting dalam ekosistem sukan negara,” ujar Yusoff dalam pernyataan resmi via The Star
Sumber: Malay Mail, The Star