Patrice Evra Ungkap Sisi Gelap Karier: Konsumsi 38 Pil Per Hari demi Bertahan di Level Tertinggi

Patrice Evra mengungkap sisi gelap kariernya, sebuah kisah yang membuka mata tentang beratnya hidup seorang pesepak bola elite.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 30 November 2025, 15:30 WIB
Patrice Evra - Bek tangguh ini bergabung dengan Mancheser United pada Januari 2006. Dia direkrut dari AS Monaco dengan mahar 8 juta euro. Evra sukses mempersembahkan gelar bergengsi untuk MU diantaranya, lima gelar Premier League dan satu gelar Liga Champions. (Foto: AFP/Andrew Yates)

Bola.com, Jakarta Hidup sebagai pesepak bola profesional kerap dianggap penuh kemewahan, kenyamanan, dan sorotan media.

Namun kenyataan tidak selalu seindah yang terlihat. Patrice Evra, mantan bek kiri Manchester United, membuka kisah kelam yang jarang diketahui publik: ia pernah mengonsumsi hingga 38 pil per hari demi bisa terus bermain di level tertinggi.

Advertisement

Dalam pengakuannya, Evra menyebut bahwa sepanjang lebih dari 700 pertandingan profesional yang ia jalani, ia hanya merasa benar-benar bugar sebanyak lima kali. Sisanya, ia turun ke lapangan dengan rasa sakit yang terus-menerus.

Dalam wawancaranya bersama Daily Mail, Evra menjelaskan betapa padatnya jadwal pertandingan dan kerasnya tuntutan bermain di klub sebesar Manchester United. Situasi itu membuatnya tidak punya pilihan selain terus memaksakan diri, meski tubuh memberi sinyal sebaliknya.

“Saya mengonsumsi 38 pil per hari. Sepanjang karier, saya selalu mengandalkan painkiller. Di level seperti itu, kadang meski cedera, kamu tetap harus bermain,” ungkap Evra.


Seruan untuk Pemain Muda

Pemain sepak bola profesional dan investor Prancis, Patrice Evra, memberikan wawancara di panggung utama Web Summit di Lisbon pada 14 November 2023. Acara teknologi terbesar di Eropa, Web Summit, akan diadakan di Parque das Nacoes di Lisbon mulai 13 November hingga 16 November. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Obat pereda nyeri menjadi solusi instan untuk tetap tampil, namun pilihan itu meninggalkan dampak jangka panjang bagi kondisi fisiknya.

Kini, setelah pensiun, Evra mengatakan bahwa investasi terbesar dalam hidupnya adalah merawat tubuh yang sempat ia abaikan selama bertahun-tahun.

Pengalaman pahit itu mendorong Evra untuk mengedukasi generasi pesepak bola berikutnya. Ia kini menjadi pendukung produk anti-inflamasi alami KURK, yang menurutnya dapat membantu pemain muda menghindari ketergantungan pada obat-obatan seperti yang pernah ia alami.

“Saya percaya produk ini bisa mengubah hidup banyak atlet. Saya ingin generasi baru tidak mengalami hal yang saya alami,” kata Evra.

Pendiri KURK, Trent Scanlen, menyebut bahwa pengalaman langsung Evra sebagai atlet elite membuat pesannya memiliki bobot besar.

“Ketika Evra bilang produk kami bekerja, itu berarti banyak,” ujar Scanlen.


Masalah yang Lebih Luas di Dunia Sepak Bola

3. Patrice Evra (Manchester United) - Patrice Evra merupakan satu di antara legenda Manchester United. Bek asal Prancis ini mencatatkan 379 penampilan dan 10 gol serta membantu Manchester United meraih 14 titel juara. (AFP/Paul Ellis)

 

Evra bukan satu-satunya pemain yang pernah terjebak dalam penggunaan painkiller berlebihan. Mantan kiper Chris Kirkland pernah mengalami kecanduan Tramadol, yang kemudian masuk daftar larangan WADA karena risiko penyalahgunaannya.

Kasus Ivan Klasnic juga menjadi sorotan besar setelah ia memenangkan kompensasi £4 juta akibat pemberian obat berlebihan oleh klub lamanya, meski ia sedang mengalami masalah ginjal.

Sementara banyak pihak mencoba mencari solusi untuk mengurangi ketergantungan pemain pada obat-obatan, jadwal sepak bola profesional justru semakin padat. Penambahan kompetisi dan kalender yang semakin panjang membuat pesepak bola terus berada dalam risiko cedera, kelelahan, dan tekanan fisik yang ekstrem.

Sumber: Givemesport

Penulis: Roby Dian

Berita Terkait