Legenda MU, Rio Ferdinand, Akui Kadang Harus Pakai Kursi Roda akibat Cedera Lama

Mantan bek MU, Rio Ferdinand, mengungkapkan bahwa dia terkadang perlu menggunakan kursi roda karena cedera yang dideritanya selama karier bermainnya.

Bola.com, Jakarta - Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, mengungkapkan bahwa ia terkadang harus menggunakan kursi roda akibat cedera yang dideritanya selama berkarier sebagai pesepak bola.

Kini berusia 47 tahun, eks bek tengah itu merasakan dampak akumulasi cedera punggung yang menghantuinya sejak masih aktif bermain. Ia juga bercerita tentang banyaknya kunjungan ke rumah sakit yang harus dijalaninya.

Ferdinand menutup karier profesionalnya pada 2015 setelah menjalani perjalanan gemilang bersama MU dan Timnas Inggris.

Hampir 600 pertandingan ia lakoni di level klub dan internasional, dengan enam gelar Premier League serta satu trofi Liga Champions sebagai pencapaian tertinggi.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, ada konsekuensi fisik yang tak ringan. Pada era ketika Ferdinand bermain, sepak bola Inggris dikenal jauh lebih keras dibanding sekarang. Tekel-tekel keras kerap luput dari sanksi, dan benturan fisik menjadi hal lumrah.

Bermain di jantung pertahanan, sering kali menjadi "tameng hidup" timnya, Ferdinand kini harus menanggung akibat dari bertahun-tahun mengandalkan obat pereda nyeri dan suntikan demi tetap tampil di lapangan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Cedera Punggung yang Datang Tiba-Tiba

Sepanjang kariernya, Ferdinand tercatat hanya mengalami 11 cedera yang dilaporkan secara resmi, angka yang tergolong rendah untuk pemain dengan durasi karier panjang. Ia juga relatif terhindar dari cedera lutut atau hamstring yang kerap menghantui pemain lain.

Namun, masalah punggung menjadi titik lemah yang terus berulang. Pada musim 2009/2010, ia sempat absen dua bulan dan melewatkan 15 pertandingan karena gangguan tersebut. Sebelumnya, ia juga pernah menepi dalam 10 laga akibat tiga cedera serupa di musim-musim berbeda.

Cedera itulah yang kini kembali menghantuinya, bahkan setelah gantung sepatu.

"Saya sudah lama mengalami masalah punggung. Saya punya cedera yang saya dapatkan selama karier saya... Saya minum tablet dan menerima suntikan selama enam tahun agar bisa bermain. Itu berdampak kepada saya. Ada momen ketika rasa sakit di punggung saya sangat parah sampai saya harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari atau menggunakan kursi roda selama beberapa hari. Gila rasanya karena itu muncul begitu saja," aku Ferdinand Kepada Daily Mail.

Ditangani Fisioterapis

Ia menambahkan bahwa baru setelah pensiun ia rutin berkonsultasi dengan fisioterapis.

"Saya baru menemui fisioterapis untuk pertama kalinya sejak pensiun. Dia melakukan banyak 'manipulasi' dan sebagainya. Di gedung yang sama juga ada pelatih pribadi saya, jadi dia memberi informasi soal latihan saya. Pendekatannya sekarang lebih menyeluruh, dan semoga itu membantu saya ke depan," ungkapnya.

Ferdinand mengakui kini ia jauh lebih memahami kondisi tubuhnya dibanding saat masih aktif bermain.

"Daripada memperbaikinya ketika sudah rusak, seharusnya Anda mencegahnya," ujarnya.

"Sekarang saya tahu apa yang saya lakukan. Tapi, saya sudah 47 tahun. Butuh waktu selama itu bagi saya untuk memahaminya," imbuhnya.

Tetap Aktif demi Keluarga dan Kesehatan Mental

Kendati menghadapi tantangan fisik, Ferdinand menegaskan ia tetap berkomitmen menjalani gaya hidup aktif. Ia ingin menjadi contoh bagi kelima anaknya agar mereka melihat hidup sehat sebagai sesuatu yang normal.

Setelah pindah ke Dubai bersama keluarganya tahun lalu, ia juga ingin menanamkan etos kerja kepada anak-anaknya.

Menurutnya, orang tuanya dulu menjadi inspirasi utama dalam hal kerja keras.

"Saya suka bekerja; ibu dan ayah saya bekerja keras. Mereka pekerja keras. Itu yang saya tahu sepanjang hidup saya. Ketika anak-anak saya berbicara tentang saya, bukan hanya 'Ayah mencintai saya' dan 'Ayah melakukan segalanya untuk saya.' Tapi. juga 'Ayah bekerja keras. Dia pejuang.' Anda mengerti maksud saya?"

Meski tak lagi berada dalam kondisi fisik puncak seperti saat menjadi satu di antara bek terbaik dalam sejarah Premier League, rutinitas Ferdinand tetap diisi kunjungan rutin ke gym setiap pekan.

Ia menjaga kebugaran demi kesehatan fisik dan mental, sembari melanjutkan kiprahnya sebagai pundit agar tetap dekat dengan dunia sepak bola yang ia cintai.

 

Sumber: Give Me Sport

Video Populer

Foto Populer