Ruben Amorim Ungkap Kemenangan MU atas Palace Berkat Mencontek Strategi Rival

Ruben Amorim mengungkapkan bahwa MU "mencuri" taktik dari rival-rival di Premier League untuk mencetak gol.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 01 Desember 2025, 05:00 WIB
Pemain Manchester United merayakan gol yang dicetak oleh striker The Red Devils, Joshua Zirkzee, dalam pertandingan pekan 13 Premier League 2025/2026 di Selhurst Park, Minggu (30/11/2025) malam WIB. (Glyn KIRK / AFP)

Bola.com, Jakarta - Ruben Amorim menyoroti strategi Manchester United yang disebutnya meniru ide dari tim-tim rival demi meningkatkan produktivitas gol di Premier League.

MU sempat kesulitan menciptakan peluang pada babak pertama pada laga kontra Crystal Palace di Selhurst Park, Minggu (30-11-2025) malam, dan meninggalkan lapangan dengan Expected Goals (xG) dari permainan terbuka hanya 0,01.

Advertisement

Namun, dengan mengandalkan dua skema bola mati yang cerdik pada babak kedua, Setan Merah berhasil membalikkan keadaan melalui gol Joshua Zirkzee dan Mason Mount.

"Kami banyak berlatih (bola mati)," ujar Amorim.

"Kami punya lebih banyak waktu untuk berlatih. Kami banyak belajar di Inggris, termasuk dari tim-tim lain tentang bagaimana memanfaatkan bola mati, dan kami meniru banyak hal untuk mencetak gol," lanjutnya.


Taktik Amorim

Bek Manchester United, Noussair Mazraoui, terjatuh saat berebut bola dengan striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, dalam laga pekan 13 Premier League 2025/2026 d Selhurst Park, Minggu (30/11/2025). (Glyn KIRK / AFP)

Crystal Palace, yang menjalani laga tandang kontra Strasbourg di Conference League, Jumat dini hari WIB lalu, memulai pertandingan dengan baik, tetapi mulai melemah, dan Amorim sudah memperkirakan perubahan itu sebelum gol-gol MU tercipta.

"Saya merasakan hal itu karena dari permainan terakhir, mereka kesulitan mengeluarkan bola dari kotak, dan pergerakan mereka jelas menunjukkan kelelahan," jelas Amorim.

"Mereka mulai lelah pada babak kedua dan kami membahas hal itu. Intensitas kami di babak pertama belum cukup, jadi kami meningkatkannya. Saya merasa kalau kami mencetak satu gol, itu akan mengubah jalannya pertandingan sepenuhnya," ulas pelatih asal Portugal itu.

Momentum benar-benar berubah untuk MU, meski Palace sempat unggul melalui penalti Jean-Philippe Mateta, terutama karena tim tuan rumah menurunkan delapan pemain yang tampil melawan Strasbourg. 


Glasner Tak Puas, Sentil Klub

Selebrasi pemain Manchester United saat melawan Palace di Liga Inggris (AFP)

Sementara itu, pelatih Palace, Oliver Glasner, terlihat tidak puas dengan hasil pertandingan dan meminta manajemen klub menunjukkan ambisi pada bursa transfer Januari agar tetap kompetitif di semua kompetisi.

"Pada Januari, kami perlu memperbaiki apa yang terlewat pada musim panas, jujur saja," kata Glasner.

"Saya ingin melindungi para pemain karena saya tahu seberapa keras mereka bekerja dan memberikan segalanya. Sekarang saatnya mengakui kesalahan kami. Kami gagal memperkuat kedalaman skuad di musim panas, padahal kami tahu jadwalnya dan Ismaila Sarr akan pergi ke Piala Afrika, tetapi tidak ada tindakan," cetusnya.

"Ini pertama kalinya dalam sejarah klub bermain di kompetisi Eropa, jadi seharusnya kami berinvestasi, bukan menahan. Kami menahan, dan inilah yang kami hadapi sekarang," imbuhnya.

Ketika ditanya apakah ia merasa dikecewakan oleh manajemen, Glasner menekankan pendapatnya sebelum meninggalkan konferensi pers.

"Kami semua berharap mendapat dukungan sedikit lebih banyak," ujarnya.

 

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait