Erick Thohir: Tim Indonesia Sudah Kehilangan 41 Emas di SEA Games 2025

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengatakan bahwa Tim Indonesia telah kehilangan 41 medali emas dari SEA Games 2025.

BolaCom | Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 05 Desember 2025, 18:15 WIB
Menpora RI Erick Thohir mengikuti konferensi pers di kantor Kemenpora RI, Jakarta, Selasa (23/9/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi).

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengatakan bahwa Tim Indonesia telah kehilangan 41 medali emas dari SEA Games 2025 Thailand jika mengacu dari jumlah cabang olahraga (cabor) dan nomor yang dipertandingkan dari Kamboja 2023.

Di SEA Games 2023, Tim Indonesia meraup 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu untuk menempati posisi ketiga klasemen akhir di bawah Vietnam dan Thailand.

Advertisement

Untuk SEA Games 2025, Erick Thohir menargetkan Tim Indonesia untuk meraih 80 medali emas dengan tetap mempertahankan ranking ketiga.

Tim Indonesia berkekuatan 1.201 atlet yang akan bermain dalam 49 cabor plus tiga cabor ekshibisi di SEA Games 2025.


Kehilangan Emas dari Beberapa Nomor

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengukuhkan Tim Indonesia untuk SEA Games di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Jakarta Pusat, pada Jumat (5/12/2025) siang WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

SEA Games 2025 bakal mempertandingkan 569 nomor dari 50 cabor dan 105 disiplin. Tim Indonesia kehilangan beberapa nomor yang seharusnya menjadi lumbung emas seperti wushu, pencak sialt, karate, hingga balap sepeda.

"Kalau kami di Kemenpora tentu memberikan dukungan dan yang terbaik untuk kontingen dan atlet," ujar Erick Thohir ketika mengukuhkan Tim Indonesia untuk SEA Games 2025 di Auditorium Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta Pusat, pada Jumat (5/12/2025).

"Jadi, kami dari Kemenpora memberikan yang terbaik untuk kontingen dan atlet. Kita tidak melihat apa dan kenapa, kita berikan yang terbaik. Itu yang saya maksud, jangan sampai persepsinya seakan-akan kita terpaku pada, misalnya selama ini kita bicara, 'Loh, kenapa peringkat 3? Peringkat 4? Kenapa tidak peringkat 2?'," jelasnya.


Persiapan yang Lebih Strategis

Tim Indonesia disebut membutuhkan persiapan yang lebih strategis agar efektivitas anggaran dan jumlah atlet yang dikirim benar-benar berbuah pencapaian maksimal di Thailand.

"Kita memberikan yang terbaik, satu di antaranya dengan upaya maksimal. Bentuknya adalah Kemenpora menyisir anggaran kami semaksimal mungkin dan mengirimkan sebanyak mungkin atlet untuk meraih medali sebanyak-banyaknya," imbuh Erick Thohir.

"Nah, 80 medali emas itu target. Tetapi apakah kita berpuas diri dengan 80 emas atau dengan perak? Tidak, karena kita ingin melihat hasil yang terbaik. Jadi jangan dibalik paradigmanya. Justru kita memberikan yang terbaik dan berbuat yang terbaik untuk mendapatkan capaian yang terbaik," terangnya.

 


Bekerja Lebih Keras

Erick Thohir mengungkapkan bahwa hilangnya 41 medali emas sejak awal harus menjadi alasan kuat bagi semua pihak untuk bekerja lebih keras mengejar target 80 emas di SEA Games 2025.

"Mesti diingat bahwa sebelum bertanding saja kita sudah kehilangan 41 emas karena nomor tersebut tidak dipertandingkan. Itu yang terus kita dorong," ucap Erick Thohir.

Berita Terkait