Setelah Menjalani Musim yang Suram Bersama Ferrari, Lewis Hamilton Pilih Off dari Dunia Luar

Lewis Hamilton memastikan akan benar-benar memutus koneksi dari dunia luar, selama libur Formula 1.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 09 Desember 2025, 19:15 WIB
Lewis Hamilton saat meraih Kualifikasi Sprint Race F1 GP China 2025. (Hector RETAMAL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Lewis Hamilton memastikan akan benar-benar memutus koneksi dari dunia luar, selama libur Formula 1. Keputusan itu diambil Hamilton sebagai upaya memulihkan diri secara mental setelah menjalani musim 2025 yang suram bersama Ferrari.

Pembalap asal Inggris itu menutup Formula 1 2025 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Minggu (7/12/2025) malam WIB, dengan hasil yang kurang memuaskan. Start dari posisi ke-16, juara dunia tujuh kali itu akhirnya finis di peringkat kedelapan.

Advertisement

Meski menunjukkan daya juang, hasil tersebut tetap tidak mampu menutupi gambaran besar musim yang penuh tantangan bagi Hamilton dan Ferrari. Pembalap berusia 40 tahun tersebut hanya bisa finis di peringkat keenam klasemen akhir pembalap dengan nilai 156, tertinggal 267 poin dari Lando Norris yang berhasil meraih gelar juara dunia.

Selepas balapan, Lewis Hamilton secara terbuka mengungkapkan rencananya untuk menghilang dari hiruk pikuk dunia balap selama jeda musim dingin. Ia menegaskan tidak ingin berkomunikasi dengan siapa pun, dan memilih menarik diri dari rutinitas profesional maupun media sosial.

“Saat ini saya hanya menantikan liburan, memutuskan hubungan dan tidak berbicara dengan siapa pun. Tidak ada yang akan bisa menghubungi saya selama musim dingin nanti,” ujar Hamilton.

 


Demi Kesehatan Mental

Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, melambaikan tangan ke fans saat parade pembalap sebelum balapan F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (6/7/2025). (AFP/Ben Stansal)

Dia bahkan menyebut tidak akan membawa ponsel selama liburan tersebut. Ketika ditanya apakah pernah hidup tanpa ponsel sebelumnya, Hamilton mengakui ini adalah untuk pertama kalinya.

Namun kali ini, ia merasa perlu mengambil langkah ekstrem demi kesehatan mental. Menurutnya, menjauh sepenuhnya dari gawai adalah bagian dari proses melepaskan diri dari tekanan yang menumpuk sepanjang musim.

Musim 2025, menjadi tahun pertama Lewis Hamilton membela Ferrari setelah meninggalkan Mercedes, tim yang telah membesarkan namanya selama lebih dari satu dekade.

 


Tampil Kurang Kompetitif

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton (tengah), berjalan di jalur pit selama sesi kualifikasi sprint menjelang Grand Prix Formula Satu Qatar di Sirkuit Internasional Lusail pada 28 November 2025. (Altaf Qadri/ POOL/AFP)

Kepindahan besar tersebut sempat memunculkan euforia dan ekspektasi tinggi, bahkan disebut sebagai salah satu transfer paling fenomenal dalam sejarah Formula 1.

Namun, realitanya jauh dari harapan. Selain hanya meraih satu kemenangan sepanjang musim 2025 yakni di sprint race F1 GP China, Lewis Hamilton gagal bersaing secara konsisten di papan atas.

Ferrari tampil kurang kompetitif dan tidak mampu memberinya mobil yang cukup cepat untuk bertarung memperebutkan kemenangan reguler. Untuk pertama kalinya dalam 18 tahun kariernya di Formula 1, Hamilton mengakhiri musim tanpa satu pun podium grand prix.

Ia juga tersingkir di sesi kualifikasi Q1 dalam tiga seri terakhir musim ini dan kalah bersaing dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Hamilton pun hanya menempati posisi keenam klasemen akhir pembalap.


Motivasi di Masa Sulit

Di tengah performa yang menurun, Hamilton mengakui dukungan dari para penggemar dan keluarganya menjadi faktor utama yang membuatnya tetap bertahan. Ia merasa kehadiran para pendukung di sirkuit dan pesan dari berbagai penjuru dunia memberinya kekuatan untuk terus melaju.

“Para penggemar saya adalah alasan saya terus maju. Mereka benar benar menjadi pijakan saya,” kata Hamilton. Ia juga secara khusus menyebut peran ibunya, ayahnya, dan keluarga yang selalu memberikan dukungan tanpa henti.

Masa libur tanpa koneksi ini dipandang sebagai momen penting bagi Hamilton untuk menyegarkan diri sebelum kembali menghadapi tantangan berikutnya.

Pada usia 40 tahun, ia masih bertekad melanjutkan kariernya di level tertinggi dan berharap Ferrari mampu bangkit dengan lebih kompetitif pada Formula 1 2026.

Sumber: Crash

Penulis: Roger Ali

 

Berita Terkait