KAI Menunda Peluncuran KA Jaka Lalana Jakarta-Cianjur

PT KAI menunda peluncuran KA Jaka Lalana Jakarta-Cianjur, sumber daya dialihkan ke penanganan bencana Sumatra.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 14 Desember 2025, 20:20 WIB
Ilustrasi kereta api. (Photo by Haidan on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan menunda pengoperasian Kereta Api Jaka Lalana yang direncanakan melayani rute Jakarta-Cianjur.

Penundaan tersebut berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, seiring prioritas perusahaan dalam menangani dampak bencana alam di wilayah Sumatra.

Advertisement

Kebijakan ini diambil setelah KAI berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Jawa Barat serta kepala daerah di wilayah yang akan dilalui kereta wisata tersebut.

Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan kesiapan operasional dan keselamatan layanan kereta api secara menyeluruh.

Humas KAI Daop 2, Hardoyo, mengatakan keputusan penundaan merupakan hasil kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, KAI memusatkan perhatian pada pemulihan prasarana perkeretaapian di Sumatra yang terdampak bencana.

"KAI dengan Gubernur Jabar sepakat untuk menunda pengoperasian KA Jaka Lalana karena KAI masih fokus penanganan bencana di Sumatra karena ada jalur kereta yang terdampak," kata Hardoyo.


Operasional KA Telah Terpenuhi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI (dok: KAI)

Hardoyo menambahkan, pemulihan jalur di Sumatra menjadi prioritas utama agar layanan kereta api dapat kembali berjalan normal. Setelah seluruh penanganan selesai, KAI baru akan menyusun kembali rencana peluncuran KA Jaka Lalana.

Meski begitu, kesiapan operasional KA Jaka Lalana disebut telah terpenuhi. Kereta tersebut sudah menjalani uji coba dan dinyatakan laik jalan. Uji coba dilakukan menggunakan lima rangkaian, terdiri atas dua kereta wisata, dua kereta kelas eksekutif, serta satu kereta makan.

Rangkaian KA Jaka Lalana dirancang melayani perjalanan dengan melintasi 17 stasiun, dari Jakarta, Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur.

"Setelah tuntas penanganan bencana Sumatra, kami tinggal meluncurkan pengoperasian KA wisata karena sudah dilakukan uji coba dan dinyatakan layak," ujar Hardoyo.


Paket Wisata

Wisatawan berkunjung ke Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019). Libur Idul Adha 2019 dimanfaatkan warga sekitar Jabotabek dan Bandung untuk mengunjung situs megalitik terbesar di Asia Tenggara tersebut. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pada tahap awal, KA Jaka Lalana direncanakan beroperasi pada akhir pekan, dengan evaluasi lanjutan untuk kemungkinan penambahan jadwal harian.

Kereta wisata ini diharapkan memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata di daerah yang dilalui.

Sejumlah paket wisata juga telah disiapkan pemerintah daerah, menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.

Di Cianjur, misalnya, wisatawan disiapkan paket kunjungan ke situs Gunung Padang serta destinasi pendukung lainnya yang terhubung melalui Stasiun Lampegan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan arus kunjungan wisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

 

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait