Foto: Minimnnya Kompetisi Usia Muda Jadi PR Besar PSSI

BolaCom | Muhammad Iqbal IchsanDiterbitkan 15 Desember 2025, 11:17 WIB
Pembinaan usia muda merupakan fondasi utama dalam pembangunan prestasi sepak bola sebuah negara. Negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat terbukti mampu melahirkan pemain berkualitas karena memiliki kompetisi usia dini yang berjenjang, berkelanjutan, dan kompetitif. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)
Namun di Indonesia, sistem kompetisi usia muda khususnya U-15 hingga U-17 hingga kini masih belum berjalan dalam format liga sejati. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)
PSSI sejauh ini mengandalkan Piala Soeratin sebagai kompetisi utama kelompok usia muda. Meski digelar rutin setiap tahun dari tingkat daerah hingga nasional, format Piala Soeratin lebih menyerupai turnamen jangka pendek dibandingkan kompetisi liga yang berkesinambungan. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)
Turnamen tahunan seperti Piala Soeratin tetap memiliki peran penting, tetapi tidak cukup jika berdiri sendiri. Pemain muda membutuhkan jam terbang, bukan sekadar seleksi singkat. Mereka harus terbiasa bermain dalam tekanan kompetisi, menghadapi berbagai karakter lawan, dan berkembang dari satu level ke level berikutnya. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)
Minimnya kompetisi yang berjalan rutin juga membuat proses seleksi pemain timnas menjadi kurang optimal. Ketika menghadapi ajang internasional, tim kelompok umur kerap dihadapkan pada persoalan kesiapan mental dan pengalaman bertanding, meski secara teknik sejumlah pemain dinilai mumpuni. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)
Kompetisi usia muda dinilai ideal apabila disusun berjenjang dari daerah ke nasional, menggunakan format liga dengan durasi panjang, memiliki regulasi yang konsisten, serta ditopang pendanaan dan infrastruktur yang memadai. (Dok. PT Gahora Indonesia Football)

Berita Terkait