John Herdman Punya Rataan Kemenangan yang Lebih Oke Dibanding STY dan Kluivert

Nama John Herdman mulai menjadi sorotan setelah resmi ditunjuk menangani Timnas Indonesia. Salah satu aspek yang langsung mencuri perhatian adalah rekam jejak statistiknya, terutama jika dibandingkan dengan dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 03 Januari 2026, 15:30 WIB
John Herdman saat menukangi Timnas Kanada di Piala Dunia 2022. (AFP/Patrick T. Fallon)

Bola.com, Jakarta - Nama John Herdman mulai menjadi sorotan setelah resmi ditunjuk menangani Timnas Indonesia. Salah satu aspek yang langsung mencuri perhatian adalah rekam jejak statistiknya, terutama jika dibandingkan dengan dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

Berdasarkan data Transfermarkt, persentase kemenangan Herdman tercatat lebih tinggi dibandingkan dua nama tersebut sebelum mereka menukangi Timnas Indonesia. Angka ini menjadi gambaran awal tentang kapasitas sang pelatih asal Inggris dalam mengelola tim di level internasional.

Advertisement

Meski statistik bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan, catatan tersebut tetap memberi sinyal positif terkait efektivitas Herdman dalam memimpin tim. Terlebih, tantangan yang menantinya bersama Timnas Indonesia tidaklah ringan.

Dengan target besar di Piala Asia 2027, publik tentu menaruh harapan besar pada pelatih yang pernah membawa Kanada menembus Piala Dunia tersebut.

 


Catatan Karier John Herdman

Pelatih timnas Inggris Kanada #00, John Herdman, berjalan di lapangan sebelum pertandingan Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Kanada dan Maroko di Stadion Al-Thumama, Doha, pada 1 Desember 2022. (Patrick T. Fallon/AFP)

Sepanjang karier kepelatihannya, John Herdman telah memimpin total 108 pertandingan bersama Timnas Kanada, Timnas Kanada U-23, serta Toronto FC di Liga Kanada.

Pelatih kelahiran Consett, Inggris, 19 Juli 1975 itu mencatatkan 54 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 41 kekalahan. Dari catatan tersebut, persentase kemenangan Herdman mencapai 50 persen, dengan rata-rata raihan 1,62 poin per pertandingan.

Angka itu menunjukkan konsistensi Herdman dalam menjaga stabilitas tim, baik di level tim nasional maupun klub. Rekam jejak inilah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan utama PSSI.

 


Perbandingan dengan Shin Tae-yong

John Herdman juga dilaporkan sudah melakukan wawancara dengan perwakilan PSSI yang tengah berada di Eropa untuk mencari kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. (AFP/Miguel Medina)

Shin Tae-yong datang ke Timnas Indonesia pada 2020 dengan pengalaman yang jauh lebih panjang. Sebelum menangani Garuda, pelatih asal Korea Selatan itu telah melahap 251 pertandingan.

Ia sempat menukangi Seongnam Ilhwa Chunma, Timnas Korea Selatan di berbagai periode, Timnas Korea Selatan U-23, hingga Timnas Korea Selatan U-20. Dengan jumlah laga hampir dua kali lipat dibandingkan Herdman, win rate Shin Tae-yong berada di angka 42,23 persen.

Meski lebih rendah secara persentase, pengalaman Shin di berbagai level kompetisi tetap menjadi modal penting selama lima tahun masa baktinya di Indonesia.

 


Posisi Patrick Kluivert dalam Statistik

Herdman nantinya akan bersaing dengan asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, yang juga disebut Sky Sports tengah dipertimbangkan oleh PSSI. (AFP/Jack Guez)

Sementara itu, Patrick Kluivert memiliki persentase kemenangan yang sedikit lebih tinggi dari Shin Tae-yong, tetapi masih berada di bawah John Herdman.

Kluivert mencatatkan win rate 46,25 persen dengan total 37 kemenangan. Namun, perlu dicatat bahwa 25 kemenangan di antaranya diraih saat menangani FC Twente II di kompetisi level U-21 Belanda, yakni Beloften Eredivisie dan Beloften Nacompetitie.

Selain itu, Kluivert juga pernah melatih Timnas Curacao serta klub Turki, Adana Demirspor, dengan jumlah pertandingan yang relatif lebih sedikit dibandingkan dua pelatih lainnya.

 


Tantangan Besar Menanti di Timnas Indonesia

Tugas utama John Herdman kini adalah membawa Timnas Indonesia bersaing di level internasional, termasuk di Piala Asia 2027 yang akan digelar di Arab Saudi. PSSI secara terbuka menargetkan Garuda mampu melangkah hingga perempat final.

Selain tim senior, Herdman juga dipercaya menangani Timnas Indonesia U-23. Peran ganda ini diharapkan mampu memperkuat koneksi antara pembinaan pemain muda dan kebutuhan tim nasional utama.

Struktur kontrak Herdman disebut menjadi faktor kunci kesepakatan ini tercapai. Media Kanada, Waking the Red, menyebutkan bahwa durasi dan nilai finansial yang ditawarkan PSSI menjadi penentu.

"Struktur tawaran Indonesia, baik dari segi durasi maupun nilai finansial, terbukti menentukan bagi Herdman yang akan menghabiskan tahun baru untuk mempersiapkan Piala Asia 2027. PSSI telah menetapkan tujuan yang jelas untuk mencapai perempat final," tulis media tersebut.

Kini, publik menanti apakah keunggulan statistik itu mampu diterjemahkan Herdman menjadi prestasi nyata bersama Timnas Indonesia.

Berita Terkait