Alasan Mengapa John Herdman Bakal Jadi Sosok Ideal di Timnas Indonesia

John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. Penunjukan ini langsung memantik optimisme publik, mengingat reputasi Herdman sebagai pelatih yang sukses membangun tim nasional dari nol hingga mampu bersaing di level tertinggi.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 03 Januari 2026, 20:00 WIB
John Herdman juga dilaporkan sudah melakukan wawancara dengan perwakilan PSSI yang tengah berada di Eropa untuk mencari kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. (AFP/Miguel Medina)

Bola.com, Jakarta - John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia. Penunjukan ini langsung memantik optimisme publik, mengingat reputasi Herdman sebagai pelatih yang sukses membangun tim nasional dari nol hingga mampu bersaing di level tertinggi.

PSSI menilai pelatih asal Inggris tersebut sebagai sosok yang tepat untuk membawa skuad Garuda memasuki fase perkembangan berikutnya. Targetnya jelas, Timnas Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi mampu tampil kompetitif dan disegani di Asia.

Advertisement

Isu kedekatan John Herdman dengan kursi pelatih Timnas Indonesia sebenarnya telah berembus sejak beberapa waktu lalu. Sorotan kian menguat setelah muncul laporan bahwa Herdman menepis sejumlah tawaran dari negara lain demi proyek jangka panjang bersama Indonesia.

Keputusan itu dipandang sebagai sinyal kuat ketertarikan Herdman terhadap potensi dan visi sepak bola Indonesia. Ia disebut melihat fondasi yang sedang dibangun sebagai peluang besar untuk menciptakan perubahan nyata.

Menurut analisis Football Tribe Asia pada 19 Desember 2025, pendekatan dan profil Herdman dinilai sangat sejalan dengan arah pengembangan Timnas Indonesia. Mulai dari pembinaan mental, pembentukan struktur permainan, hingga pembangunan identitas tim dalam kompetisi internasional.

 


Rekam Jejak Bersama Kanada

Dirangkum dari Transfermarkt, John Herdman merupakan pelatih yang berpengalaman bersama Timnas Kanada. Ia pernah tampil bersama The Reds, julukan Timnas Kanada, di Piala Dunia 2023 Qatar, (AFP/Adrian Dennis)

Nama John Herdman melambung berkat kiprahnya bersama Timnas Kanada senior pada periode 2018 hingga 2023. Dalam rentang waktu tersebut, ia memimpin Kanada dalam 58 pertandingan dengan rata-rata raihan 1,98 poin per laga.

Puncak pencapaiannya adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Keberhasilan itu mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun dan menjadi tonggak kebangkitan sepak bola Kanada di level dunia.

Di bawah arahan Herdman, Kanada berkembang menjadi tim dengan identitas kuat. Mereka tampil agresif, berani menekan, dan sulit ditaklukkan, bahkan saat menghadapi kekuatan mapan di zona CONCACAF.

 


Lebih Cocok di Level Tim Nasional

Herdman nantinya akan bersaing dengan asisten pelatih Liverpool, Giovanni van Bronckhorst, yang juga disebut Sky Sports tengah dipertimbangkan oleh PSSI. (AFP/Jack Guez)

Catatan Herdman memang tidak seimpresif itu ketika menangani Toronto FC di Major League Soccer. Dari 46 pertandingan, ia hanya mencatatkan rata-rata 1,20 poin per laga.

Namun, perbedaan tersebut justru mempertegas keunggulan Herdman sebagai pelatih tim nasional. Ia dinilai lebih efektif dalam format turnamen dan proyek jangka menengah, di mana pembangunan mental dan identitas tim menjadi faktor utama.

Pengalaman inilah yang membuat PSSI yakin Herdman merupakan sosok ideal untuk memimpin Timnas Indonesia, terutama menghadapi agenda internasional yang menuntut konsistensi dan ketahanan mental.

 


Fleksibilitas Taktik Jadi Nilai Tambah

Pelatih timnas Kanada, John Herdman tak dapat menutupi rasa bahagianya usai bisa meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022. (AFP/Geoff Robins)

Salah satu kelebihan utama John Herdman adalah fleksibilitas taktik. Ia tidak terpaku pada satu skema baku, melainkan menyesuaikan pendekatan permainan dengan karakter pemain dan kekuatan lawan.

Saat menangani Kanada, Herdman kerap menggunakan formasi 3-4-3 atau 3-4-2-1. Skema tersebut dirancang untuk memaksimalkan peran pemain sayap serta menciptakan tekanan tinggi dengan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Dalam situasi tertentu, ia juga tak ragu beralih ke formasi yang lebih defensif seperti 4-4-2 atau 4-2-3-1. Pendekatan ini membuat timnya tetap solid saat bertahan, namun tetap berbahaya ketika melancarkan serangan balik.

Kombinasi disiplin, tempo tinggi, dan serangan vertikal menjadi ciri khas Herdman. Filosofi tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini, terutama dalam membangun tim yang kompetitif, berani, dan memiliki identitas jelas di kancah Asia.

Berita Terkait