Jamie Carragher Kecam Ruben Amorim: Dia Tak Kompeten Jadi Manajer di Liga Inggris!

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengkritik pedas manajer Manchester United, Ruben Amorim.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Januari 2026, 14:15 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, bereaksi di pinggir lapangan saat pertandingan putaran kedua Piala Liga Inggris melawan Grimsby Town, Kamis (28-8-2025) dini hari WIB, di Hill Blundell Park, Grimsby, Inggris. (Nigel French/PA via AP)

Bola.com, Jakarta - Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengkritik pedas manajer Manchester United, Ruben Amorim, menyusul pernyataan kontroversial sang pelatih selepas laga kontra Leeds United, Minggu (4/1/2026). 

Carragher bahkan menyebut Amorim sebagai sosok yang nyaris tidak kompeten untuk menangani klub sebesar Setan Merah.

Advertisement

MU hanya mampu bermain 1-1 melawan Leeds United di Elland Road. Namun, hasil tersebut justru kalah panas dibandingkan konferensi pers Amorim setelah pertandingan.

Pelatih asal Portugal itu secara terbuka menuntut pengakuan sebagai manajer penuh, bukan sekadar head coach, serta menyindir beberapa departemen klub.

Amorim mengklaim dirinya dijanjikan kewenangan lebih besar saat direkrut oleh Sir Jim Ratcliffe dan INEOS pada November 2024. Ia juga menegaskan akan tetap bekerja dengan caranya sendiri hingga kontraknya berakhir dalam 18 bulan ke depan, terlepas dari kritik yang datang, termasuk dari mantan kapten United, Gary Neville.

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan hanya pelatih. Itu sangat jelas,” kata Amorim dengan nada tinggi. 

“Saya akan melakukan pekerjaan saya selama 18 bulan. Jika klub ingin berubah setelah itu, kita semua akan move on,” tegasnya.

Amorim juga menyentil kinerja departemen scouting dan direktur olahraga Jason Wilcox, sembari menegaskan tak akan mundur.

 

 


Reaksi Keras Jamie Carragher

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras dari Jamie Carragher. Saat menjadi analis di Sky Sports, mantan bek Liverpool itu tanpa ragu melancarkan serangan frontal.

“Dia tidak berada dalam posisi apa pun untuk mempertanyakan orang-orang yang mengangkatnya,” ujar Carragher, seperti dikutip dari Daily Mail

“Dia tidak cukup bagus. Tidak cukup bagus untuk menjadi manajer Manchester United. Bahkan, sejauh ini dia nyaris tidak kompeten sebagai manajer Premier League,” lanjutnya.

Carragher menyoroti inkonsistensi taktik Amorim, terutama pergantian sistem dari empat bek ke lima bek yang justru berujung pada salah satu penampilan terburuk MU musim ini saat melawan Wolves.

“Banyak manajer Premier League akan melihat Manchester United dan berpikir mereka bisa meraih poin lebih banyak dari yang didapat Amorim,” tegas Carragher.

 


Kegagalan Amorim

Bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Premier Inggris2024/2025, Manchester United takluk 0-2. (HENRY NICHOLLS/AFP)

Saat ini, Red Devils berada di posisi lima klasemen Premier League dengan 31 poin dari 20 pertandingan. Pada bursa transfer musim panas 2025, MU menggelontorkan dana hingga £225 juta, mendatangkan nama-nama seperti Matheus Cunha, Benjamin Sesko, dan Bryan Mbeumo.

Menurut Carragher, anggapan Amorim tidak mendapat dukungan dana adalah alasan yang tidak masuk akal.

“Dia sudah lebih dari cukup didukung. Klub menghabiskan banyak uang meski tidak bermain di Liga Champions atau kompetisi Eropa,” ujar Carragher.

“Banyak dari situasi keuangan itu justru disebabkan oleh kegagalannya sendiri membawa tim ke Liga Champions,” sambungnya.

 

 


Ruben Amorim Bisa Menyusul Enzo Maresca

Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memimpin anak asuhnya saat bertandang ke markas Manchester City pada pekan 4 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025) malam WIB. (Oli SCARFF / AFP)

Carragher juga mengingatkan target utama Amorim saat ditunjuk adalah membawa MU kembali ke zona Liga Champions. Faktanya, MU justru finis di posisi 15 pada musim sebelumnya.

Di akhir analisanya, Carragher memperingatkan Amorim bahwa masa depannya di Old Trafford bisa berakhir dengan cepat, seperti yang dialami Enzo Maresca di Chelsea.

“Ini bisa berakhir sangat cepat,” kata Carragher.

“Bedanya, Maresca punya prestasi untuk menantang petinggi klub. Amorim tidak,” tutupnya.

Dengan tekanan yang semakin besar, baik dari dalam maupun luar klub, masa depan Ruben Amorim di Manchester United kini berada dalam sorotan tajam.   

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait