Kisah Jurnalis MotoGP, Ada Pembalap yang Asik dan Enggak Enak untuk Diajak Interview

Di paddock MotoGP, para jurnalis biasanya sudah hafal pembalap mana yang bisa memberikan jawaban menarik untuk setiap pertanyaan.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 06 Januari 2026, 13:30 WIB
Andrea Iannone dengan balutan seragam Pertamina Enduro VR46 Racing Team. (X/Pertamina Enduro VR46 Racing Team)

Bola.com, Jakarta - Kewajiban menghadapi media merupakan bagian tak terpisahkan dari jadwal setiap pembalap. Ada yang menikmatinya, ada pula yang kurang menyukai, namun aktivitas tersebut tetap menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin mencapai level tertinggi di dunia motorsport.

Di paddock MotoGP, para jurnalis biasanya sudah hafal pembalap mana yang bisa memberikan jawaban menarik untuk setiap pertanyaan. Fabio Quartararo, misalnya, dikenal sebagai salah satu favorit kru TNT Sports untuk diwawancarai.

Advertisement

Seorang produser bahkan menyebut juara dunia 2021 itu sebagai sosok yang sangat menyenangkan saat sesi wawancara duduk santai.

Namun, tidak semua pembalap memberikan kemudahan yang sama. Beberapa pembalap justru membuat tugas jurnalis di lintasan menjadi jauh lebih menantang.

Mantan pembalap MotoGP yang kini menjadi pundit, Neil Hodgson, pernah mengungkapkan bahwa Andrea Iannone adalah sosok paling buruk saat diajak berbincang. Hodgson menilai Iannone kerap bersikap kasar dalam sesi tanya jawab.

 

 


Morbidelli Sulit Digali Jawabannya

Franco Morbidelli tersenyum bersama pengemudi bajaj sembari menikmati sambutan hangat dari masyarakat Jakarta pada Selasa, (30/09/2025). (Dok.Pertamina Lubricants)

Pengalaman serupa diungkapkan oleh jurnalis MotoGP Jack Appleyard, yang kini menjabat sebagai lead presenter world feed MotoGP.

Dalam penampilannya di podcast Motorsport Republica, Appleyard membagikan cerita menarik seputar dinamika wawancara di akhir pekan balapan.

Setelah sebelumnya menyebut Pecco Bagnaia sebagai pembalap yang sangat menyenangkan untuk diwawancarai, Appleyard kemudian ditanya siapa rider yang paling sulit digali jawabannya.

"Pembalap yang punya dinamika paling menarik dengan saya mungkin Franco Morbidelli," ujar Appleyard. "Saya dan Frankie punya kepribadian yang cukup berbeda, dan kadang kami bisa berbenturan," tambahnya. 

 

 


Jawabannya Singkat

Menurutnya, Morbidelli dikenal sebagai pembalap dengan jawaban yang singkat, tajam, dan sering kali sengaja menjebak jurnalis yang melakukan wawancara. 

"Frankie bisa sangat pendek dan to the point. Kalau Anda bertanya dengan pertanyaan tertutup seperti, ‘Frankie, ini hari yang bagus, bukan?’ Dia hanya akan menjawab, ‘Ya’,” lanjutnya.

Meski begitu, Appleyard menilai karakter tersebut justru bisa menjadi keuntungan jika dikelola dengan tepat.

“Ada momen-momen di mana itu bisa menguntungkan. Saya pernah dapat cuplikan wawancara yang bagus dengannya,” ungkap Appleyard.

 

 


Mengulik Morbidelli

Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Franco Morbidelli (c) VR46 Racing Team

Ia kemudian menceritakan satu momen menarik saat masa depan Morbidelli di Yamaha masih belum jelas, meski sang pembalap baru saja meraih hasil positif.

“Saya bilang, ‘Hasil ini pasti bagus untuk masa depanmu bersama Yamaha.’ Dia langsung menjawab, ‘Siapa bilang saya mau bertahan di Yamaha?’”

Appleyard pun menimpali dengan spontan, “Ya, memangnya kamu mau?”

“Dia hanya menatap kamera dan berkata, ‘Tanya Lin [Jarvis],’” kenang Appleyard sambil tertawa. “Itu interaksi yang hebat. Jadi ya, kadang Frankie bisa sangat menyenangkan," tutupnya. 

Sumber: Motogpnews

Berita Terkait