Antoine Semenyo Diisukan ke Man City, Pep Guardiola Enggan Berspekulasi

Sikap tersebut ditunjukkan Pep Guardiola setelah Man City kembali kehilangan poin penting dalam persaingan gelar Premier League.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 08 Januari 2026, 17:30 WIB
Striker Bournemouth asal Ghana bernomor punggung 24, Antoine Semenyo, merayakan gol pertama mereka yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1 selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 15 Desember 2025. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menolak memberikan konfirmasi terkait kabar klubnya di ambang perekrutan winger Bournemouth, Antoine Semenyo.

Sikap tersebut ditunjukkan Pep Guardiola setelah Man City kembali kehilangan poin penting dalam persaingan gelar Premier League.

Advertisement

Pemain sayap asal Ghana itu dilaporkan akan menjalani tes medis pada Kamis setelah Manchester City dikabarkan bersedia menebus klausul rilis senilai 65 juta pound. Namun, Guardiola memilih tidak terlibat dalam spekulasi bursa transfer.

“Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di bursa transfer,” ujar Guardiola ketika ditanya apakah Man City siap mendatangkan pemain sayap baru.

Kebutuhan City akan kreativitas di lini serang terlihat jelas saat mereka ditahan imbang 1-1 oleh Brighton di Etihad Stadium.

Hasil tersebut menjadi hasil imbang ketiga secara beruntun, yang membuka peluang bagi pemuncak klasemen Arsenal untuk menjauh hingga delapan poin jika mampu mengalahkan Liverpool.

 


Peluang Terbuang dan Kegagalan Man City untuk Menang

Pemain Manchester City, Tijjani Reijnders (kiri) dan Erling Haaland, bereaksi pada akhir laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brighton di Manchester, Inggris, Rabu, 7 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

 

Manchester City sempat berada di jalur kemenangan setelah Erling Haaland mencetak gol dari titik penalti sebelum turun minum.

Namun, gol pertama Kaoru Mitoma sejak September memupus harapan City sekaligus semakin merusak ambisi mereka mempertahankan gelar.

“Jelas, jika Anda tidak memenangkan pertandingan, kami tidak bisa memikirkan hal-hal seperti itu,” pengakuan Guardiola.

Meski tidak memprotes hasil akhir, Pep Guardiola menyoroti banyaknya peluang emas yang gagal dimanfaatkan oleh timnya. Bernardo Silva, Haaland, dan Rayan Cherki sama-sama menyia-nyiakan kesempatan di babak kedua.

“Hasil adalah hasil. Saya bukan orang yang percaya bahwa apa yang kami lakukan itu tidak adil. Satu poin untuk mereka, satu poin untuk kami. Begitulah adanya,” kata Guardiola.

“Saya sangat menyukai cara kami bermain, kami melakukan banyak hal baik, tetapi kami tidak mencetak gol. Ada terlalu banyak peluang bersih."

“Ini bukan hanya satu atau dua pemain, ini semua pemain depan yang menciptakan banyak peluang. Sayangnya kami tidak bisa mencetak gol, dan mencetak gol adalah bagian dari pekerjaan. Itu alasan mengapa kami tidak bisa memenangkan pertandingan," lanjutnya.


Insiden Penalti dan Emosi di Pinggir Lapangan

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tertunduk lesu setelah ditahan imbang Brighton & Hove Albion pada laga Liga Inggris di Etihad Stadium, Kamis, 8 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

 

Pep Guardiola juga mendapat kartu kuning dalam laga tersebut akibat reaksi kerasnya saat keputusan penalti awalnya tidak diberikan kepada Man City.

Penalti atas pelanggaran terhadap Jeremy Doku baru disahkan setelah tinjauan VAR. Guardiola bahkan terlibat adu argumen dengan pelatih Brighton, Fabian Hurzeler.

“Saya memprotes, kenapa itu bukan penalti. Dan saya benar,” tegas Guardiola.

Hurzeler mengecilkan insiden tersebut dan menilai emosi sebagai bagian wajar dari pertandingan.

“Saya pikir ketika pertandingan berjalan ketat, itu selalu emosional dan semua orang menyampaikan pendapatnya. Itulah sepak bola,” ujarnya.

“Saya sangat menghormati semua orang dari City dan seluruh staf. Emosi adalah bagian dari permainan, jadi semuanya baik-baik saja.”

Pelatih Brighton itu juga mengakui pertandingan berjalan naik turun.

“Kami memulai dengan sangat kuat, menciptakan tiga peluang besar dan seharusnya bisa mencetak satu gol,” kata Hurzeler.

“Penalti datang entah dari mana dan mengubah dinamika permainan. Kami kembali bangkit dan memiliki dua atau tiga peluang besar untuk unggul, lalu City juga mendapat peluang. Secara keseluruhan, ada pasang surut.”

 

Sumber: Irish Examiner


Persaingan di Premier League

Berita Terkait