Moncer di Timnas Kanada, Mungkinkan Tangan Dingin John Herdman Membawa Perubahan Singkat untuk Timnas Indonesia?

Timnas Indonesia menatap babak baru bersama John Herdman. Pelatih asal Inggris yang secara resmi ditunjuk menjadi juru taktik anyar skuad Garuda dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjang.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 09 Januari 2026, 08:30 WIB
John Herdman resmi ditunjuk sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026) sore WIB. Dia diikat kontrak 2 tahun, plus opsi perpanjangan 2 tahun. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia menatap babak baru bersama John Herdman. Pelatih asal Inggris yang secara resmi ditunjuk menjadi juru taktik anyar skuad Garuda dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjang.

PSSI juga telah menjadwalkan perkenalan Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia. Mantan nakhoda Timnas Kanada itu bakal dihadirkan kepada publik pada 12 Januari 2026.

Advertisement

Tantangan baru akan dimulai bagi pelatih berusia 50 tahun itu untuk Timnas Indonesia. Dengan pengalamannya pernah membawa Timnas Kanada berprestasi, diharapkan menular untuk skuad Garuda.

Muncul pertanyaan, mungkinkan taktik maupun strategi serta gaya kepelatihannya bisa diterapkan dan diterima dengan cepat oleh skuad Timnas Indonesia saat ini?

 


Fleksibel

John Herdman juga dilaporkan sudah melakukan wawancara dengan perwakilan PSSI yang tengah berada di Eropa untuk mencari kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. (AFP/Miguel Medina)

John Herdman punya taktik yang fleksibel. Artinya ia tidak terpaku pada satu formasi sepanjang laga.

Formasi pakemnya ada di 3-4-3. Skema tersebut digunakan sebagai susunan awal sebelum menyesuaikan kondisi pertandingan dan membaca permainan lawan.

Formasi tersebut bisa berubah dan berkembang sesuai kebutuhan. Perubahan tersebut dilakukan Herdman untuk merespons strategi lawan di lapangan.

Formasi yang kerap menjadi transisi dari 3-4-3 adalah 4-4-2 atau 4-2-3-1. Perubahan ini memungkinkan penyesuaian jumlah pemain di lini tengah.

Timnas Indonesia sering di fase seperti ini, ketika dari era kepelatihan Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert. Marselino Ferdinan sudah sering melahap perubahan formasi yang berkembang dalam perjalanan laga.

 


Build-up dan Pressing

Pelatih timnas Inggris Kanada #00, John Herdman, berjalan di lapangan sebelum pertandingan Grup F Piala Dunia Qatar 2022 antara Kanada dan Maroko di Stadion Al-Thumama, Doha, pada 1 Desember 2022. (Patrick T. Fallon/AFP)

Dari sisi pola permainan, Herdman menerapkan build up dari lini belakang. Penjaga gawang dilibatkan dalam proses awal penguasaan bola.

Distribusi bola dilakukan melalui bek sebelum masuk ke area tengah. Para gelandang kemudian bergerak untuk melanjutkan aliran serangan.

Ciri lain dari tim asuhan Herdman adalah penerapan pressing ketat. Para pemain diarahkan untuk menekan lawan sejak area pertahanan lawan.

Garis pertahanan tinggi menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Seluruh lini, termasuk penyerang, terlibat dalam upaya merebut bola. Bentuk permainan semacam ini juga pernah menghiasi penampilan Timnas Indonesia sejak era STY dan juga Kluivert.

Permainan sabar yang dibangun dari belakang serta ngotot dalam menekan, paling kentara saat dipegang STY. Diharapkan kualitasnya akan semakin meningkat di tangan John Herdman

 


Transisi Cepat

Kabar tersebut datang dari media Inggris, Sky Soprts, yang mengatakan bahwa mantan pelatih Kanda, John Herdman masuk ke dalam bursa calon nahkoda baru Timnas Indonesia. (AFP/Antonin Thuillier)

Saat kehilangan penguasaan bola, tim Herdman diarahkan untuk melakukan perebutan cepat. Transisi dari bertahan ke menyerang dilakukan dalam tempo singkat.

Serangan balik menjadi salah satu opsi utama dalam pola permainan Herdman. Kecepatan pemain sayap dimanfaatkan untuk menusuk area pertahanan lawan.

Pendekatan tersebut pernah diterapkan Herdman bersama Kanada. Pola yang sama menjadi bagian dari gambaran gaya bermain yang bakal dibawanya ke Timnas Indonesia.

Cara bermain dengan transisi cepat Timnas Indonesia sudah terasah sejak era STY maupun Kluivert. Timnas Indonesia bisa membuat tim seperti Irak, Arab Saudi, Australia, kesulitan.

Datangnya John Herdman diharapkan semakin menyempurnakan bentuk transisi yang lebih ideal dari Timnas Indonesia.

 


Bisa Diterapkan di Timnas Indonesia

John Herdman saat menukangi Timnas Kanada (AFP)

Pengaamt sepak bola nasional, Binder Singh menilai John Herdman sebagai pelatih yang fleksibel dalam pendekatan taktik maupun formasi. Meski kerap menggunakan skema tiga bek tengah, filosofi menyerang tetap menjadi ciri khasnya.

Keahlian dan pengalaman John Herdman dinilai sangat bisa diterapkan untuk pemain-pemain Timnas Indonesia. Skuad Garuda saat ini telah melalui dua era pelatih berbeda yakni Shin Tae-yong dengan gaya kedisiplinan serta permainan rapi dan Patrick Kluivert dengan gaya total football.

Kondisi yang semakin memperkaya kekuatan Timnas Indonesia di era John Herdman nanti. Fleksibilitas dari racikan Herdman diyakini akan membawa perbedaan dan perubahan signifikan.

"Bukan saja taktik yang bisa berubah, tetapi juga formasi. Dan walaupun dia sering memakai formasi tiga bek tengah, sejauh yang saya riset ketika dia melatih Timnas Kanada putra, permainannya itu selalu menyerang," paparnya.

Binder menegaskan bahwa gaya menyerang ala Herdman bukan permainan terbuka tanpa perhitungan, melainkan mengandalkan sirkulasi bola cepat dan momentum transisi.

"Bukan berarti mereka menyerang secara terbuka, tetapi menyerang dengan pertukaran passing yang cepat dan memanfaatkan momen transisi. Karena itu dia selalu ingin ada pemain yang matang dan juga pemain muda yang mengandalkan speed," pungkas Binder Singh.

Berita Terkait