Bola.com, Jakarta - Manchester City kembali menegaskan keperkasaan mereka di ajang Piala FA. Menjamu Exeter City pada putaran ketiga di Etihad Stadium, Sabtu (10/1/2026) malam WIB, The Citizens berpesta gol dengan kemenangan telak 10-1.
Hasil ini bukan sekadar memastikan tiket City ke undian babak keempat Piala FA, tetapi juga menorehkan catatan historis. Kemenangan tersebut menyamai rekor kemenangan terbesar Manchester City sepanjang sejarah, menyamai skor 10-1 atas Huddersfield Town yang tercipta di Maine Road pada 1987.
Di balik kemenangan mencolok itu, sorotan tajam tertuju pada para pemain muda akademi City. Asisten pelatih Pep Lijnders menilai performa mereka menjadi bukti nyata keberhasilan sistem pembinaan yang selama ini dijalankan klub.
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah winger berusia 17 tahun, Ryan McAidoo. Meski menjalani debut bersama tim utama, McAidoo tampil tanpa beban dan bahkan menutup penampilan impresifnya dengan sebuah gol indah di babak kedua.
Pep Lijnders mengaku sangat terkesan dengan keberanian dan mentalitas sang pemain muda. Menurutnya, McAidoo menunjukkan karakter yang jarang dimiliki pemain seusianya.
“Semua orang bisa melihatnya. Dia selalu ingin menerima bola. Ketika Ryan menghadap gawang, dia sangat berbahaya,” ujar Lijnders.
“Dia bisa menusuk ke dalam, melebar ke luar, dan mampu menjaga bola dalam berbagai situasi. Dia selalu ingin menciptakan peluang, terutama dengan cara kami bermain melalui sisi sayap,” tuturnya.
Mentalitas dan Intensitas Jadi Kunci
Lijnders menilai, kehadiran pemain muda sejak dini dalam lingkungan tim utama membantu proses adaptasi mereka terhadap intensitas sepak bola level tertinggi.
“Kami menginginkan tipe pemain seperti ini. Jika pemain muda dibawa lebih awal dan berlatih lebih awal bersama tim utama, mereka bisa beradaptasi lebih cepat dengan intensitas dan membuat langkah yang kami harapkan,” katanya.
Menurut Lijnders, performa McAidoo bukan sekadar kilasan sesaat.
“Hari ini Ryan tampil serius. Bukan hanya sekilas. Dia terus mengikuti pergerakan Erling, terus mengejar bola. Dia bermain selama 95 menit dan itu luar biasa,” ucapnya.
“Dia sudah lama berlatih bersama kami meski jarang bermain. Saat dia mendapat bola, dia membuat saya tersenyum, dan saya pikir dia juga membuat para penggemar tersenyum. Itu sesuatu yang istimewa,” lanjut Lijnders.
Akademi City Jadi Energi Tim
Tak hanya McAidoo, City juga mendapat kontribusi dari nama-nama lain. Max Alleyne mencetak gol pertamanya bersama tim senior pada start keduanya, sementara rekrutan anyar Antoine Semenyo tampil sebagai man of the match dengan satu gol dan satu assist.
Menariknya, pada satu fase di babak kedua, Manchester City menurunkan tujuh pemain lulusan akademi secara bersamaan di atas lapangan. Bagi Lijnders, hal tersebut mencerminkan semangat dan identitas klub yang kuat.
“Semua ini kembali ke para pemain. Ketika Anda melihat contoh hari ini, begitu banyak pemain muda dari akademi dan melihat api di hati mereka untuk mewakili klub ini,” ujarnya.
“Orang-orang berbicara tentang gol Ryan, momen bersama ayahnya, hari yang spesial. Tapi pressing yang dia lakukan luar biasa,” kata Lijnders.
“Erling bergerak, Divine bergerak, Rico bergerak. Kami punya begitu banyak pemain akademi di lapangan. Itu tanda yang sangat baik bagi klub dan para pemain muda ini memberi energi,” pungkasnya.
Sumber: Man City