Arsenal Rekrut Pelatih Spesialis, Pernah Antar Liverpool Juara Liga Inggris

Arsenal merekrut pelatih spesialis yang berperan besar dalam kemenangan Liverpool di Liga Inggris.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 11 Januari 2026, 19:30 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Arsenal terus menunjukkan keseriusan dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Pemuncak klasemen sementara tersebut kini merekrut sosok pelatih spesialis yang sama dengan figur yang pernah membantu Liverpool merengkuh trofi Premier League, sebagai bagian dari upaya The Gunners mengakhiri penantian panjang gelar liga sejak musim 2003/2004.

Advertisement

Saat ini, Arsenal unggul enam poin atas Manchester City. Namun, pengalaman pahit di masa lalu, ketika mereka kerap kehilangan konsistensi pada fase akhir musim, membuat klub London Utara itu memilih tetap membumi dan enggan terlalu dini merasa aman.

Hasil imbang tanpa gol di kandang sendiri melawan Liverpool yang tampil pincang sempat mengancam momentum mereka.

Meski begitu, Arsenal mampu menjaga laju positif. Sejak kekalahan dari Aston Villa pada Desember lalu, tim asuhan Mikel Arteta tak tersentuh kekalahan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi.

Dengan situasi terkini, Arsenal tampak berada di jalur tepat untuk melaju menuju gelar besar pertama mereka di hadapan publik Emirates Stadium di era Arteta. Hingga kini, satu-satunya trofi mayor yang pernah dipersembahkan pelatih asal Spanyol itu adalah Piala FA 2020.

Namun, filosofi Arteta sejak awal jelas: tidak cepat puas. Pendekatan "marginal gains" atau keuntungan-keuntungan kecil yang terakumulasi telah menjadi ciri khas perkembangan Arsenal di bawah kepemimpinannya.

Meriam London kembali menambah elemen baru untuk memperkuat cengkeraman mereka di sepak bola Inggris. Tak mengherankan, Arteta kembali mengarahkan fokus pada situasi bola mati sebagai cara lain untuk membawa timnya ke level berikutnya.


Arsenal Gandeng Spesialis Lemparan ke Dalam

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, bereaksi dalam laga Premier League antara Arsenal dan Nottingham Forest di London, Sabtu, 13 September 2025. (AP Photo/Kin Cheung)   

Menurut laporan The Times, Arsenal kini bekerja sama dengan Thomas Gronnemark, pelatih lemparan ke dalam paling terkemuka di dunia.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memaksimalkan bola mati dan mengejar keunggulan-keunggulan kecil demi meraih titel Premier League.

Grønnemark, pelatih asal Denmark yang pernah menjadi bagian dari staf Liverpool di era Jurgen Klopp, saat ini berperan sebagai konsultan.

Ia secara berkala mengunjungi pusat latihan Arsenal untuk membagikan pengetahuan serta teknik-teknik khusus kepada para pemain dan staf pelatih.

Saat masih aktif bermain, Grønnemark pernah mencatatkan rekor dunia untuk lemparan ke dalam terjauh, yakni 51,33 meter pada 2010. Namun, sejak memelopori kepelatihan spesialis lemparan ke dalam sekitar dua dekade lalu, metodenya berkembang jauh lebih kompleks.

Lemparan jauh hanyalah satu di antara aspek. Pendekatannya juga mencakup bagaimana memanfaatkan lemparan ke dalam untuk menjaga penguasaan bola hingga membangun serangan secara sistematis.


Karier Gronnemark

Thomas Gronnemark, pelatih spesialis lemparan ke dalam. (Dok. throwinacademy.com)

Sebelum bergabung dengan Liverpool, Gronnemark pernah bekerja sama dengan sejumlah klub ternama, seperti Brentford, Borussia Dortmund, Ajax, FC Midtjylland, Union Saint-Gilloise, hingga JEF United di Jepang.

Pada 2018, Klopp mengundangnya masuk ke staf Liverpool, sebuah keputusan yang memberi dampak signifikan.

Di musim pertamanya di Anfield, Liverpool melonjak dari peringkat ke-18 menjadi yang terbaik di Premier League dalam hal mempertahankan penguasaan bola setelah lemparan ke dalam.

Pada periode itu pula, The Reds menjuarai Liga Champions, lalu mengakhiri puasa gelar liga selama 30 tahun pada musim berikutnya. Bahkan, jarak lemparan Andy Robertson meningkat drastis dari 19 meter menjadi 27 meter.


Kekuatan Bola Mati Arsenal

Arsenal memperbesar keunggul menjadi 3-1 di menit ke-74. Zinchenko beruntung saat bola pantulan mengarah ke dirinya yang langsung disambar dengan tendangan voli. (AP Photo/Kin Cheung)

Di bawah asuhan Arteta, Arsenal sejatinya sudah menjadi tim paling produktif di Premier League dalam memanfaatkan situasi bola mati.

Pada musim 2025/2026, mereka telah mencetak 12 gol dari sepak pojok, hasil yang tak lepas dari kontribusi pelatih bola mati, Nicolas Jover.

Kini, di tengah tren kembalinya efektivitas lemparan ke dalam, dengan jumlah gol yang berawal dari situasi tersebut meningkat, Arsenal berambisi mendominasi area ini pula.

Tentu ada keseimbangan yang harus dijaga. The Gunners tak boleh terlalu bergantung pada situasi bola mati semata untuk memenangi pertandingan.

Namun, sejauh musim ini berjalan, kepercayaan Arteta pada apa yang kerap disebut sebagai "seni gelap" sepak bola terbukti membuahkan hasil.

Kemampuan memanfaatkan lemparan ke dalam untuk secara konsisten menemukan target di kotak penalti lawan berpotensi membuat Arsenal menjadi tim yang kian menakutkan bagi siapa pun yang mereka hadapi.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait