Langka, tapi Taktik Penundaan ala Chelsea Ini Bikin Aston Villa Geram

Pemain Aston Villa geram dengan taktik penundaan langka yang digunakan Chelsea.

Bola.com, Jakarta - Pemain Chelsea mengejutkan lawan dengan melakukan huddle (berkumpul membentuk lingkaran rapat) di sekitar lingkaran tengah saat pertandingan melakoni partai tandang kontra Aston Villa DI Villa Park, Kamis (5-3-2026) dini hari WIB, yang berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk The Blues.

Saat itu, Villa tertinggal 1-2 dan bersiap memulai babak kedua. Namun, mereka tak bisa langsung mengambil bola di tengah karena pemain Chelsea berkumpul di sekitar titik kick-off, membuat pemain Villa terlihat frustrasi.

Ollie Watkins dan Douglas Luiz bahkan tampak memprotes wasit Jarred Gillett atas taktik ini.

Taktik ini bukan pertama kali diterapkan Chelsea. Beberapa hari sebelumnya, tim yang dilatih Liam Rosenior itu juga terlihat melakukan manuver serupa saat kalah 1-2 dari Arsenal.

Kendati motif di balik strategi ini belum jelas, Cole Palmer akhirnya mengembalikan bola ke Villa untuk memulai babak kedua.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kurang Hormat atau Cerdas?

Tindakan Chelsea memicu beragam komentar. Mantan pemain Liverpool dan Real Madrid, Steve McManaman, mengecam langkah ini saat memberikan komentar pertandingan, menilai hal itu sebagai bentuk kurang hormat terhadap lawan.

Di media sosial, opini terbagi. Beberapa penggemar memuji langkah itu sebagai "quick-thinking" atau inovatif.

Satu di antara pengguna X menulis:

"Itu sih tipe LinkedIn banget."

Namun, banyak yang menilai kurang pantas. Beberapa mengingat kemarahan Rosenior ketika Arsenal memasuki setengah lapangan Chelsea di semifinal Carabao Cup sebelumnya.

“Benar-benar kurang hormat, huddle di lingkaran tengah kedua itu. Bukankah manajer mereka dulu protes kalau Arsenal melakukan pemanasan di setengah lapangan lawan?"

Penggemar lain mengejek taktik tersebut, menambahkan, "Formasi Chelsea itu seperti sandiwara."

Penjelasan Rosenior

Ketika ditanya soal huddle Chelsea yang menuai kontroversi, Rosenior memberikan alasan di balik strategi tersebut.

"Orang-orang ingin menunjukkan kebersamaan, ingin menunjukkan kekuatan. Ini tidak ada hubungannya dengan lawan," ujarnya.

"Kami masih tim muda, dan hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah membantu mereka berkembang," imbuhnya.

Namun, huddle Chelsea jelas mengganggu awal babak kedua bagi Villa, yang sudah tertinggal dalam pertandingan penting ini.

Douglas Luiz sempat membawa Villa unggul hanya dalam dua menit babak pertama. Akan tetapi, Joao Pedro membalas dengan dua gol, membuat Chelsea unggul 2-1 hingga jeda.

Dampak ke Klasemen

Babak pertama sarat kontroversi, dengan dua keputusan VAR yang menguntungkan Chelsea. Watkins sempat mengira timnya unggul 2-1 setelah memanfaatkan serangan balik cepat, tetapi gol itu dianulir setelah review.

Sistem semi-otomatis offside Premier League menunjukkan bahwa Watkins berada sedikit offside. Rekaman ulang memperlihatkan lutut dan ujung kaki pemain Inggris itu berada di belakang bek terakhir Chelsea, tetapi keputusan tetap diambil.

Reaksi terhadap keputusan VAR ini pun keras. 

“Saya benar-benar tidak percaya dengan itu," ujar Adrian Durham dari talkSPORT.

Kesulitan Villa berlanjut saat babak kedua dimulai. Cole Palmer membuat skor menjadi 3-1, sebelum Pedro menyelesaikan hattrick pertamanya di Premier League, menutup kemenangan 4-1 bagi Chelsea.

Kemenangan ini penting bagi Chelsea. Dengan kemungkinan posisi kelima sebagai batas untuk lolos ke Liga Champions, Chelsea kini menyalip Liverpool di posisi kelima berdasarkan selisih gol, dan hanya tertinggal tiga poin dari Villa di peringkat keempat.

 

Sumber: Talksport

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer