Arsenal Masuki Periode Bersejarah: Empat Laga di Empat Kompetisi dalam 10 Hari

Arsenal memulai rangkaian penentu yang bisa berujung sejarah dalam 10 hari.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 12 Januari 2026, 07:15 WIB
Mikel Arteta memberikan instruksi pada skuad Arsenal di laga lawan Manchester City di pekan kelima Liga Inggris 2025/26 di Emirates Stadium, Minggu (21/09/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Bola.com, Jakarta - Arsenal memulai rangkaian laga yang berpotensi mencatatkan sejarah baru ketika mereka bertandang ke Fratton Park untuk menghadapi Portsmouth pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (11-1-2026) malam WIB.

Laga ini menjadi awal dari periode padat yang belum pernah dialami klub mana pun sebelumnya.

Advertisement

Sebagai pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal datang ke markas juara Piala FA 2008 dengan ambisi membuka perjalanan mereka di kompetisi tertua di dunia itu dengan kemenangan.

Asa itu terwujud dengan kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah di Fratton Park, Portsmouth.

Laga kontra Portsmouth juga menjadi pintu masuk menuju sepuluh hari yang bisa menentukan arah musim The Gunners.

Saat ini, Arsenal masih bersaing di empat kompetisi sekaligus: Liga Inggris, Liga Champions, Carabao Cup, dan Piala FA.

Sejak terakhir kali mengangkat trofi pada Piala FA musim 2019/2020, yang juga menjadi gelar pertama Mikel Arteta sebagai manajer., klub London utara itu terus menunjukkan kemajuan signifikan, meski belum kembali merasakan manisnya gelar juara.


10 Hari, 4 Kompetisi Berbeda

Para pemain Arsenal, Declan Rice, William Saliba, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi merayakan gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Di bawah arahan Arteta, posisi Arsenal di liga terus membaik. Mereka finis di peringkat kelima pada musim 2021/2022, lalu tiga musim beruntun menjadi runner-up. Musim ini, Arsenal berada di posisi terdepan untuk merebut gelar Liga Inggris pertama mereka sejak musim legendaris 2003/2004.

Keikutsertaan di empat kompetisi inilah yang membuat Arsenal berada di ambang catatan bersejarah.

Dalam rentang sepuluh hari ke depan, The Gunners akan menjalani empat laga tandang di empat kompetisi berbeda, sebuah situasi yang belum pernah dialami klub lain sebelumnya.

Setelah duel melawan Portsmouth, Arsenal akan langsung mengalihkan fokus ke leg pertama semifinal Carabao Cup melawan Chelsea asuhan Liam Rosenior di Stamford Bridge, Rabu (14-1-2026) atau Kamis dini hari WIB.


Liga Champions

Pemain Arsenal David Raya, Martin Odegaard, Bukayo Saka, Ben White dan Declan Rice (kiri ke kanan melakukan selebrasi setelah memenangkan adu penalti pada pertandingan sepak bola leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Porto FC di Emirates Stadium, London utara, 12 Maret 2024. (Adrian DENNIS/AFP)

Tiga hari berselang, Sabtu (17-1-2026) atau Minggu dini hari WIB, Bukayo Saka dkk. kembali bertandang, kali ini ke City Ground untuk menghadapi Nottingham Forest di ajang Liga Inggris.

Rangkaian laga tandang itu berlanjut ke Eropa. Pada Selasa (20-1-2026) atau Rabu dini hari WIB, Arsenal akan terbang ke Italia utara untuk menantang Inter Milan di San Siro dalam laga Phase League Liga Champions.

Pertandingan ini menjadi laga tandang terakhir Arsenal di fase tersebut, mengingat mereka sudah memastikan tiket ke babak 16 besar dengan dua pertandingan tersisa.


Rotasi Pemain

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (tengah), berbicara dengan para pemainnya saat jeda pertandingan Premier League antara Liverpool dan Arsenal di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 31 Agustus 2025. (Darren Staples/AFP)

Padatnya jadwal membuat Arteta hampir pasti melakukan rotasi pemain, terutama pada laga Piala FA dan pertandingan Liga Champions, demi menjaga kebugaran skuad. Arteta pun mengakui tantangan tersebut dalam konferensi pers jelang laga melawan Portsmouth.

“Kami harus mengelola jadwal ini, tentu saja, karena masih ada banyak pertandingan dalam beberapa pekan ke depan," ujar Arteta.

"Kami punya empat laga tandang di kompetisi yang berbeda, dan kami harus memastikan semua pemain terlibat, tetap tampil kompetitif, dan memenangkan pertandingan. Itu yang harus kami kelola," lanjutnya.

Setelah melewati rangkaian laga tandang yang melelahkan itu, Arsenal baru akan kembali bermain di kandang pada Minggu (25-1-2026)i, saat mereka menjamu Manchester United.

Rangkaian sepuluh hari ini pun berpotensi menjadi penentu, bukan hanya bagi ambisi Arsenal meraih gelar, tetapi juga sebagai momen bersejarah dalam perjalanan klub.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait