FIM Resmi Umumkan Perubahan Krusial di MotoGP dan WSBK: Demi Keselamatan Semua Orang

Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengumumkan perubahan penting dalam regulasi keselamatan balap yang akan mulai diberlakukan pada musim 2026. Aturan baru ini berdampak langsung pada ajang MotoGP dan World Superbike.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 12 Januari 2026, 17:15 WIB
Pecco Bagnaia saat alami crash pada Main Race MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. (Loic VENANCE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengumumkan perubahan penting dalam regulasi keselamatan balap yang akan mulai diberlakukan pada musim 2026. Aturan baru ini berdampak langsung pada ajang MotoGP dan World Superbike.

Dalam kebijakan terbarunya, FIM melarang pembalap menyalakan kembali motor mereka di area run-off setelah terjatuh. Selama ini, pembalap masih diperbolehkan mencoba menghidupkan mesin di pinggir lintasan jika motor mati usai kecelakaan.

Advertisement

Namun, praktik tersebut dinilai berpotensi membahayakan, terutama bagi marshal dan pembalap lain. Keberadaan motor dan kru di area run-off saat sesi masih berlangsung dianggap meningkatkan risiko insiden lanjutan.

Karena itu, FIM kini mengambil langkah tegas demi meningkatkan keselamatan, dengan memindahkan seluruh proses restart motor ke area yang lebih terlindungi.

 


Restart Wajib di Balik Pembatas Lintasan

Pembalap Jepang Nobuatso Aoki mengalami crash ketika balapan menggunakan motor Proton di MotoGP. (JIMIN LAI / AFP)

Dalam arahan terbaru FIM, pembalap yang motornya mati setelah kecelakaan diwajibkan membawa motor ke balik pembatas lintasan atau ke service road sebelum mencoba menyalakannya kembali. Restart di lintasan maupun run-off area tidak lagi diperbolehkan.

“Setelah kecelakaan atau masalah teknis, setiap motor yang tidak menyala di lintasan atau run-off area harus segera dipindahkan ke balik garis perlindungan pertama oleh marshal,” demikian bunyi surat resmi FIM.

“Motor tidak boleh dinyalakan kembali di lintasan atau run-off area. Motor harus dipindahkan ke service road atau ke tempat aman dan terlindungi, di mana bantuan untuk menyalakan kembali dapat diberikan.”

Meski demikian, pembalap tetap diizinkan kembali ke lintasan setelah motor berhasil dinyalakan dari area tersebut.

 


Dampak Berbeda di MotoGP dan WorldSBK

Marc Marquez ketika alami crash di ajang MotoGP 2024. (LLUIS GENE / AFP)

Dalam ajang World Superbike, aturan ini berarti pembalap masih bisa kembali ke pit melalui lintasan pada sesi latihan dan Superpole. Hal ini sejalan dengan regulasi WorldSBK yang melarang pembalap memulai lap baru setelah terjatuh di sesi non-balapan.

Sementara itu, dalam balapan, pembalap WorldSBK tetap bisa melanjutkan lomba tanpa harus masuk pit, selama motor memenuhi standar keselamatan.

Di MotoGP, pembalap masih diperbolehkan melanjutkan sesi setelah kecelakaan, tetapi hanya jika motor dinyalakan kembali dari balik pembatas lintasan, bukan dari run-off area seperti sebelumnya.

 


Marshal Bisa Cegah Rider Kembali ke Lintasan

Momen Marc Marquez alami crash pada Main Race MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram hari Minggu (27/10/2024). (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)

FIM juga menegaskan bahwa jika motor masih menyala setelah kecelakaan, pembalap dapat langsung melanjutkan balapan. Namun, marshal memiliki kewenangan untuk mencegah motor tersebut kembali ke lintasan jika ditemukan kerusakan berbahaya.

Contohnya adalah kebocoran cairan atau kerusakan struktural yang berpotensi menciptakan situasi berisiko bagi pembalap lain.

Selain itu, hanya pembalap yang diperbolehkan melakukan perbaikan atau penyesuaian pada motor setelah kecelakaan. Proses tersebut juga wajib dilakukan di balik pembatas lintasan.

Marshal tetap boleh membantu proses restart, tetapi hanya di area yang aman dan terlindungi.

 


Berlaku untuk Semua Kejuaraan di Bawah FIM

Perubahan regulasi ini merupakan hasil keputusan Grand Prix Commission dan SBK Commission. Aturan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi nasional, promotor balapan, hingga IRTA.

FIM menegaskan bahwa aturan ini dibuat demi melindungi keselamatan para marshal lintasan.

“Kami menyadari aturan ini mungkin menghadirkan tantangan di awal penerapan. Namun, alasan utamanya adalah meminimalkan paparan bahaya bagi para marshal,” tulis FIM.

Regulasi ini tidak hanya berlaku untuk MotoGP dan WorldSBK, tetapi juga untuk seluruh kejuaraan balap sirkuit di bawah naungan FIM, termasuk FIM Endurance World Championship.