Bola.com, Jakarta - Winger Persija Jakarta, Allano Lima, menjadi korban pelecehan rasial setelah timnya menelan kekalahan dari Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Allano bermain sebagai starter dan selama 90 menit ketika Persija takluk 0-1 dari Persib dalam pekan ke-17 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Minggu (11/1/2026).
Pesepak bola berusia 30 tahun itu beberapa kali bersitegang dengan pemain Persib akibat tingginya tensi pertandingan dan panasnya persaingan kedua kesebelasan.
"Saya bangga dengan diri saya apa adanya. Saya bangga dengan apa yang telah saya capai," ujar Allano dalam stories akun Instagramnya, @allanolima07, Senin (12/1/2026).
Ungkapan Allano Lima
Sejumlah akun melakukan tindakan rasialisme kepada Allano lewat kolom komentar akun Instagramnya, yang kini telah dibatasi oleh pemain bernomor punggung 17 itu.
Allano mencoba tidak terpengaruh terhadap pelecehan rasial itu. Jebolan Liga Portugal tersebut ingin berkonsentrasi dengan Persija di sisa musim BRI Super League.
"Tindakan-tindakan rasis ini menunjukkan seberapa besar saya telah bertumbuh dari tempat asal saya, pohon yang berbuah adalah pohon yang paling banyak dilempari batu," imbuh Allano.
"Sekarang saatnya bekerja dan melanjutkan perjalanan kami; jalan yang harus ditempuh masih panjang. Kami akan terus melanjutkan perjuangan," jelasnya.
Sering Terjadi
Pelecehan rasial sangat sering terjadi di sepak bola Indonesia. Beberapa kali pihak yang menjadi korban mengambil tindakan tegas terhadap kasus ini, namun tetap tidak membuat efek jera bagi pelaku lainnya.
Pada musim ini, pemain Malut United juga mendapatkan tindakan rasialisme. Adalah Yakob dan Yance Sayuri, yang menerima serangan virtual sesudah menghadapi Persib pada 14 Desember 2025.