Katanya Sih Perpisahan Xabi Alonso dengan Real Madrid Atas Dasar Kesepakatan Bersama, Apa Benar Begitu?

Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 13 Januari 2026, 07:50 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memeluk Kylian Mbappe setelah laga melawan Marseille dalam laga matchday 1 League Phase Liga Champions 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Real Madrid mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso pada Senin malam waktu setempat, dengan menyebut keputusan tersebut sebagai hasil kesepakatan bersama. Namun, berbagai laporan media Spanyol mengungkap bahwa jalan menuju keputusannya jauh lebih kompleks dibanding pernyataan resmi klub.

Posisi Alonso sebenarnya sudah mulai goyah sejak awal Desember. Kekalahan telak di kandang dari Celta Vigo, disusul hasil buruk saat menghadapi Manchester City, membuat masa depannya mulai dipertanyakan. Saat itu, muncul kabar bahwa Alonso harus segera membalikkan situasi jika ingin mempertahankan jabatannya, dengan final Piala Super Spanyol dijadikan tolok ukur utama.

Advertisement

Meski sempat merespons tekanan dengan torehan lima kemenangan beruntun, Real Madrid kembali terpukul saat takluk 2-3 dari Barcelona di partai final Supercopa, Minggu lalu. Kekalahan tersebut menjadi titik balik yang menentukan arah nasib sang pelatih.

 


Pertemuan Krusial di Valdebebas

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso saat laga Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Al Hilal di Hard Rock stadium, Miami, Amerika Serikat, Kamis (19/06/2025) WIB. (AFP/Dan Mullan)

Cadena Cope melaporkan, Alonso sama sekali tidak memulai hari Senin dengan rencana untuk meninggalkan Real Madrid. Namun suasana berubah setelah jajaran petinggi klub menggelar pertemuan dengannya di pusat latihan Valdebebas.

Menurut Mundo Deportivo, Presiden Florentino Perez menunjukkan ketidakpuasan besar terhadap performa tim di final Supercopa. Dalam pertemuan itu, manajemen menyampaikan kekhawatiran mereka terkait arah permainan dan progres proyek yang dijalankan Alonso.

Di sisi lain, Alonso juga menyampaikan kelelahan mentalnya. Ia merasa posisinya terus berada dalam ancaman, bahkan ketika hasil sempat membaik. Marca menyebut, dalam diskusi tersebut, pihak klub justru mengajukan opsi perpisahan sebagai salah satu solusi.

Setelah evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan musim sejauh ini, manajemen Madrid menilai proyek Alonso tidak lagi menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pada titik itulah, Alonso menerima usulan klub untuk mengakhiri kerja sama.

 


Awal Meyakinkan, Akhir yang Berliku

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, memberikan instruksi saat timnya berhadapan dengan Real Sociedad pada pekan 4 Liga Spanyol 2025/2026, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. (ANDER GILLENEA / AFP)

Padahal, era Alonso di Real Madrid sempat dimulai dengan sangat menjanjikan. Ia mencatatkan 13 kemenangan dari 15 laga awal. Di luar ajang Piala Dunia Antarklub, Los Blancos hanya sekali kalah dalam 14 pertandingan pembuka musim, yakni saat menghadapi Atletico Madrid.

Salah satu pencapaian pentingnya adalah kemenangan atas Barcelona di Santiago Bernabeu, yang sekaligus mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun di El Clasico. Pada periode itu, Madrid tampil solid dengan sistem pressing tinggi yang rapi dan disiplin secara defensif.

Namun situasi berubah seiring waktu. Alonso disebut mulai bersitegang dengan beberapa pemain bintang akibat pendekatan taktis yang ia terapkan. Untuk meredam situasi, ia melonggarkan sistem permainannya dan beralih ke gaya yang lebih terbuka serta mengandalkan serangan balik.

Sayangnya, perubahan tersebut tidak membawa dampak positif. Konsistensi performa menurun, hasil tak lagi sejalan dengan ekspektasi, dan kepercayaan manajemen pun perlahan memudar.

Akhirnya, meski dibungkus dengan istilah “kesepakatan bersama”, perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid harus berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan.


Persaingan di Liga Spanyol

Berita Terkait