Bola.com, Jakarta - Cremonese menelan kekalahan telak di markas Juventus pada pekan ke-20 Serie A 2025/2026. Emil Audero dan kawan-kawan menyerah lima gol tanpa balas di Allianz Stadium, Turin, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.
Gol Juventus yang bersarang ke gawang Emil Audero diceploskan oleh Gleison Bremer (menit 12), Jonathan David (15'), Kenan Yildiz (35'), gol bunuh diri Filippo Terracciano (48'), dan gol penutup dari Weston McKennie (64').
Ada momen menarik usai peluit panjang dibunyikan wasit Ermanno Feliciani. Sesaat setelah laga berakhir, Emil Audero berjalan menuju satu di antara sudut tribune Allianz Stadium, yang diisi para fans Cremonese.
Ya, para tifosi setia I Grigiorossi yang datang, menjadi pembakar semangat seluruh pasukan Davide Nicola. Emil Audero mendatangi mereka dan membicarakan sesuatu yang berkesan. Lantas apa yang dikatakannya?
"Pertama, kami berterima kasih kepada mereka karena telah mendukung kami malam ini pada hari dan waktu yang sama sekali tidak terduga. Mereka sangat luar biasa, mereka mengerti bahwa hari ini adalah pertandingan spesial," ujar Emil Audero dilansir dari situs resmi Cremonese.
"Mereka memberi kami energi untuk pertandingan selanjutnya, dan itu adalah pertanda yang sangat positif," lanjut pemain berusia 28 tahun.
Soal Kartu Merah Davide Nicola
Dalam laga sengit di Turin dini hari tadi, Cremonese harus kehilangan pelatihnya Davide Nicola di babak pertama. Saat laga memasuki menit ke-27, sang pelatih diusir wasit usai memprotes keputusan VAR yang tidak menghadiahkan penalti untuk timnya.
Ada sebuah insiden di kotak penalti Juventus, saat gelandang Cremonese Dennis Tørset Johnsen berbenturan keras dengan Manuel Locatelli, wasit Ermanno Feliciani sempat langsung menunjuk titik putih alias penalti untuk Cremonese.
Namun wasit kemudian menganulir keputusannya setelah mengecek VAR. Keputusan itu membuat Davide Nicola melancarkan protes keras, dan harus rela dikartu merah.
Keputusan Aneh Wasit
Emil Audero lebih menyoroti keputusan wasit Ermanno Feliciani yang aneh ketika memberi hadiah penalti untuk Juventus. Bola sepakan Kephren Thuram mengenai tangan Federico Baschirotto di kotak terlarang, dan wasit menunjuk titik putih.
Eksekusi dingin Kenan Yildiz bisa dihalau Audero, namun sial baginya karena bola muntah bisa disambar Yildiz untuk menambah keunggulan Juventus.
Emil Audero menyoroti keputusan wasit yang menunjuk titik putih, tapi bola lebih dulu mengenai kaki sebelum tangan Federico Baschirotto.
"Saya fokus pada penalti yang diberikan kepada kami. Baschirotto menyentuh bola dengan tangannya, tetapi dalam situasi yang menguntungkan, mengenai lengan yang berlawanan dengan kakinya. Mungkin itu aturan yang perlu direvisi," tegas Emil Audero.
Lupakan Kekalahan di Turin
Setelah kekalahan telak dini hari tadi, Emil Audero mengobarkan semangat kepada timnya untuk segera bangkit di pertandingan berikutnya.
Terdekat, Cremonese akan menjamu Hellas Verona di kandang sendiri, Selasa (20/1/2026) dalam lanjutan giornata ke-21.
Di atas kertas, Cremonese lebih diunggulkan untuk mengatasi Verona yang sedang limbung. Verona ada di posisi paling buncit klasemen dengan nilai 13, dan terancam turun ke Serie B jika tak ada peningkatan.
Bagi Emil Audero, hanya ada kalimat untuk tidak perlu membahas lagi hasil di markas Juventus, sebab sudah terjadi. Paling tepat baginya adalah bagaimana untuk mengamankan tiga poin atas Verona minggu depan.
"Kami adalah tim yang tahu bagaimana membiarkan pertandingan seperti ini lepas begitu saja. Kami tidak senang dengan hasilnya, tetapi sudah tepat untuk langsung fokus pada pertandingan berikutnya, karena kami tahu kami harus berjuang. Kami menyadari hal itu dan kami akan mempersiapkannya sebaik mungkin," tandas mantan kiper Juventus tersebut.
Sumber: Cremonese