6 Pemain Paling Diuntungkan Setelah Real Madrid Depak Xabi Alonso: Vinicius Junior Jelas di Posisi Teratas

Berikut enam pemain yang kemungkinan merasa paling diuntungkan oleh kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 13 Januari 2026, 15:10 WIB
Jude Bellingham memberikan semangat kepada Vinicius Junior yang gagal mencetak gol via penalti saat Atletico menghadapi Real Madrid pada leg 2 babak perempat final Liga Champions 2024/2025 di Estadio Wanda Metropolitano, Kamis (13/3/2024) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO CAÑAS / AFP )

Bola.com, Jakarta - Real Madrid telah mengumumkan kepergian sang pelatih, Xabi Alonso. Bagi siapa pun yang mengikuti perjalanan El Real musim ini, kabar tersebut sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

Pelatih berusia 44 tahun itu ditunjuk sebagai penerus Carlo Ancelotti pada musim panas 2025, dan langsung bekerja bersama skuad saat Piala Dunia Antarklub 2025.

Advertisement

Hasil yang diraih tergolong cukup baik. Dia membukukan 14 kemenangan dari 19 laga La Liga musim ini dan hanya tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Barcelona.

Namun, masa kepemimpinannya diwarnai kesulitan untuk membuat para pemain sepenuhnya menerima ide-ide taktisnya. Situasi itu diperparah dengan laporan adanya gesekan di ruang ganti.

Kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir. Real Madrid kemudian merilis “Comunicado Oficial” untuk mengumumkan adanya kesepakatan bersama dalam mengakhiri masa jabatan Alonso.

Berikut enam pemain yang kemungkinan merasa paling diuntungkan oleh kabar tersebut.   


1. Vinicius Junior

Momen tersebut terjadi saat menit ke-81 ketika Vinicius Jr ditarik keluar digantikan Arda Guler. Sang pemain kemudian berjalan meninggalkan lapangan dengan ejekan yang terdengar nyaring dari tribun stadion. (AFP/Fadel Senna)

Nama yang sudah jelas bakal muncul di daftar ini. 

Negosiasi kontrak Vinicius Junior disebut telah berlangsung di balik layar sepanjang musim ini. Winger Timnas Brasil itu merupakan salah satu aset paling bernilai di Real Madrid, namun kontraknya akan habis tahun depan.

Laporan dari ibu kota Spanyol menyebutkan Vinicius menolak menandatangani perpanjangan kontrak selama Xabi Alonso masih menjabat pelatih.

Situasi tersebut memuncak pada kemenangan El Clasico melawan Barcelona pada Oktober 2025. Vinicius ditarik keluar pada menit-menit akhir pertandingan, kehilangan kendali emosi, lalu berteriak, “Selalu saya! Saya akan meninggalkan klub!” saat berjalan menuju pinggir lapangan.

Keesokan harinya, Vinicius mengunggah permintaan maaf di media sosial kepada rekan setimnya, klub, dan presiden, namun tidak menyebut sang pelatih.

Kini, Vinicius tampak memenangkan pertarungan kekuasaan tersebut. Menarik untuk menantikan apakah situasi ini akan berujung buntu dalam beberapa pekan ke depan. Pantau terus perkembangannya.   


2. Jude Bellingham

Selebrasi Jude Bellingham saat Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona di LaLiga 2025/2026 (AFP)

Jude Bellingham sempat bermain di bawah asuhan Xabi Alonso pada ajang Piala Dunia Antarklub, namun ia absen pada pramusim dan pekan-pekan awal musim 2025–2026 setelah menjalani operasi bahu yang telah lama bermasalah.

Sejak kembali ke lapangan, ia nyaris selalu menjadi pilihan utama dalam susunan starter Alonso. Namun, laporan media Spanyol Mundo Deportivo pada November lalu mengklaim bahwa pemain Inggris itu tidak sepenuhnya puas dengan peran yang diminta untuk ia jalani di dalam tim.

Bellingham sempat menunjukkan kilasan kualitasnya di bawah Alonso. Tetapi sejauh ini ia belum mampu menemukan kembali performa super-dinamis seperti pada musim debutnya bersama Los Blancos, ketika namanya bahkan masuk dalam perbincangan Ballon d’Or.   


3. Rodrygo

Pemain Real Madrid Rodrygo melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Granada pada pertandingan sepak bola Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Sabtu (2/12/2023). (AP Photo/Jose Breton)

Pemain asal Brasil tersebut sempat mengalami paceklik gol yang panjang dan cukup menyita perhatian di bawah asuhan Xabi Alonso. Ia membukukan 32 pertandingan tanpa mencetak gol, sebuah catatan yang berlanjut sejak musim lalu.

Namun, untuk bersikap adil, sebagian besar kesempatan yang ia dapatkan musim ini datang secara terbatas dan tidak konsisten. Ia lebih sering tampil sebagai pemain pengganti, hanya sesekali masuk dari bangku cadangan. Dari 27 penampilan yang ia jalani di bawah Alonso, hanya 11 kali ia dipercaya tampil sebagai starter, dan cuma tiga kali bermain penuh selama 90 menit.

Kini, Rodrygo dipastikan menargetkan peran yang jauh lebih signifikan di bawah arahan Arbelona, dengan harapan tak lagi sekadar menjadi pemeran pelengkap dalam skuad utama.   


4. Federico Valverde

Selebrasi Federico Valverde dari Real Madrid setelah mencetak gol ke gawang Pachuca dalam pertandingan Grup H Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Pachuca di Charlotte, North Carolina, Minggu, 22 Juni 2025. (AP Photo/Chris Carlson)

Subplot menarik lain dari masa kepelatihan Xabi Alonso yang relatif singkat adalah soal peran Federico Valverde.

Tidak pernah benar-benar terlihat adanya posisi alami bagi gaya bermain khas Valverde yang all-action dan mampu menjelajah seluruh lapangan dalam skema lini tengah Alonso. Ia jelas tidak bisa menggantikan peran Toni Kroos atau Luka Modric dalam mengatur tempo permainan serta mendikte penguasaan bola.

Krisis cedera, dengan Trent Alexander-Arnold dan Dani Carvajal yang harus menepi cukup lama, membuat Valverde kerap diplot sebagai bek kanan darurat. Menurut laporan media Spanyol, situasi tersebut berulang kali ia suarakan secara terbuka sebagai bentuk ketidakpuasan.

Dengan kehadiran pelatih baru Álvaro Arbeloa, yang juga merupakan mantan bek kanan, penanganan terhadap peran Valverde diyakini akan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.   


5. Kylian Mbappe

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, memberi isyarat saat laga La Liga melawan Athletic Bilbao di San Mames, Bilbao, 3 Desember 2025. (ANDER GILLENEA / AFP)

Di satu sisi, Kylian Mbappe memiliki catatan yang luar biasa di bawah asuhan Xabi Alonso. Ia mencetak 30 gol dan tujuh assist hanya dalam 27 penampilan, rasio terbaik yang pernah ia bukukan bersama pelatih mana pun sepanjang kariernya.

Namun, meski bintang terbesar Real Madrid itu terus menumpuk gol, performa tim secara keseluruhan justru tampak tidak solid dan kurang padu. Situasi tersebut membuat Madrid terlihat jauh dari kata siap untuk membantu Mbappe meraih gelar Liga Champions pertamanya sekaligus Ballon d’Or yang selama ini dinantikannya.

Memang belum ada laporan yang menyebut Mbappe tidak puas dengan Alonso. Namun, sikapnya setelah kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol dinilai sebagai tindakan yang secara terang-terangan menunjukkan ketidakhormatan, dan menjadi sinyal yang sulit diabaikan.   


6. Endrick

Kepindahan ini memberi Endrick ruang lebih besar untuk berkembang melalui menit bermain reguler. (AFP/Olivier Chassignole)

Sempat digadang-gadang sebagai the next Pele, bahkan melampaui ekspektasi yang biasa disematkan pada Rodrygo atau Vinicius Junior, hingga kini belum terlihat bukti nyata Endrick merupakan talenta generasi istimewa sejak kepindahannya dari Brasil.

Pemain remaja tersebut menghabiskan musim debutnya di pinggiran skuad, sembari beradaptasi dengan kehidupan di benua baru. Namun, situasinya justru semakin sulit setelah Xabi Alonso menggantikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih.

Di bawah Alonso, Endrick hanya mencatatkan tiga penampilan, dengan satu kali menjadi starter, sebelum dipinjamkan ke Lyon pada pertengahan musim.

Kini, pergantian pelatih di bangku cadangan membuka harapan baru bagi Endrick untuk kembali diintegrasikan ke tim utama klub induknya pada musim depan.  

Sumber: Planet Football 

Berita Terkait