Jude Bellingham Bantah Terlibat Konflik dengan Xabi Alonso di Real Madrid: Itu Omong Kosong!

Jude Bellingham dengan tegas membantah rumor yang menyebut dirinya menjadi bagian dari kelompok pemain Real Madrid yang berselisih dengan Xabi Alonso

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 14 Januari 2026, 13:10 WIB
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso (kanan), berbicara kepada gelandang Real Madrid asal Inggris bernomor punggung 05, Jude Bellingham, selama pertandingan pekan ke-6 Phase League UEFA Champions League antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Bola.com, Jakarta - Jude Bellingham dengan tegas membantah rumor yang menyebut dirinya menjadi bagian dari kelompok pemain Real Madrid yang berselisih dengan Xabi Alonso. Sang pelatih akhirnya dipecat Los Blancos pada Selasa (13/1/2026). 

Manajemen Real Madrid sudah resmi menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala menggantikan Alonso. Meski begitu, pemecatan Alonso masih menyisakan banyak tanda tanya, mengingat performa tim yang sejatinya belum sepenuhnya mengecewakan.

Advertisement

Real Madrid berada di posisi kedua klasemen La Liga, hanya tertinggal empat poin dari Barcelona, dengan catatan persentase kemenangan 70,6 persen di bawah asuhan Alonso.

Namun, berbagai laporan media menyebut adanya ketegangan di ruang ganti, termasuk klaim bahwa sejumlah pemain bintang justru mendukung kepergian pelatih berusia 44 tahun tersebut.

Nama Jude Bellingham dan Vinicius Junior disebut-sebut sebagai sosok yang sulit dikelola. Bahkan, muncul rumor sebagian pemain sudah kehilangan kepercayaan terhadap Alonso. Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh Bellingham.

 


Omong Kosong

Pemain Real Madrid, Jude Bellingham, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Osasuna pada laga pekan ke-9 La Liga 2023/2024 di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu, (7/10/2023). Bellinghamkembali menunjukkan katajamannya dalam urusan mencetak gol. (AP Photo/Jose Breton)

Melalui aplikasi pribadinya, gelandang Timnas Inggris itu meluapkan kekesalannya.

“Sampai sekarang saya terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, selalu berharap kebenaran akan muncul dengan sendirinya. Tapi jujur saja, ini omong kosong,” tulis Bellingham, seperti dikutip dari Sportmole, Rabu (14/1/2025). 

“Saya benar-benar kasihan pada orang-orang yang menelan mentah-mentah setiap kata dari badut-badut ini dan ‘sumber’ mereka. Jangan percaya semua yang kalian baca.”

Bellingham juga menyoroti praktik penyebaran informasi yang menurutnya merusak. “Sesekali mereka harus dimintai pertanggungjawaban karena menyebarkan misinformasi yang merusak hanya demi klik dan sensasi,” tegasnya.

 


Kesulitan Kendalikan Ruang Ganti

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Sementara itu, Vinicius Junior juga sempat dikabarkan mempertimbangkan hengkang dari Santiago Bernabeu karena ketidakpuasannya terhadap Alonso. Namun, dengan kehadiran Arbeloa sebagai pelatih baru, spekulasi tersebut diperkirakan akan mereda.

Xabi Alonso sejatinya datang ke Real Madrid dengan reputasi besar setelah mencetak sejarah bersama Bayer Leverkusen, mematahkan dominasi Bayern Munchen dan menjuarai Bundesliga 2022/2023. Namun, di Madrid, ia diwarisi skuad yang dinilai kurang cocok dengan sistem favoritnya, 3-4-3.

Tak hanya persoalan taktik, Alonso juga disebut kesulitan mengendalikan ego besar di ruang ganti. Dalam kondisi seperti itu, wajar jika masa jabatannya di Bernabeu berjalan tidak semulus yang diharapkan.

Pemecatan Alonso menimbulkan pertanyaan besar, apakah Real Madrid kembali mengorbankan pelatih demi menjaga keseimbangan dengan para pemain bintang? Selama ini, sudah menjadi rahasia umum bahwa pemain-pemain top Los Blancos memiliki pengaruh besar dalam dinamika internal klub.

Sebagian pihak menilai masa depan jangka panjang Real Madrid akan lebih stabil jika manajemen memberikan kendali lebih besar kepada pelatih, terutama ketika pemain tertentu mulai menjadi figur problematik di dalam skuad.

 


Kans Real Madrid

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Dalam perburuan gelar La Liga, peluang Real Madrid masih terbuka. Selisih empat poin dengan Barcelona bukan jarak yang mustahil dikejar, terlebih El Clasico penentuan dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Alonso sempat mempersembahkan kemenangan atas Barcelona pada pertemuan pertama Oktober 2025, meski secara tren Barcelona asuhan Hansi Flick memenangi enam dari tujuh El Clasico terakhir.

Di Liga Champions, Real Madrid berada di peringkat ketujuh fase liga dan relatif percaya diri untuk melangkah ke babak berikutnya. Namun, masalah lama masih menghantui, terutama dalam aspek bertahan dan kerja tanpa bola.

Musim lalu, tim-tim seperti Arsenal dengan mudah mengeksploitasi kelemahan tersebut di fase gugur. Pemain ofensif seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe kerap disorot karena minim kontribusi defensif.

Tantangan besar kini menanti Alvaro Arbeloa. Jika Real Madrid ingin melangkah jauh di Liga Champions, perbaikan signifikan dalam organisasi bertahan dan etos kerja kolektif mutlak dibutuhkan—sebuah tugas berat di tengah karakter ruang ganti yang dikenal penuh bintang dan ego besar.   

Sumber: Sportmole

Berita Terkait