Mantan Pelatih Real Madrid Tak Terkejut Xabi Alonso Dipecat: Pemain Selalu Lebih Berkuasa

Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih kepala ternyata tidak mengejutkan semua pihak.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 15 Januari 2026, 13:30 WIB
Pertemuan kedua tim dalam dua dekade terakhir diwarnai sejumlah hal menarik. Tampak dalam foto, pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso (kiri), dan penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe (kedua dari kiri), menghadiri sesi latihan jelang matchday 5 league phase Liga Champions 2025/2026 melawan Olympiakos FC di Real Madrid Sports City, Valdebebas, pada Selasa 25 November 2025. (Javier SORIANO/AFP)

Bola.com, Madrid - Keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih kepala ternyata tidak mengejutkan semua pihak. Satu di antaranya adalah mantan kiper sekaligus eks pelatih Los Blancos, Mariano Garcia Remon.

Xabi Alonso resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Los Blancos pada Senin (12/01/2026) waktu setempat, hanya beberapa bulan setelah datang ke Santiago Bernabeu dengan ekspektasi besar dan visi jangka panjang.

Advertisement

Mantan gelandang Real Madrid itu direkrut pada musim panas lalu setelah mencatatkan kesuksesan bersama Bayer Leverkusen. Saat itu, Alonso menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun, yang diharapkan menjadi simbol stabilitas dan kesinambungan proyek Madrid ke depan.

Namun, harapan besar yang mengiringi kedatangan eks gelandang Timnas Spanyol tersebut tak terwujud. Masalah taktik, retaknya hubungan dengan pemain bintang, serta kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026 membuat Alonso harus angkat koper dari Santiago Bernabeu.


Tak Mengejutkan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, berjalan bersama para pemainnya saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Spanyol, Minggu (9/11/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Garcia Remon mengaku tak terkejut dengan keputusan Real Madrid yang memecat Xabi Alonso. Pria yang pernah berseragam Madrid selama 15 tahun tersebut dan juga bertugas sebagai pelatih pada 2004 itu mengungkapkan jika para pemain di atas segalanya.

“Keputusan dipecatnya Xabi Alonso tidak mengejutkan saya, dan saya bisa memahaminya, karena saya pernah berada di dalam klub,” ujar Garcia Remon.

“Tidak ada yang bisa melawan pemain. Di Real Madrid, individualitas pemain adalah hal yang paling utama,” tegasnya.

 


Terlalu Lama

Penyerang Real Madrid asal Brasil #07, Vinicius Junior, berjalan melewati pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, saat ia digantikan dalam pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Garcia Remon bahkan menilai masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid sebenarnya sudah berjalan terlalu lama jika melihat dinamika internal klub.

“Kalau dipikir-pikir, menurut saya itu berlangsung terlalu lama. Pelatih membuat keputusan yang menurutnya benar, tetapi di dalam klub, hal seperti itu tidak selalu diterima dengan baik,” lanjutnya.

Dia juga blak-blakan soal posisi pelatih di hadapan para bintang lapangan. Menurutnya, figur pemain kunci memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan pelatih.

“Pemain seperti Vinicius Junior jauh lebih penting bagi klub dibandingkan seorang pelatih,” ucapnya tanpa ragu.

Seperti diketahui, Xabi Alonso sempat berselisih dengan Vinicius saat Real Madrid menang 2-1 atas Barcelona di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. Meski kini, keduanya sudah menyelesaikan konflik tersebut.  

Sumber: Madrid Universal


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait