Di Mata Rio Ferdinand, Hanya 3 Rekrutan MU yang Memenuhi Ekspektasi Pasca-Era Ferguson

Menurut Rio Ferdinand hanya ada tiga rekrutan MU pasca-era Sir Alex Ferguson yang bisa dianggap "sukses". Siapa saja?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 18 Januari 2026, 13:15 WIB
Keberhasilan Manchester United mengikat Jadon Sancho membuat eks Setan Merah, Rio Ferdinand memberi sambutan khusus kepada pemain 21 tahun tersebut dengan mempersembahkan chant atau lagu hasil editan yang sebelumnya dipersembahkan untuk Cristiano Ronaldo. (Foto: AFP/Pool/Stefan Wermuth)

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan transfer klub sejak era kejayaan Sir Alex Ferguson berakhir.

Menurutnya, hanya tiga rekrutan yang benar-benar memenuhi ekspektasi di Old Trafford sejak Ferguson pensiun pada 2013.

Advertisement

MU memang mengucurkan dana luar biasa besar dalam satu dekade terakhir. Lebih dari satu miliar paun telah dihabiskan demi membangun ulang tim, tetapi tanpa hasil signifikan.

Gelar Liga Inggris tak pernah kembali ke lemari trofi, sementara performa klub justru kian merosot. Musim lalu, MU finis di peringkat ke-15, posisi terburuk sepanjang sejarah mereka di liga.

Skuad saat ini pun tak luput dari sorotan. Banyak pihak mempertanyakan kualitas dan efektivitas pemain-pemain yang direkrut dalam beberapa tahun terakhir.

Ferdinand, yang pernah menjadi pilar utama pertahanan MU di masa keemasan klub, memberikan penilaian lugas dan tanpa basa-basi terhadap situasi tersebut.


Penilaian Keras Rio Ferdinand

Zlatan Ibrahimovic. Striker Swedia berusia 40 tahun yang dua musim memperkuat Manchester United pada 2016/2017 dan 2017/2018 ini menjadi top skor MU di musim pertamanya. Ia mampu mencetak 17 gol dan 5 assist hanya dari 28 laga di Liga Inggris. (AFP/Oli Scarff)

Ferdinand merupakan satu di antara pembelian paling sukses Ferguson, bagian dari rangkaian rekrutan cerdas selama 21 tahun kepelatihan manajer asal Skotlandia itu. Namun, menurutnya, keberhasilan serupa nyaris tak terulang setelah Ferguson hengkang.

MU berulang kali berusaha bangkit dengan belanja besar, termasuk memecahkan rekor transfer dunia lewat pembelian gelandang Prancis senilai 89 juta paun. Namun, transfer tersebut gagal memberikan dampak seperti yang diharapkan. Di sisi lain, satu nama justru tampil konsisten: Bruno Fernandes.

Ferdinand menilai Fernandes hanyalah satu dari tiga pemain yang benar-benar bisa disebut sukses sejak 2013.

"Kalau melihat rekrutmen pemain, menurut saya hanya ada tiga pemain yang saya ingat datang ke klub lalu saya berpikir, 'Oke, mereka tampil di level yang memang Anda harapkan'," ujar Ferdinand dalam pernyataannya pada 2024 saat menjadi tamu "The Sports Agents".

"Bruno (Fernandes), Cristiano (Ronaldo), dan Zlatan (Ibrahimovic). Hanya tiga pemain itu yang menurut saya secara konsisten menunjukkan apa yang saya harapkan dari mereka," tegasnya.


Bruno Fernandes, Satu-satunya Pilar

Dua pemain Manchester United (MU) asal Portugal, Bruno Fernandes dan Diogo Dalot, merayakan gol ketiga ke gawang Leicester City dalam laga pekan ke-29 Premier League 2024/2025 di King Power Stadium, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 3-0 atas Leicester City dalam laga ini. (Adrian Dennis / AFP)

Fernandes direkrut dari Sporting CP pada Januari 2020 dengan nilai transfer 68 juta paun. Sejak tiba di Old Trafford, gelandang Portugal itu langsung menjadi pusat permainan dan kerap tampil kelas dunia.

Hingga kini, ia telah mencatatkan 310 penampilan, mencetak 103 gol, serta menyumbang 95 assist.

Musim ini, Fernandes tetap menjadi sosok paling vital bagi Setan Merah dengan torehan lima gol dan delapan assist dari 18 laga liga. Ia dipercaya mengenakan ban kapten sejak musim panas 2023 dan telah mempersembahkan trofi Piala Liga serta Piala FA.

Namun, laporan terbaru menyebut Fernandes mulai mempertimbangkan masa depannya di tengah performa mengecewakan tim dan kegagalan klub membangun skuad yang mampu bersaing di level tertinggi.

Bayern Munchen disebut-sebut memantau situasinya, terlebih kontrak sang gelandang akan menyisakan satu tahun lagi pada musim panas mendatang.


INEOS dan Rekrutan Baru

Bryan Mbeumo (kiri), Benjamin Sesko (tengah), dan Matheus Cunha (kanan), diperkenalkan oleh Manchester United ke publik Old Trafford jelang laga uji coba kontra Fiorentina, Sabtu (9/8/2025) malam WIB. (Bola.com/X/Fabrizio Romano)

Ferdinand pun menjelaskan mengapa sebagian besar rekrutan lainnya gagal memenuhi standar.

"Semua yang lain jauh dari harapan. Apa pun alasannya, mereka tidak pernah mencapai standar yang Anda harapkan ketika mereka datang. Tidak ada nilai yang sesuai dengan ekspektasi. Klub harus benar-benar mencari akar masalahnya," ujarnya.

INEOS mengambil alih operasional olahraga MU pada Februari 2024. Sejak itu, lebih dari 200 juta paun kembali dihabiskan untuk mendatangkan pemain baru.

Nama-nama seperti Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Benjamin Sesko, Manuel Ugarte, hingga Patrick Dorgu direkrut dalam upaya menyegarkan skuad.

Namun, apakah mereka akan mampu mengubah penilaian keras Ferdinand masih menjadi tanda tanya besar.


Ronaldo dan Ibrahimovic: Benar-Benar Sukses?

Manchester United mengawali Liga Inggris 2022/2023 dengan menelan dua kekalahan. Salah satu penyebabnya adalah menurunnya performa penyerang andalan mereka, Cristiano Ronaldo. Beberapa kali dikabarkan akan hengkang hingga perseteruannya dengan Erik Ten Hag, membuat dirinya harus bermain dari bangku cadangan. Padahal, pada musim lalu, Ronaldo mampu mengemas 18 gol di Liga Inggris. (AFP/Lindsey Parnaby)

Nama besar MU tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi pemain kelas dunia. Hal itu terbukti saat Zlatan Ibrahimovic bergabung pada musim panas 2016. Meski sudah berada di fase akhir karier, penyerang asal Swedia itu tetap menunjukkan ketajamannya.

Ibrahimovic mencetak 29 gol dan 10 assist dari 53 penampilan, termasuk dua gol krusial dalam kemenangan 3-2 atas Southampton di final Piala Liga 2016/17.

Cedera ligamen yang dialaminya pada musim berikutnya membuatnya absen saat United menjuarai Liga Europa. Ia akhirnya meninggalkan klub pada Maret 2018.

Tiga tahun berselang, Cristiano Ronaldo kembali ke Old Trafford dalam sebuah kepulangan yang menggemparkan pada musim panas 2021. Periode pertamanya bersama Setan Merah dikenang sebagai satu di antara yang terbaik dalam sejarah Premier League.

Saat kembali, Ronaldo juga sudah memasuki fase akhir karier dan bergabung dengan tim yang sedang limbung. Situasi itu memicu berbagai persoalan, baik di dalam maupun luar lapangan.

Meski begitu, pada musim pertamanya ia tetap tampil impresif dengan mencetak 24 gol dari 39 pertandingan di semua kompetisi.

Namun, periode kedua Ronaldo di MU berakhir pahit. Di bawah asuhan Erik ten Hag, perannya makin terbatas. Tanda-tanda penurunan performa terlihat jelas, dan ketidakmampuannya menerima berkurangnya menit bermain berujung pada kesepakatan bersama untuk berpisah pada musim dingin 2022.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait