Duka di 100 Tahun Gajayana: Legenda Arema Kuncoro Berpulang, Kolaps Usai Reuni Terakhir Bersama Sahabat

Kuncoro, legenda hidup sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, berpulang ke Rahmatullah setelah terkena serangan jantung di tempat yang paling dicintainya: pinggir lapangan sepak bola.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 18 Januari 2026, 19:15 WIB
Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bola.com, Jakarta - Suasana perayaan satu abad Stadion Gajayana yang seharusnya penuh sukacita, seketika berubah menjadi duka mendalam. Kuncoro, legenda hidup sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, berpulang ke Rahmatullah setelah terkena serangan jantung di tempat yang paling dicintainya: pinggir lapangan sepak bola.

Kabar ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC dan Aremania dan insan sepak bola nasional. Kuncoro wafat setelah mengalami serangan jantung, menutup mata selamanya usai momen reuni emosional bersama rekan-rekan seperjuangannya di atas rumput hijau.

Advertisement

Sore tadi, Kuncoro tampak antusias turut ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana. Ia turun bermain di babak pertama, bahu-membahu bersama deretan legenda sepak bola Malang lainnya seperti Siswantoro, Hermawan, hingga Doni Suherman dan beberapa pemain legend lainnya.

Penonton disuguhkan nostalgia indah melihat sentuhan bola sang legenda yang masih lekat dengan gaya khas Malangan-nya. Tak ada yang menyangka, umpan-umpan dan tawa yang ia bagikan di babak pertama itu adalah persembahan terakhirnya bagi publik Malang.

 


Kolaps di Bangku Cadangan

Asisten pelatih Arema FC, Kuncoro memberikan instruksi kepada para pemain dalam sebuah sesi latihan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Usai menuntaskan penampilannya di babak pertama, Kuncoro beristirahat dan duduk di bench pemain.

Namun, tak berselang lama, situasi berubah panik. Sosok yang dikenal jenaka itu mendadak kolaps dan tidak sadarkan diri di bangku cadangan.

Melihat kondisi kritis tersebut, perangkat pertandingan memutuskan untuk segera menghentikan pertandingan.

Tim medis yang bertugas bergerak cepat memberikan pertolongan pertama (RJP) di lokasi. Di tengah ketegangan dan doa ribuan pasang mata, Kuncoro segera dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

Namun, takdir berkata lain. Sang legenda dinyatakan meninggal dunia, menyisakan kesedihan mendalam.

 


Rasa Duka Mendalam

Sementara General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka yang mendalam . Baginya, kepergian Kuncoro terasa sangat cepat

Inal—sapaan akrabnya—mengenang bagaimana Stadion Gajayana adalah "saksi bisu" perjalanan hidup Kuncoro.

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau 'pulang' saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan," ujar Yusrinal dengan nada bergetar.

Yusrinal menambahkan bahwa dedikasi Kuncoro untuk Arema tidak akan pernah tergantikan.

 

Beliau pergi di 'rumahnya' sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi," tambahnya

Kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema, tapi bagi sepak bola Indonesia. Sosoknya yang humoris, tegas, dan setia kawan akan selalu dikenang.

Mari kita doakan bersama, semoga Almarhum Kuncoro Husnul Khotimah, dilapangkan kuburnya, dan diterangkan jalannya menuju Surga-Mu, Ya Allah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Selamat jalan, Cak Kun. Namamu abadi di hati Singo Edan.

 

Berita Terkait