Disorakin Suporter Sendiri, Virgil van Dijk Blak-blakan Akui Ada yang Kurang dari Liverpool

Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengatakan ada “sesuatu yang kurang” pada timnya setelah hasil imbang 1-1 melawan Burnley.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 05:45 WIB
Virgil van Dijk (Liverpool) memberi isyarat dalam laga Liga Primer Inggris antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge, London, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Walton)

Bola.com, Jakarta - Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengakui ada "sesuatu yang kurang" dari permainan timnya usai hanya bermain imbang 1-1 melawan Burnley yang tengah terpuruk, Sabtu (17-1-2026) malam WIB, di Anfield.

Hasil itu memperpanjang tren kurang meyakinkan sang juara bertahan, yang kini mencatat empat hasil seri beruntun di Liga Inggris.

Advertisement

Ketidakpuasan suporter pun memuncak, dengan siulan terdengar dari tribune Anfield sesaat setelah laga usai.

Liverpool sebenarnya sempat unggul lebih dulu di babak pertama lewat gol Florian Wirtz, sepuluh menit setelah Dominik Szoboszlai gagal mengeksekusi penalti. Namun, keunggulan tersebut sirna pada paruh kedua, ketika Marcus Edwards mencetak gol penyama kedudukan untuk Burnley.

"Frustrasi adalah kata yang pasti ada di kepala saya," ujar Van Dijk.

"Setelah 60 menit, kami mulai bermain ceroboh dan ini bukan pertama kalinya. Kami harus mengatasinya. Hal ini sudah dibicarakan sebelumnya, tapi tampaknya kami harus membahasnya lagi," lanjutnya.


Harus Bertindak

Tiga palang pertahanan Liverpool, Ibrahima Konate, Alisson Becker, dan Virgil van Dijk, tampak kecewa setelah gagal mempertahankan keunggulan saat bertandang ke Elland Road, markas Leeds United, pada pekan ke-15 Premier League 2025/2026, Sabtu (6/12/2025) malam WIB. Liverpool harus puas bermain imbang 3-3 dengan Leeds United. (Oli SCARFF / AFP)

Bek berusia 34 tahun itu menegaskan timnya tak punya banyak waktu untuk berlarut-larut dalam kekecewaan.

"Kami punya 48 jam ke depan untuk mengevaluasinya, baik kami sendiri maupun staf. Kami akan melakukan evaluasi, lalu kami harus bertindak," katanya.

"Saya rasa memang ada sesuatu yang kurang saat ini dan kami ingin mengubah itu," imbuh Van Dijk.

Catatan imbang kontra Burnley juga menorehkan rekor negatif bagi Liverpool. Untuk pertama kalinya sejak musim 1980/81, The Reds gagal mengalahkan satu pun tim promosi di Anfield dalam satu musim.

Saat ini, Liverpool tertinggal tujuh poin dari Aston Villa yang berada di peringkat ketiga, dengan Villa masih menyimpan satu laga tunda.

"Itu kenyataannya dan kami butuh dukungan," lanjut Van Dijk.

"Saya tidak suka mendengar siulan dari suporter sendiri," ucap bek Timnas Belanda itu.


Tantangan Berat Menanti

Reaksi kecewa pemain Liverpool, Virgil Van Dijk setelah kalah 1-4 dari PSV dalam laga Liga Champions 2025/2026 di Anfield, Liverpool, Rabu (26/11/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Tantangan berikutnya tak kalah berat. Liverpool akan bertandang ke markas Marseille pada laga Liga Champions, Kamis (22-1-2026) dini hari WIB. Van Dijk menilai timnya harus menunjukkan peningkatan signifikan.

Saat ini Liverpool berada di posisi kesembilan klasemen sementara Liga Champions. Hanya delapan besar yang otomatis lolos ke fase gugur tanpa harus melalui babak play-off tambahan.

Marseille dilatih Roberto De Zerbi, mantan pelatih Brighton, dan Van Dijk memperkirakan atmosfer yang tidak bersahabat di Prancis.

"Rabu nanti akan menjadi pertandingan yang sangat sulit di sana, bukan hanya karena atmosfernya, tetapi juga karena kami menghadapi tim asuhan De Zerbi yang selalu membuat segalanya menjadi sangat sulit," tuturnya.


Salah Kembali

Laga dimenangkan oleh Mesir dengan skor 3-2. Skuad berjuluk The Pharaohs itu nantinya akan melawan Senegal pada 15 Januari mendatang. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)

Di sisi lain, Liverpool mendapat kabar baik dengan kembalinya Mohamed Salah. Penyerang andalan itu siap kembali setelah Mesir mengakhiri kiprah mereka di Piala Afrika, usai kalah adu penalti dari Nigeria pada laga perebutan tempat ketiga, Sabtu malam WIB.

"Semua orang seharusnya menantikan itu," kata Van Dijk.

"Dengan kualitasnya, dia bisa memenangkan pertandingan dan memberi hasil yang bagus."

"Mo adalah anggota yang sangat penting bagi skuad kami, baik di dalam maupun di luar lapangan. Memang sayang dia tidak bisa mencapai final Piala Afrika, tetapi ketika dia kembali, dia harus membantu kami," tambah Van Dijk.

 

Sumber: BBC

Berita Terkait