Arsenal Tak Akan Memaafkan Diri Sendiri jika Gagal Juara Liga Inggris Musim Ini

Inilah musimnya Arsenal, jika bukan sekarang, kapan lagi?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 19 Januari 2026, 16:45 WIB
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bersama anak asuhnya setelah duel kontra Everton pada pekan ke-17 Premier League di Hill Dickinson Stadium, Minggu (21/12/2025) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, The Gunners menang 1-0 atas Everton. (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Arsenal mungkin meninggalkan City Ground, markas Nottingham Forest, dengan rasa kecewa pada Minggu (18-1-2026) dini hari WIB.

Namun, realitas yang lebih besar justru menyatakan hal sebaliknya: The Gunners kemungkinan tidak akan pernah mendapatkan peluang sebaik ini lagi untuk mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang telah berlangsung sejak era The Invincibles pada 2004.

Advertisement

Skuad asuhan Mikel Arteta justru keluar dari akhir pekan dengan posisi makin menguntungkan. Keunggulan mereka di puncak klasemen kini melebar menjadi tujuh poin setelah para pesaing utama yang berusaha memberi tekanan justru terpeleset secara bersamaan.

Arteta dan Arsenal tentu akan terus menggaungkan sikap waspada. Namun, fakta di lapangan tak bisa diabaikan.

Jika gelar juara yang selama ini terasa begitu sulit diraih, di tengah dominasi Manchester City dan keberhasilan Liverpool. kembali lepas dari tangan mereka musim ini, Arsenal tak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri.

Menimbang seluruh situasi, musim ini terasa sebagai momen "sekarang atau tidak sama sekali" bagi Arsenal versi Arteta.

Berikut ini ulasan BBC selengkapnya.


Kiprah Pesaing

Harry Maguire dari Manchester United, di bagian bawah, tergeletak di lapangan kesakitan sementara wasit Anthony Taylor, Lisandro Martinez dari Manchester United, dan Erling Haaland dari Manchester City bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Gagal memaksimalkan posisi sekuat ini akan meninggalkan penyesalan mendalam. Semua elemen tampak telah tersusun rapi untuk sebuah laju penentuan menuju garis finis.

Dua hasil imbang tanpa gol secara beruntun memang memunculkan tanda tanya soal ketajaman lini depan. Namun, dengan pertahanan terbaik di liga dan para rival yang terus kehilangan poin, dibutuhkan keberanian besar untuk meragukan peluang Arsenal saat ini.

Memang, keunggulan besar pernah runtuh di Premier League, bahkan pada fase akhir musim. Namun, tim-tim di bawah Arsenal sejauh ini tak menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan untuk benar-benar menantang mereka.

Man City, yang dipandang sebagai ancaman terbesar, gagal meningkatkan tekanan setelah kalah dalam derbi melawan Manchester United, hasil yang memperpanjang rentetan tanpa kemenangan mereka menjadi empat laga.

Di Villa Park, Aston Villa pun kehilangan peluang menyalip Man City ke posisi kedua setelah Everton tampil impresif dan meraih kemenangan yang sepenuhnya pantas.

Sementara itu, juara bertahan Liverpool justru menjalani pertahanan gelar yang menyedihkan. Hasil imbang mengecewakan melawan Burnley di Anfield pada Sabtu malam lalu memicu cemoohan suporter mereka sendiri.

Liverpool kini tertahan di posisi keempat, terpaut jauh 14 poin dari Arsenal.


Sikap Aston Villa

Morgan Rogers dari Aston Villa bereaksi selama pertandingan Liga Inggris antara Aston Villa dan Everton di Birmingham, Minggu, 18 Januari 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Villa sebelumnya selalu menang dalam 11 laga kandang terakhir. Namun, Everton telah mengancam sejak awal hingga akhirnya Thierno Barry memanfaatkan keputusan Emi Martinez yang berusaha mengubah penyelamatan rutin menjadi aksi atraktif, kesalahan yang dibayar mahal dengan gol penentu.

Pelatih Villa, Unai Emery, sejak awal enggan membesar-besarkan ambisi juara timnya, meski mereka layak diperhitungkan. Kini, sikap itu terasa makin relevan.

"Ada tim-tim lain yang memiliki potensi lebih besar dibanding kami," ujar Emery.

"Kami kehilangan peluang yang sangat bagus di sini, tapi kami sedang menjalani musim yang fantastis. Kami kehilangan kesempatan menjadi peringkat kedua, sesuatu yang luar biasa, tapi sekarang kami harus bangkit."

"Ketika kalah, Anda sedih. Ketika menang, Anda bahagia. Musim ini, kami lebih sering bahagia daripada sedih," lanjutnya.

Villa masih berpeluang besar mengamankan tiket Liga Champions, sebuah pencapaian yang pantas dirayakan. Namun, kekecewaan Emery, seperti juga kegelisahan suporter tuan rumah, jelas terlihat setelah kekalahan ini.

Tak mengherankan jika Emery dikabarkan mengincar kepulangan Tammy Abraham, yang saat ini dipinjamkan AS Roma ke Besiktas. Villa telah melepas Donyell Malen ke Roma, yang langsung mencetak gol pada debutnya, dan kebutuhan akan tambahan daya gedor makin terasa.


Kendali Penuh

Viktor Gyokeres (tengah) mandul saat Arsenal bermain imbang 0-0 kontra Nottingham Forest pada laga pekan ke-22 Premier League di The City Ground, Minggu (18/01/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Shopland)

Kekalahan itu menandai laga ketujuh Villa musim ini di Premier League tanpa mencetak gol, jumlah yang sama dengan seluruh musim 2024/25.

Dengan demikian, meski Arsenal frustrasi karena gagal menaklukkan Nottingham Forest, posisi mereka justru makin kukuh.

Meriam London menguat, sementara para pesaing belum menunjukkan kualitas dan konsistensi layaknya calon juara. Man City, yang sebelumnya dianggap ancaman utama, hanya meraih tiga poin dari kemungkinan 12.

Arsenal selama beberapa musim terakhir kerap dicap sebagai "hampir juara", selalu finis di posisi kedua dalam tiga musim beruntun.

Kini, kesempatan yang selama ini mereka dambakan benar-benar ada di tangan. Arsenal memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri, sementara rival-rival utama justru goyah.

Arteta memiliki skuad yang sangat kuat, ditopang pertahanan hampir tanpa celah dan kualitas merata di semua lini.

Jika sebelumnya hasil imbang di markas Forest terasa seperti pintu yang dibiarkan sedikit terbuka, kini pintu itu justru tertutup makin rapat bagi mereka yang masih menyimpan mimpi juara.

Semua kartu tampak jatuh ke arah Arsenal. Pertanyaannya kini tinggal satu: apa lagi yang bisa menggagalkan mereka dari sini?

 

Sumber: BBC

Berita Terkait