Arminia Bielefeld Kembali Sambangi Indonesia, Gelar Coaching Clinic untuk Tingkatkan Fondasi dan Grassroots

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 13, 14, dan 16 Januari 2026, Arminia Bielefeld menggelar coaching clinic, sesi latihan terpantau langsung dari Jerman, hingga aktivitas unik berupa padel session bersama jurnalis olahraga Indonesia.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 19 Januari 2026, 17:15 WIB
Klub Bundesliga 2, DSC Arminia Bielefeld, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola Indonesia pada awal 2026. (Dok. Bundesliga Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Klub Bundesliga 2, DSC Arminia Bielefeld, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola Indonesia pada awal 2026. Tim asal Jerman itu membuka tahun dengan serangkaian program yang menyasar pembinaan usia muda hingga penguatan relasi dengan media lokal.

Dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 13, 14, dan 16 Januari 2026, Arminia Bielefeld menggelar coaching clinic, sesi latihan terpantau langsung dari Jerman, hingga aktivitas unik berupa padel session bersama jurnalis olahraga Indonesia.

Advertisement

Program ini menjadi lanjutan dari pendekatan jangka panjang Arminia Bielefeld untuk memperluas jejaring global sekaligus memperkenalkan nilai dan filosofi klub ke panggung internasional, termasuk Asia Tenggara.

Indonesia menjadi salah satu negara prioritas dalam program internasional Bundesliga dan Arminia Bielefeld. Melalui aktivitas terstruktur, klub berharap dapat membuka peluang baru bagi talenta muda sekaligus memperkuat hubungan lintas budaya sepak bola.

Kehadiran Patrick Ghigani, mantan pemain Arminia Bielefeld yang memiliki pengalaman bermain di Indonesia, menjadi elemen penting dalam keseluruhan rangkaian agenda tersebut.

 


Patrick Ghigani Jadi Penghubung Filosofi Klub

Arminia Bielefeld diwakili oleh Patrick Ghigani. Perannya tidak hanya sebagai perwakilan klub, tetapi juga sebagai penghubung budaya sepak bola Jerman dan Indonesia. (Dok. Bundesliga Indonesia)

Sepanjang pekan kegiatan, Arminia Bielefeld diwakili oleh Patrick Ghigani. Perannya tidak hanya sebagai perwakilan klub, tetapi juga sebagai penghubung budaya sepak bola Jerman dan Indonesia.

Sesi latihan yang digelar di Indonesia dipantau langsung oleh tim kepelatihan Arminia Bielefeld melalui sambungan Zoom, memastikan seluruh materi berjalan sesuai standar dan filosofi klub yang bermarkas di SchücoArena tersebut.

Pendekatan ini menunjukkan keseriusan Arminia dalam menjaga kualitas program, meskipun dijalankan lintas negara.

 


Coaching Clinic Bersama FFA, Tom Schütz Turut Hadir

Klub Bundesliga 2, DSC Arminia Bielefeld, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola Indonesia pada awal 2026. (Dok. Bundesliga Indonesia)

Agenda tahun ini diawali dengan Coaching Clinic bersama FORSGI Football Academy (FFA) yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026, di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini melibatkan pemain usia muda dan pelatih lokal dengan fokus pada penguatan dasar teknik, pemahaman permainan, serta penanaman nilai disiplin dan sportivitas. Ini menjadi coaching clinic virtual keempat yang digelar Arminia Bielefeld bersama FFA.

Momen tersebut terasa semakin istimewa dengan kehadiran legenda klub, Tom Schütz. Para peserta mendapat kesempatan berinteraksi langsung, bertanya, dan berbagi pengalaman dengan mantan pemain Arminia tersebut.

 


Indonesia Jadi Fokus Program Internasional

Klub Bundesliga 2, DSC Arminia Bielefeld, kembali menegaskan komitmennya terhadap pengembangan sepak bola Indonesia pada awal 2026. (Dok. Bundesliga Indonesia)

Patrick Ghigani menegaskan optimismenya terhadap masa depan kerja sama Arminia Bielefeld dan Indonesia.

“Kami optimistis melihat masa depan dan tetap berkomitmen untuk memperluas kehadiran internasional Arminia dan Bundesliga melalui kolaborasi terstruktur, pertukaran program, serta aktivitas yang melibatkan sepak bola Indonesia,” ujar Patrick.

Dua akademi yang terlibat, FORSGI Football Academy dan H23SS, menyambut positif kesempatan tersebut. Mereka berharap para pemain dan pelatih bisa memanfaatkan pengalaman ini sebaik mungkin.

“Terima kasih kepada Arminia Bielefeld atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan. Saya yakin coaching clinic ini akan menjadi pengalaman penting bagi perkembangan para pemain,” tutur Ketua FORSGI Football Academy, H. Totok Edy Purwanto.

Pemilik H23SS, Hamka Hamzah, juga menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat bersyukur bisa terlibat dalam coaching clinic bersama Arminia Bielefeld. Para pemain mendapatkan pengalaman baru dan bisa berinteraksi langsung dengan tim kepelatihan dari Jerman. Semoga langkah ini semakin menguatkan tekad mereka untuk menjadi pesepak bola profesional,” katanya.