Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe angkat bicara soal reaksi suporter Real Madrid yang menyoraki sejumlah pemain dalam kemenangan atas Levante, Sabtu lalu.
Penyerang asal Prancis itu membela Vinicius Junior dan Jude Bellingham yang menjadi sasaran cemoohan, seraya menegaskan bahwa kritik seharusnya diarahkan kepada seluruh tim, bukan hanya individu tertentu.
Menurut Mbappe, jika suporter ingin meluapkan kekecewaan maka hal itu semestinya dilakukan secara kolektif.
"Mereka seharusnya menyoraki seluruh skuad, bukan hanya beberapa pemain," ujar Mbappe.
Situasi Madrid memang sedang berada dalam tekanan. Los Blancos masih tertinggal satu poin dari Barcelona di klasemen liga, meski rival mereka dari Katalonia itu secara mengejutkan kalah dari Real Sociedad, Senin dini hari WIB kemarin.
Sebelumnya, Madrid takluk dari Barcelona di final Piala Super Spanyol, Senin (12-1-2026) dini hari WIB, sebuah hasil yang berujung pada pemecatan pelatih kepala Xabi Alonso. Manajemen kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti.
Memahami Reaksi Keras
Namun, pergantian tersebut belum langsung membawa stabilitas, setelah Madrid tersingkir dari Copa del Rey di laga berikutnya usai kalah dari Albacete, tim kasta kedua.
Dalam konferensi pers pada Senin waktu setempat, Mbappe mengaku memahami reaksi keras publik Santiago Bernabeu.
"Saya mengerti para penggemar," kata Mbappe.
"Sebelum menjadi pesepak bola, saya juga seorang penonton. Ketika tidak puas, saya pernah berbicara buruk tentang pemain dan menyoraki mereka, jadi saya paham," lanjutnya.
Namun, ia menekankan ada satu hal yang mengganggunya dari kejadian tersebut.
"Satu-satunya hal yang tidak saya sukai tempo hari adalah mereka seharusnya menyoraki seluruh tim, bukan hanya beberapa pemain. Kalau memang harus menyoraki, saya mengerti, tapi lakukan itu kepada seluruh skuad," ucapnya.
"Jangan fokus pada satu pemain saja. Kami semua berada dalam situasi yang sama," kata Mbappe.
Performa Jadi Sorotan
Performa Jude Bellingham dan Vinicius Junior memang sedang menjadi sorotan. Musim ini, Bellingham baru mencatatkan lima gol dan empat assist di semua kompetisi, jauh menurun dibanding musim lalu saat ia menorehkan masing-masing 15 gol dan assist.
Sementara itu, Vinicius Jr sedang mengalami periode penurunan performa.
Meski begitu, Mbappe menilai para suporter sejatinya tidak berbalik memusuhi tim.
"Saya tidak melihat fans Madrid melawan kami," katanya.
"Mereka marah, tapi saya yakin mereka akan kembali mendukung kami," ujarnya, menjelang laga Liga Champions melawan Monaco, Rabu (21-1-2026) dini hari WIB.
Berikan Lebih Banyak
Nada serupa juga disampaikan pelatih anyar Madrid, Alvaro Arbeloa, yang mengakui timnya harus menunjukkan lebih banyak hal di atas lapangan.
"Saya tahu seperti apa publik Bernabeu, dan saya sudah menyampaikannya kepada para pemain," kata Arbeloa.
"Jika ada satu hal tentang penonton Bernabeu, itu adalah mereka adil. Kami harus menampilkan sepak bola yang ingin mereka lihat," ucapnya.
Arbeloa secara khusus memberikan dukungan kepada Vinicius Jr dan Bellingham. Menurutnya, keduanya membutuhkan dukungan suporter untuk mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Vinicius akan berada di lapangan setiap kali dia tersedia," ujar Arbeloa.
"Sebagai pelatih Madrid, jika saya ingin punya peluang memenangkan gelar, saya membutuhkan Vinicius di lapangan," imbuhnya.
Dukungan Arbeloa
Arbeloa menambahkan, Vinicius adalah pemain dengan karakter emosional dan hati yang besar.
"Saya pikir dia membutuhkan Bernabeu karena dia sosok yang penuh perasaan, ingin merasakan dukungan fans di sisinya. Saya ingin melihat para pendukung berada di pihaknya, di pihak para pemain," tutur Arbeloa.
Arbeloa menilai tidak ada yang perlu diubah dari sikap para pemainnya.
"Tempo hari mereka bekerja keras, menunjukkan sikap yang hebat, dan sulit dihentikan. Itulah Vinicius dan Bellingham yang ingin kami lihat," katanya.
Di kompetisi Eropa, Real Madrid masih berada di jalur aman. Mereka menempati posisi kualifikasi otomatis Liga Champions jelang laga Phase League melawan Monaco.
Madrid berada di peringkat ketujuh klasemen sementara, mengoleksi poin yang sama dengan Atletico Madrid dan Liverpool yang berada di posisi kesembilan, tetapi unggul selisih gol atas kedua rival tersebut.
Sumber: The Athletic via NY Times