Bola.com, Jakarta - Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, kembali menegaskan pentingnya memandang rivalitas Persija Jakarta dan Persib Bandung secara lebih dewasa. Hal itu ia sampaikan saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Liputan6, belum lama ini.
Diky menyebut keinginan The Jakmania untuk mendukung Persija di mana pun berlaga tidak pernah surut. Namun, khusus untuk laga tandang ke markas Persib, ada banyak proses yang masih mesti dilalui.
“Tentu pasti kita mau nonton Persija di mana pun Persija tanding. Tapi kalau berbicara kapan The Jakmania akan berada di stadionnya Persib Bandung entah itu GBLA, ada banyak proses yang harus dijalani lagi,” ujar Diky.
Salah satu proses terpenting yang harus dilakukan ialah menghentikan normalisasi rivalitas yang berlebihan. Menurut Diky, persaingan memang 'bumbu' industri sepak bola, tetapi tidak boleh sampai mengorbankan nyawa dan masa depan sepak bola Indonesia.
"Rivalitas itu memang makanannya industri, tapi rivalitas juga jangan sampai mengorbankan nyawa ataupun masa depan sepak bola Indonesia karena harganya enggak sebanding,” tegasnya.
Stop Ujaran Kebencian!
Diky menambahkan pertandingan sepak bola seharusnya hanya menjadi hiburan yang menarik untuk ditonton. Gengsi dan harga diri memang tak terpisahkan, tetapi tidak boleh berujung pada intimidasi hingga ujaran kebencian.
“Pertandingan sepak bola ada di atas lapangan, di luar itu jangan ada intimidasi di luar stadion. Jangan ada pengerusakan ruang publik mengatasnamakan kebencian. Jangan ada ujaran kebencian di sosial media dan lain sebagainya," pesannya.
Ia pun menyinggung soal psywar dalam rivalitas. Menurutnya, psywar boleh saja, tetapi harus dilakukan secara lebih dewasa dengan menonjolkan prestasi dan kelebihan tim masing-masing.
"Mungkin istilah quote unquote psywar tipis-tipis ya bolehlah. Tapi psywar-lah yang lebih dewasa, lebih mengedepankan kelebihan dari tim masing-masing. Bagaimana tim ini prestasinya, bagaimana tim ini mencoba memenangkan pertandingan melawan rivalnya," papar Diky.
Sama Pentingnya
Menariknya, Diky menegaskan bahwa dari sudut pandangnya sebagai Ketua The Jakmania, duel antara Persija kontra Persib tidak lebih penting dibanding pertandingan melawan tim lain.
"Persija Persib itu sama pentingnya dengan Persija lawan Persijap Jepara. Persija lawan Malut United itu sama pentingnya. Kenapa? Karena sama-sama pertandingan yang harus dimenangkan untuk menjadi juara,” sebutnya.
"Jadi sebenarnya sama pentingnya, harusnya treatment juga sama. Kita menyemangati pemain Persija juga sama, mengkritik Persija juga sama, memberikan masukan juga sama. Porsinya harusnya sama."
"Artinya setiap pertandingan harus punya konsentrasi yang sama. Dan bagi Jakmania setiap pertandingan adalah pertandingan yang besar dan pertandingan yang big match," pungkas pria berusia 38 tahun itu.