Menelusuri Jejak Keturunan Pascal Struijk yang Digoda Bela Timnas Indonesia: Bisa Perkuat 3 Negara, tapi Hatinya untuk Belanda!

Ketahui jejak keturunan Pascal Struijk, yang bisa memperkuat tiga negara. Bagaimana posisi Timnas Indonesia di hatinya?

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 21 Januari 2026, 09:15 WIB
Bek Leeds United, Pascal Struijk. (Bola.com/Dok.X Leeds United).

Bola.com, Jakarta - Bek keturunan Indonesia-Belanda, Pascal Struijk, belakangan ini kembali mendapatkan perhatian dari publik Indonesia karena menyampaikan ketertarikannya memperkuat Timnas Indonesia suatu saat nanti.

Sampai saat ini, Pascal Struijk memang masih menantikan kesempatan untuk memperkuat Timnas Belanda. Itu merupakan mimpi besarnya sejak lama. Namun, dia juga angkat bicara soal kemungkinan memperkuat Timnas Indonesia.

Advertisement

"Saya senang melihat bagaimana para penggemar di sana dan betapa mereka sangat ingin saya ke sana," ujar Pascal Struijk sembari tertawa saat diwawancarai soal peluangnya memperkuat Timnas Indonesia, dikutip dari ESPN Belanda.

"Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara sepak bola yang sangat besar. Semua penggemar yang berkomentar di bawah unggahan Instagram saya, itu cukup lucu," lanjut pemain kelahiran Deurne, Belgia, itu.

Lantas, bagaimana sebetulnya jejak darah keturunan Indonesia yang dimiliki Pascal Struijk? Apakah dia berstatus 'eligible' untuk dinaturalisasi menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia?

Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 


Jejak Keturunan Indonesia

Bek Leeds United, Pascal Struijk menguasai bola saat menghadapi Aston Villa pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Villa Park, Birmingham (13/1/2023). Dipromosikan ke tim senior Leeds United pada tengah musim 2019/2020, pemain binaan Akademi Ado Den Haag ini telah mencetak 2 gol dan 1 assist bagi Leeds dari total 21 laga di Liga Inggris musim 2022/2023.(AFP/Geoff Caddick)

Sebagai informasi, darah keturunan Indonesia Pascal Struijk didapatkan dari keluarga ibunya. Kakek dan nenek sang ibu berasal dari Indonesia. Mereka kemudian hijrah ke Eropa pada masa kolonial Belanda di Indonesia.

Sementara itu, Pascal Struijk tercatat lahir di Deurne, Belgia. Dengan kata lain, bek berusia 26 tahun ini sebetulnya berstatus eligible untuk memperkuat tiga negara, baik itu Belanda, Belgia, maupun Indonesia.

Apalagi, sampai saat ini, Pascal sama sekali belum pernah bermain untuk tim nasional negara mana pun.

Dia baru tercatat memperkuat Timnas Belanda U-17, tepatnya pada medio 2016 dengan tiga penampilan.

Hal ini berarti, lantaran belum pernah bermain untuk Timnas senior mana pun dalam pertandingan resmi, peluang pemain jebolan akademi Ajax Amsterdam ini untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia masih terbuka.


Hatinya Masih untuk Belanda

Bek Leeds United, Pascal Struijk. (Bola.com/Dok.X Leeds United).

Kendati bisa memperkuat tiga negara tersebut, Pascal Struijk mengakui apabila hatinya masih tetap disimpan untuk Timnas Belanda. Sebab, memperkuat Oranje merupakan satu di antara impian terbesarnya sebagai pesepak bola.

Sayangnya, keinginan Struijk itu seperti bertepuk sebelah tangan. Sampai saat ini, dia sama sekali belum pernah mendapatkan panggilan. Bahkan, dia mengaku sudah sangat senang apabila kiprahnya di Inggris dipantau oleh federasi.

"Saya tidak ingin mengesampingkan Timnas Belgia. Maksud saya, pertahanan mereka memang semakin tua, tapi tim itu sendiri adalah tim kelas atas. Bermain untuk Red Devils bukanlah hal yang memalukan, sama sekali tidak," kata Struijk dikutip dari Dutch Soccer Site.

"Tapi, hati saya tertuju pada Oranje, tentu saja. Tapi, saya tidak yakin apakah Oranje memiliki hal yang sama dengan saya. Saya akan senang jika KNVB hanya memberi tahu saya bahwa mereka mengikuti perkembangan saya. Itu saja sudah luar biasa," lanjutnya.


Indonesia Bukan Opsi

Pascal Struijk diganjar kartu merah kala laga Leeds United kontra Liverpool. Ia melakukan pelanggaran serius dengan menjegal penyerang The Reds, Harvey Elliot hingga mengalami cedera parah. Laga tersebut berakhir dengan kekalahan telak Leeds United 0-3 dari Liverpool. (Foto: AP/Rui Vieira)

Kendati memiliki darah keturunan Indonesia dari kakek dan neneknya, Struijk tampaknya masih belum membuka peluang untuk memperkuat skuad Merah Putih demi mengikuti jejak para pemain kelahiran Belanda lainnya.

Dia malah berkelakar apabila tidak mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Belanda, Struijk akan memilih untuk memperkuat Timnas Inggris karena sudah lebih dari lima tahun berkarier di sana.

"Tapi, tidak, Indonesia bukan pilihan. Tahukah kamu, jika sampai tahun depan tidak ada yang tertarik, saya bahkan bisa dipilih untuk tim Inggris!" ujar pemain yang meraih dua gelar kasta kedua Liga Inggris bersama Leeds United itu.

"Saya akan berada di sini selama lima tahun dan dianggap sebagai pemain sepak bola Inggris, hahaha. Tentu saja itu sangat tidak mungkin, tapi siapa tahu. Skenario ideal saya: tim nasional Belanda tentu saja, dan di Piala Dunia mendatang, jika memungkinkan," ucapnya.

Berita Terkait