Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim hingga akhir musim, setelah beberapa saat sebelumnya memecat Ruben Amorim. Namun, belum ada jaminan Carrick akan didapuk sebagai manajer permanen nantinya.
Spekulasi tentang sosok-sosok pelatih yang dianggap layak menjadi manajer permanen musim depan bermunculan. Namun, ada juga yang mendukung Carrick untuk mendapatkan kepercayaan itu.
Pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher, ikut angkat bicara tentang sosok-sosok yang dianggap layak menangani Setan Merah secara permanen musim depan. Yang menarik, tak ada nama Carrick dalam daftar Carragher.
Carrick menikmati awal yang luar biasa dalam kepulangannya ke Old Trafford sebagai caretaker, setelah memimpin kemenangan impresif 2-0 atas Manchester City pada Derby Manchester. Sudah muncul pembicaraan bahwa mantan pelatih Middlesbrough itu bisa ditawari jabatan secara permanen.
Namun, Carragher menilai Carrick tidak seharusnya masuk kandidat pelatih jangka panjang Manchester United, meski sukses mengalahkan City. Ia percaya ada empat pelatih berpengalaman yang seharusnya dipertimbangkan Sir Jim Ratcliffe dan INEOS pada musim panas nanti.
Berikut nama-nama yang dianggap ideal oleh Carrick untuk jadi manajer MU musim depan.
1. Thomas Tuchel
Nama pertama dalam daftar pilihan Carragher adalah Thomas Tuchel, sosok yang akan memimpin Inggris di Piala Dunia 2026i setelah melalui kualifikasi tanpa kekalahan. The Three Lions menjadi salah satu favorit juara turnamen tersebut, dan itulah satu-satunya tugas Tuchel saat ditunjuk.
Carragher menjelaskan mengapa Tuchel menjadi pilihan ideal, terutama karena pengalamannya melatih di Premier League bersama Chelsea.
“Dia pernah berada di Premier League sebelumnya. Jelas dia manajer top. Hal yang saya sukai dari dia adalah saya masih melihat energi, dorongan, dan sisi tajam dalam dirinya," kata Carragher.
"Dia masuk ke skuad Inggris dan langsung mengusik beberapa pemain besar di sana. Saya tidak mengatakan hal itu harus terjadi di setiap pekerjaannya, tetapi ada sesuatu dari dirinya.”
Kontrak Tuchel akan berakhir setelah Piala Dunia, yang berarti MU bisa memiliki peluang emas merekrut pelatih peraih Liga Champions tersebut. Ia sebelumnya sempat berbicara dengan INEOS, dan Carragher menilai Tuchel memiliki daya juang yang dibutuhkan seorang manajer Manchester United.
“Dia terasa seperti sosok yang akan berperang habis-habisan untuk klub Anda, melawan klub-klub lain, dan dia punya sesuatu yang istimewa dalam dirinya," kata Carragher.
Salah satu masalah yang mungkin dihadapi MU jika menunjuk Tuchel adalah seberapa besar kendali yang akan diberikan kepadanya. Hal ini diyakini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kepergiannya dari Chelsea di bawah kepemilikan Todd Boehly, dan terdapat kemiripan struktur antara kedua klub tersebut.
2. Luis Enrique
Sosok lainnya yang dinilai Carragher berpotensi sukses di Old Trafford adalah Luis Enrique, pelatih yang membawa Paris Saint-Germain meraih gelar Liga Champions yang telah lama dinantikan pada musim lalu.
Pelatih asal Spanyol itu meraih kesuksesan besar di setiap klub yang ia tangani, termasuk Barcelona. Ia mengantar Lionel Messi dan rekan-rekannya meraih treble pada musim debutnya di Camp Nou.
Carragher memberikan pujian setinggi langit kepada Enrique.
“Anda akan menerimanya tanpa ragu sepanjang hari. Sekarang kami melihatnya sebagai manajer terbaik di Eropa. Dia memang tidak menjalani masa yang baik di Celta Vigo dan Roma, tetapi Barcelona tetap menunjuknya," ujar Carragher.
Saat ini, Enrique masih terikat kontrak dengan PSG hingga musim panas 2027. Baru-baru ini membantah klaim ingin meninggalkan Parc des Princes pada musim panas 2026.
Namun, ia belum pernah menguji kemampuannya di Premier League, dan persaingan sengit melawan pelatih-pelatih seperti Mikel Arteta bisa menjadi daya tarik tersendiri baginya.
3. Eddie Howe
Cara Eddie Howe mentransformasi Newcastle United sejak tiba di St James’ Park lebih dari empat tahun lalu membuatnya layak masuk kandidat. Ia membawa The Magpies yang sempat terpuruk dan berjuang menghindari degradasi, hingga akhirnya sukses mengantar mereka tampil di Liga Champions.
Carragher mengunggulkan Howe. Menurutnya, Howe mampu menghadapi sorotan besar dari kursi panas di Old Trafford.
“Saya penggemar berat Eddie Howe. Gaya bermain Newcastle saat berada di performa terbaiknya penuh energi dan agresif ke depan, tetapi hal utama yang saya sukai adalah kemampuannya menghadapi tekanan di Manchester United," ujar Carragher.
Selama menukangi Newcastle, Howe juga menunjukkan kepercayaan besar kepada pemain muda. Musim lalu, ia mempersembahkan Piala Liga pertama bagi Newcastle dalam 70 tahun. Carragher menilai pendekatan tersebut bisa sangat bermanfaat bagi United.
“Saat Anda berada di Newcastle dan tinggal di kota itu, tekanannya konstan dan dia menanganinya dengan sangat brilian. Di sisi lain, Manchester United punya masalah dengan pemain muda, banyak yang tidak mampu memenuhi potensi mereka. Menurut saya Eddie Howe adalah pelatih yang sangat hebat," urai dia.
Carragher bukan satu-satunya legenda Premier League yang menilai Howe sebagai solusi potensial bagi Manchester United. Mantan kapten klub, Roy Keane, juga menilai sikap tenang pelatih asal Inggris itu akan sangat ideal untuk Setan Merah.
4. Julian Nagelsmann
Salah satu nama paling menarik yang berpotensi menjadi manajer permanen Manchester United berikutnya adalah Julian Nagelsmann, yang saat ini menangani Timnas Jerman. Ia secara kontroversial dipecat oleh Bayern Munchen pada awal 2023, meski sebelumnya sukses menjuarai Bundesliga pada musim sebelumnya saat Bayern masih memimpin klasemen.
Nama Nagelsmann kerap masuk daftar kandidat untuk pekerjaan besar di Inggris. Namun hingga kini belum pernah mendapat kesempatan melatih di Premier League.
Carragher menilai rekam jejak pelatih muda asal Jerman itu membuatnya layak dipertimbangkan.
“Saya tidak tahu segalanya tentang dirinya, tetapi saya melihat seorang pelatih dengan reputasi besar, yang dalam beberapa hal masih punya banyak hal untuk dibuktikan," papar Carragher.
Jika United memutuskan mendekati Nagelsmann, langkah tersebut kemungkinan akan didukung penuh oleh direktur rekrutmen klub, Christopher Vivell. Keduanya pernah bekerja sama saat berada di RB Leipzig. Sepanjang periode tersebut mereka membantu membangun klub Jerman itu menjadi salah satu kekuatan utama di Bundesliga.
Sumber: Give Me Sport