Pemain Persikaba Kena Tendangan Kungfu, Eks Pelatih Arema Miris Ada Aksi Brutal di Liga 4 Jateng

Video yang diunggah Persikaba melalui media sosial mendapat perhatian dari khalayak Tanah Air.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 22 Januari 2026, 16:15 WIB
Tangkapan kamera momen kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, melancarkan tendangan kepada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta, dalam laga Grup A Liga 4 Regional Jawa Tengah di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026). (Bola.com/Gatot Sumitro)

Bola.com, Kediri - Pelatih Persikaba Blora, Gusnul Yakin, miris dengan gelaran Liga 4 Regional Jateng. Satu pemainnya, Rizal Dimas Agesta, mendapat tendangan kungfu di dada sebelah kanan dari kiper PSIR, Raihan Alfariq, pada laga terakhir penyisihan Grup A di Stadion Krida Rembang, Rabu (21/1/2026).

Video yang diunggah Persikaba melalui media sosial mendapat perhatian dari khalayak Tanah Air. Kronologinya, saat terjadi tendangan bebas, Rizal jadi pemain yang menyambut bola. Pada saat bersamaan Raihan coba mengadang. Namun, bola lebih dulu disundul pemain Persikaba lain.

Advertisement

Raihan gagal mengamankan bola. Setelah tidak bisa menangkap bola, Raihan memilih mengangkat kaki lebih dari setinggi pinggang. Rizal yang berada di depan Raihan tidak bisa menghindari tendangan kungfu tersebut.

Usai pertandingan Persikaba mengungkapkan kondisi Rizal yang mengalami luka di dada sisi kanan, harus mendapatkan oksigen, dan dirawat di rumah sakit.

"Tampaknya masih ada pemain yang tidak belajar dari kejadian di pertandingan Liga 4 lainnya. Apa pun alasannya, sengaja atau tak sengaja, aksi itu bisa membahayakan pemain," katanya.

 
 

Harus Dipantau PSSI

 

Ironisnya, lanjut eks arsitek Arema itu, wasit tak memberikan kartu merah kepada kiper PSIR setelah insiden tersebut. Gusnul Yakin merasa perlu pantauan jelas dari PSSI terhadap kompetisi-kompetisi regional.

"Liga 4 agenda Asprov Jateng, tapi seharusnya PSSI Pusat harus memantau kompetisi di Indonesia. Liga 4 kasta terendah sebagai sarana mencari bakat-bakat muda sepak bola kita," ujar Gusnul Yakin.

"Jika pemain muda mainnya sudah seperti itu, bagaimana jika mereka masuk senior? Wasitnya juga masih muda dan bisa naik memimpin pertandingan level atas. Tapi kalau seperti ini bagimana kualitas wasit kita," lanjutnya.


Kasus Terdahulu Ternyata Tidak Membuat Jera

 

Pertandingan antara PSIR kontra Persikaba Blora berakhir dengan skor imbang 0-0. Tuan rumah lolos ke babak 16 Besar bersama klub Persiharjo Sukoharjo.

Sementara Persikaba yang menempati peringkat ketiga masih berpeluang lolos ke fase berikutnya dengan status peringkat ketiga terbaik dengan nilai delapan dan surplus enam gol.

Sebelumnya viral di medsos beberapa insiden mengerikan pada pertandingan Liga 4. Aksi brutal itu berupa tendangan kungfu, meninju lawan, dan tekel saat hendak selebrasi.

Ironisnya, kejadian-kejadian mengenaskan tersebut terjadi hanya kurang dari satu bulan. Hukuman larangan beraktivitas dalam lingkungan sepak bola untuk Muhammad Hilmi Gimnastiar dari Putra Jaya Pasuruan dan Dwi Pilihanto dari KAFI FC tidak membuat pemain Liga 4 lain jera.

Berita Terkait