Sabar / Reza Berjuang Susah Payah ke Perempat Final Indonesia Masters 2026: Sempat Pusing dan Mimisan

Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, belum terbendung di Indonesia Masters 2026.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 22 Januari 2026, 13:52 WIB
Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, belum terbendung di babak 16 besar Indonesia Masters 2026, di Istora Senayan, Kamis (22/1/2026). (PBSI)

Bola.com, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, belum terbendung di Indonesia Masters 2026. Mereka menembus perempat final setelah menundukkan pasangan Malaysia, Nur Moh Azriyn Ayub/Tan Wee Klong 19-21, 21-16, 21-17, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). 

Pada gim pertama, Sabar/Reza harus berjibaku alot dengan ganda Malaysia tersebut. Mereka akhirnya harus mengakui keunggulan Nur/Tan. 

Advertisement

Namun, Sabar/Reza mampu bangkit pada dua gim berikutnya dan membalikkan keadaan. Mereka menutup pertandingan dengan kemenangan rubber games, sekaligus menjaga peluang Indonesia di sektor ganda putra.

Selepas pertandingan, Reza mengungkapkan bahwa menurunnya fokus pada poin-poin krusial menjadi faktor utama kegagalan mereka mengamankan gim pertama. Menurutnya, pasangan Malaysia mampu memanfaatkan kelengahan tersebut dengan efektif.

“Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan tadi. Di gim pertama kami sempat terlalu menunggu dan di poin-poin akhir fokus kami menurun, itu yang membuat kami kalah. Namun, di gim kedua dan ketiga kami bisa memperbaiki situasi, lebih berani mengambil inisiatif, dan akhirnya membalikkan keadaan,” ujar Reza, melalui rilis dari PBSI. 

 


Kondisi Fisik Tak Prima

Ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, belum terbendung di babak 16 besar Indonesia Masters 2026, di Istora Senayan, Kamis (22/1/2026). (PBSI)

Hal serupa juga disampaikan Sabar. Ia menilai permainan cepat yang diterapkan Azriyn/Tan sempat membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan, terutama pada gim pertama. Meski sempat unggul, Sabar/Reza gagal menjaga konsistensi hingga akhirnya kehilangan momentum.

“Kurang lebih sama. Kami sempat unggul di gim pertama, tapi kemudian bisa dibalik. Lawan mencoba mempercepat tempo permainan dan kami belum siap, fokus juga sempat turun. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba bermain lebih fokus dan lebih rapi. Alhamdulillah hasilnya bisa maksimal,” tutur Sabar.

Kemenangan ini terasa semakin berarti mengingat kondisi fisik Sabar yang belum sepenuhnya prima. Pada gim ketiga, ia sempat mengalami mimisan dan merasakan pusing, terutama saat interval, sehingga harus berjuang ekstra untuk menyelesaikan pertandingan.

 


Gara-gara Perubahan Cuaca Ekstrem

Menatap perempat final, pasangan peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand itu menegaskan bahwa pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama. Sabar mengakui bahwa padatnya jadwal turnamen, ditambah perubahan cuaca yang ekstrem, cukup memengaruhi kondisi tubuhnya.

“Evaluasinya tentu kami akan memulihkan kondisi terlebih dahulu. Kondisi saya pribadi memang sedang kurang fit, kepala terasa pening dan tadi juga sempat mimisan,” jelas Sabar.

Meski sempat menghadapi masalah kondisi, Sabar tetap berupaya memberikan penampilan terbaik di hadapan publik Istora. Dukungan penonton pun diakuinya menjadi suntikan motivasi yang sangat berarti hingga akhir laga.

“Kami tetap mencoba memberikan yang terbaik. Dukungan suporter Indonesia sangat terasa dan itu menambah semangat saya pribadi,” tambahnya.

Menurut Sabar, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama kondisi tersebut. Dalam beberapa pekan terakhir, pasangan berjuluk Sabar/Reza itu harus menjalani rangkaian turnamen dengan perbedaan iklim yang cukup drastis.

“Perubahan cuacanya luar biasa. Di India sangat dingin, di Malaysia tropis, dan di Jakarta hujan. Waktu pemulihan juga tidak terlalu banyak karena jadwal turnamen yang padat,” jelas Sabar.

 

Berita Terkait