Memaklumi Rakusnya Chelsea dalam Membeli Bek Tengah Meski Sudah Punya 8 Pemain

Chelsea kembali menjadi sorotan di bursa transfer. Meski sudah memiliki delapan bek tengah dalam skuad, The Blues dikabarkan masih aktif mencari tambahan amunisi di jantung pertahanan pada jendela transfer ini.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 22 Januari 2026, 19:30 WIB
Pemain Chelsea merayakan gol Josh Acheampong pada laga Premier League 2025/2026 melawan Nottingham - Dok. Chelsea/@ChelseaFC

Bola.com, Jakarta - Chelsea kembali menjadi sorotan di bursa transfer. Meski sudah memiliki delapan bek tengah dalam skuad, The Blues dikabarkan masih aktif mencari tambahan amunisi di jantung pertahanan pada jendela transfer ini.

Klub asal London Barat tersebut disebut menjadikan bek muda Rennes, Jeremy Jacquet, sebagai target utama. Pemain berusia 20 tahun itu dinilai cocok dengan kebutuhan tim, meski Rennes enggan melepasnya di tengah musim.

Advertisement

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan pengamat dan pendukung. Mengapa Chelsea masih membutuhkan bek tengah baru, padahal investasi besar sudah digelontorkan untuk posisi tersebut sejak era kepemilikan Todd Boehly dan Clearlake Capital?

Faktanya, sejak BlueCo mengambil alih Chelsea pada 2022, klub sudah menghabiskan dana mencapai 222,4 juta poundsterling khusus untuk merekrut bek tengah. Namun, inkonsistensi lini belakang masih menjadi masalah utama yang menghambat performa mereka musim ini.

 


Banyak Nama, Tapi Sedikit yang Ideal

Dalam pertandingan Premier League antara Crystal Palace dan Chelsea pada Sabtu malam (4/1/2024), Josh Acheampong dan Jean-Philippe Mateta terlibat.

Chelsea saat ini memiliki Levi Colwill, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Tosin Adarabioyo, Benoit Badiashile, Josh Acheampong, Jorrel Hato, dan Axel Disasi. Namun, tidak semuanya bisa diandalkan dalam waktu dekat.

Colwill tengah menepi akibat cedera jangka panjang. Hato lebih sering dimainkan sebagai bek kiri, sementara Disasi baru saja kembali ke skuad utama setelah sebelumnya terpinggirkan. Di sisi lain, Chelsea masih membuka peluang untuk melepas Disasi.

Masalah lain datang dari Tosin Adarabioyo yang mengalami cedera hamstring dan dipastikan absen selama beberapa pekan. Kondisi ini membuat opsi di lini belakang Chelsea semakin terbatas.

 


Kriteria Ideal: Kuat, Tinggi, dan Jago Bangun Serangan

Trevoh Chalobah #23 dari Chelsea berebut sundulan dengan Lucas Beraldo #4 dari Paris Saint-Germain dalam pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea FC dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, Senin (14-7-2025) dini hari WIB. (David Ramos/Getty Images via AFP)

Chelsea sebenarnya sudah berusaha mencari solusi sejak musim panas lalu. Mereka sempat mencoba mendatangkan Dean Huijsen sebelum sang pemain hijrah ke Real Madrid, namun gagal menemukan alternatif yang tepat.

Manajemen Chelsea kini menginginkan bek tengah yang piawai mengalirkan bola dan mampu membangun serangan dari posisi bek tengah sentral, peran yang biasanya diisi Colwill. Selain itu, faktor fisik juga menjadi pertimbangan, dengan Jacquet yang memiliki tinggi 191 sentimeter dinilai cocok.

Di internal klub, ada keyakinan bahwa pasar bek tengah akan semakin panas pada musim panas mendatang. Beberapa rival utama di Premier League juga kesulitan mencari pemain bertahan berkualitas dalam periode yang sama.

 


Kekhawatiran Menghambat Talenta Muda

Wesley Fofana (Chelsea) menyapu bola dari hadapan Mika Godts (Ajax) dalam laga Liga Champions di London, 23 Oktober 2025. (AP Photo/Alastair Grant)

Meski begitu, langkah merekrut bek baru tidak lepas dari kritik. Sebagian pihak menilai bahwa Badiashile, Disasi, dan Tosin belum menunjukkan level elite, sementara Hato masih dalam proses adaptasi.

Chelsea juga harus berhati-hati agar kedatangan pemain baru tidak menghambat perkembangan bek muda potensial seperti Josh Acheampong, Mamadou Sarr, dan Aaron Anselmino.

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, memberikan pujian khusus kepada Mamadou Sarr yang tampil impresif dan sukses menjuarai Piala Afrika bersama Senegal.

“Itu pertandingan yang gila. Dia bermain sangat, sangat baik. Saya tidak terkejut karena pernah bekerja dengannya,” ujar Rosenior.

“Dia punya potensi luar biasa dan masa depan yang hebat. Namun untuk rencana kami sekarang atau ke depan, ini bukan waktu yang tepat untuk membahasnya,” tambahnya.

 


Faktor Finansial dan Pelajaran dari Kasus Marc Guehi

Bek Chelsea, Benoit Badiashile (kiri) terjatuh saat perebutan bola dengan striker Brighton and Hove Albion, Joao Pedro pada laga tunda pekan ke-34 Liga Inggris 2023/2024 di American Express Community Stadium, Brighton, Rabu(15/5/2024). (AFP/Glyn Kirk)

Ketidakseimbangan antara lini serang dan pertahanan juga menjadi alasan Chelsea masih tertatih. Produktivitas gol cukup baik, namun rapuhnya pertahanan membuat performa mereka inkonsisten.

Manchester City menjadi contoh bagaimana bergerak cepat di pasar transfer dengan merekrut Marc Guehi. Namun, kesepakatan tersebut datang dengan paket finansial besar, termasuk gaji tinggi dan bonus signifikan.

Jika Chelsea menyamai tawaran City, Guehi akan menjadi pemain bergaji tertinggi di klub, melampaui kapten Reece James. Situasi ini dinilai berisiko mengganggu struktur gaji dan keharmonisan ruang ganti.

 


Ambisi Liga Champions Jadi Penentu

Chelsea kini juga dibatasi oleh aturan keuangan UEFA. Rasio gaji terhadap pendapatan mereka mencapai 72,2 persen, tertinggi di antara enam klub besar Inggris.

Pendapatan klub juga masih tertahan karena stadion Stamford Bridge yang dianggap sudah usang dan belum adanya sponsor utama di bagian depan jersey. Akibatnya, Chelsea sangat bergantung pada penjualan pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan.

Dalam kondisi tersebut, lolos ke Liga Champions menjadi target utama. Selain meningkatkan pendapatan, pencapaian itu juga menjadi kunci agar Chelsea bisa kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Sumber: BBC


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait