Badai Cedera Tak Henti Menghantam, Masalah Real Madrid di Skuad atau Staf Kebugaran?

Pada akhirnya, Real Madrid menghadapi problem rekam jejak cedera yang buruk dan skuad yang belum sepenuhnya seimbang.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 22 Januari 2026, 21:00 WIB
Eder Militao mengalami cedera pada laga Real Madrid vs Celta Vigo di pekan ke-15 La Liga 2025/2026 (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.com, Jakarta - Performa Real Madrid dalam beberapa musim terakhir kembali memunculkan satu pertanyaan besar. Apakah masalah utama Los Blancos terletak pada kedalaman skuad, atau justru pada manajemen kebugaran pemain?

Isu ini mencuat kuat sejak kepergian Xabi Alonso, yang kabarnya dipicu perbedaan pandangan dengan manajemen klub terkait siapa yang seharusnya memegang kendali departemen kebugaran.

Advertisement

Dalam sepak bola modern, peran pelatih fisik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan elemen krusial dalam mesin kesuksesan tim.

Pada periode kedua Carlo Ancelotti menukangi Real Madrid, kembalinya Antonio Pintus kerap dianggap sebagai kunci kebangkitan performa fisik tim. Di bawah arahan sang guru kebugaran, El Real dinilai mampu mencapai puncak performa pada momen-momen krusial.

Hasilnya terlihat di lapangan. Setelah hanya meraih trofi Copa del Rey pada musim 2022/2023, Madrid bangkit dengan menjuarai La Liga dan Liga Champions pada musim berikutnya.

Namun pada musim 2024/2025, mereka kembali gagal juara di La Liga, Copa del Rey, serta Liga Champions. Naik turunnya prestasi Los Blancos kembali menempatkan isu kebugaran sebagai sorotan utama.

Fenomena serupa juga terlihat di Barcelona. Xavi Hernandez sukses mempersembahkan gelar La Liga pada musim pertamanya. Namun, badai cedera menghantam musim 2023/2024, dan membuat Barca tersingkir dari persaingan hanya dalam hitungan pekan.

Satu di antara keluhan utama petinggi Barcelona saat itu adalah kondisi fisik skuad yang dinilai tak memadai. Los Cules kemudian menunjuk Julio Tous sebagai pelatih kebugaran, dan hasilnya langsung terasa dengan raihan double trofi, yakni La Liga dan Copa del Rey pada musim 2024/2025.

 


Data Cedera dan Retaknya Hubungan Internal

Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, mengalami cedera dalam pertandingan putaran pertama Liga Champions melawan Olympique de Marseille di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (17/9/2025) dini hari WIB. (Thomas COEX / AFP)

Menurut sejumlah studi internal, selama masa kerja Antonio Pintus di bawah Ancelotti, Real Madrid mencatat lebih dari 50 kasus cedera per musim dalam tiga dari empat musim. Seiring waktu, hubungan internal mulai merenggang.

Pada akhirnya, Pintus sempat disingkirkan pada musim panas, dengan Xabi Alonso membawa Ismael Camenforte sebagai pelatih kebugaran pilihannya. Namun, manajemen Madrid tidak puas dengan pendekatan tersebut dan bersikeras mengembalikan Pintus, langkah yang kabarnya menjadi titik mula konflik dengan Alonso.

Namun, kembalinya Antonio Pintus pada musim ini belum menghadirkan perbaikan signifikan. Trent Alexander-Arnold, Eder Militao, dan Dani Carvajal tercatat absen panjang akibat cedera.

Meski demikian, Militao dan Carvajal juga kerap bermasalah dengan cedera bahkan saat Pintus sebelumnya masih bertugas.

 


Jadwal Padat dan Skuad yang Menua

David Alaba mengalami cedera saat pertandingan La Liga antara Real Madrid melawan Villarreal pada Senin, 18 Desember 2023.

Perlu dicatat, Real Madrid selalu bersaing di level tertinggi di semua kompetisi, yang membuat intensitas fisik pemain jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan tim lain. Faktor ini tak bisa dilepaskan dari tingginya angka cedera.

Selain itu, Madrid juga mulai menghadapi masalah usia dan rotasi. Sejumlah pemain kunci seperti Federico Valverde, Antonio Rudiger, Vinicius Junior, dan Jude Bellingham nyaris tak pernah dirotasi, baik karena pilihan pelatih maupun minimnya kepercayaan pada pelapis.

Tak heran jika Alonso sempat mendorong manajemen untuk mendatangkan satu gelandang tengah dan satu bek tengah tambahan pada bursa transfer musim panas lalu.

 


Barcelona dan Cermin Masalah yang Sama

Situasi serupa juga dialami Barcelona. Pada musim terakhirnya, Xavi secara terbuka mengeluhkan keterbatasan skuad, yang menurutnya membuat tim sulit bersaing secara konsisten.

Dihantam cedera beruntun, minimnya opsi rotasi bisa jadi membuat pemain-pemain seperti Pedri, Gavi, dan Ronald Araujo berada dalam kondisi fisik yang lebih baik andai skuad lebih dalam.

Pada akhirnya, baik Real Madrid maupun Barcelona menghadapi problem yang sama, yakni rekam jejak cedera yang buruk dan skuad yang belum sepenuhnya seimbang.

Menunjuk satu di antara faktor, entah itu skuad atau staf kebugaran, tanpa memperbaiki keduanya jelas menjadi perjudian mahal dalam industri sepak bola bernilai miliaran euro.

Sumber: Football Espana


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait