BRI Super League: Kalah Gara-Gara 2 Penalti di Markas Persija, Pelatih Madura United Sayangkan Permainan Timnya

Madura United kalah 0-2 dari Persija pada pekan ke-18 BRI Super League. Dua gol tercipta lewat penalti lawan.

BolaCom | Aditya WanyDiterbitkan 24 Januari 2026, 08:40 WIB
Pertandingan Persija Jakarta vs Madura United pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Bola.com, Jakarta - Madura United kembali gagal menang di BRI Super League 2025/2026. Terbaru, mereka dipaksa takluk 0-2 oleh Persija Jakarta dalam pertandingan pekan ke-18 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23-1-2026) malam.

Dua kali hukuman penalti di masa injury time menjadi momok yang gagal diantisipasi oleh skuad Madura United. Sebaliknya, Persija cerdik memanfaatkan celah konsentrasi pemain tamu yang dianggap melakukan pelanggaran di area terlarang.

Advertisement

Dua gol yang dicetak oleh tim tuan rumah berasal dari eksekusi titik putih, masing-masing oleh Gustavo (44') dan Maxwell (90+15').

Madura United yang bermain lebih bertahan, kesulitan untuk mencetak gol, meski mendapat beberapa peluang.

Pelatih Madura United, Carlos Parreira, performa anak asuhnya menunjukkan grafik meningkat pada paruh kedua berkat rotasi pemain yang dilakukan. Hal itu terkonfirmasi dari sejumlah peluang emas yang lahir, meski tidak ada yang berujung gol sehingga mereka harus pulang tanpa raihan angka.

"Sayangnya, di babak pertama, kami gagal menemukan cara bermain yang bagus. Kami bertahan cukup baik, sayangnya kami mendapat penalti yang membuat saya harus melakukan perubahan di babak kedua," kata Parreira.


Formasi Tiga Bek Sejajar

Persija Jakarta melawan Madura United pada lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (23/1/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Pertandingan berlangsung sengit dan beberapa kali wasit asang Jepang, Yudai Yamamoto, menghentikan jalannya pertandingan. Bahkan di penghujung babak kedua, tambahan waktu hingga 11 menit diberikan oleh wasit karena beberapa kali terhenti akibat pelanggaran.

Laskar Sape Kerrab menurunkan tiga pemain anyar mereka dengan skema taktik berbeda sejak menit awal. Akan tetapi, debut Riquelme, Junior Brandao, dan Giovani Numberi bersama Madura United gagal membuahkan hasil positif.

Pada laga ini Madura United menerapkan formasi tiga bek sejajar. Pilihan formasi tersebut terbukti ampuh meredam alur serangan terbuka Persija sehingga tuan rumah hanya mampu memecah kebuntuan melalui eksekusi penalti.

Menurut Carlos, permainan timnya mulai membaik di babak kedua dengan pergantian sejumlah pemain yang dilakukan. Terbukti beberapa peluang mampu diciptakan, meski gagal berbuah gol yang membuat timnya harus pulang dengan tangan hampa pada laga ini.

"Kami melakukan perubahan di babak kedua dengan mengganti pemain dan permainan lebih baik. Beberapa peluang juga bisa diciptakan," ucap pelatih asal Brasil tersebut.


Pertandingan Sulit

Pemain Madura United bereaksi atas keputusan wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, dalam pertandingan melawan Persija Jakarta pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/1/2026). (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Pemain Madura United, Taufik Hidayat, menyatakan pertandingan berlangsung sulit karena beberapa kali insiden yang menurutnya sangat merugikan.

Dia meminta maaf kepada suporter karena gagal membawa pulang poin pada laga kali ini.

"Saya minta maaf kepada fans Madura, kami tidak bisa bawa pulang poin dari sini. Ini pertandingan yang tidak mudah, kami dapat dua kali penalti yang mungkin bisa dipertanyakan. Tadi saya juga dapat pelanggaran yang riskan, tapi wasit tidak melindungi pemain saat itu," kata Taufik seusai pertandingan.

Hasil ini membuat Madura United menelan tiga kekalahan beruntun dan kini hanya mengemas 17 poin dalam 18 laga. Berikutnya, mereka akan menjamu PSIM Yogyakarta dalam laga pekan ke-18, Sabtu (31-1-2026) malam. 


Cek Persaingan Terkini

Berita Terkait