Presiden FIFA Serukan Dukungan Global untuk Board of Peace Bentukan Donald Trump

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendesak dunia untuk mendukung Donald Trump dan Board of Peace bentukannya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 24 Januari 2026, 19:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bereaksi saat resepsi dengan para pemimpin bisnis di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026. Forum Ekonomi Dunia berlangsung di Davos dari 19 Januari hingga 23 Januari 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka menyatakan dukungan penuh FIFA terhadap inisiatif politik terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yakni pembentukan Board of Peace.

Pernyataan itu disampaikan Infantino saat berbicara di ajang World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss.

Advertisement

Dalam pidatonya, Infantino menegaskan komitmen FIFA untuk berdiri di belakang langkah Trump.

"FIFA memberikan dukungan penuh kepada Presiden Trump dan seluruh anggota Board of Peace. Kita harus mendukung perdamaian. Kita harus menyatukan orang-orang," ujar Infantino.

Trump secara resmi meluncurkan Board of Peace pada Kamis waktu setempat. Dewan tersebut diklaim bertujuan mendorong upaya perdamaian global, termasuk menentukan arah masa depan Gaza.

Infantino turut hadir dalam prosesi penandatanganan pembentukan dewan tersebut.


Anggota Board of Peace

Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembentukan Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Acara ini digelar di Swiss pada Kamis (22/1/2026). (Foto: Tangkapan Layar)

Pembentukan Board of Peace terjadi di tengah langkah-langkah kontroversial Trump dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden AS itu tercatat menarik negaranya dari sejumlah kesepakatan dan organisasi kerja sama internasional utama. Ia juga sempat melontarkan ancaman untuk mengambil alih Greenland, meski kemudian melunakkan pernyataannya dalam pidato di Davos.

Meski begitu, sikap kagum Infantino terhadap Trump tidak berubah. Sejumlah negara yang disebut-sebut akan terlibat dalam Board of Peace juga memiliki kedekatan dengan Presiden FIFA, termasuk Arab Saudi.

Selain itu, Rusia, Mesir, dan Israel juga dikabarkan masuk daftar calon anggota dewan tersebut, negara-negara yang kerap dikritik karena nilai-nilai non-demokratis yang dianut pemerintahannya.

Uni Emirat Arab turut menyatakan bergabung dengan Board of Peace. Negara Teluk itu diwakili oleh Khaldoon Al-Mubarak, Chairman Manchester City sekaligus kepala City Football Group.


Situasi Kontras

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara saat pengumuman jadwal pertandingan resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Washington, DC, pada 6 Desember 2025. (Roberto SCHMIDT/AFP)

Di Eropa, sejumlah pejabat sepak bola dikabarkan merasa khawatir dengan sikap Trump yang sempat mengemukakan keinginan untuk mencaplok Greenland.

Namun, hingga kini tidak ada satu pun pejabat yang secara terbuka mengkritik kedekatan berkelanjutan Infantino dengan Trump dan gerakan Make America Great Again (MAGA).

Dukungan terbuka Infantino terhadap Board of Peace menempatkan FIFA dalam posisi yang canggung. Dewan yang dipimpin Trump tersebut dipandang oleh sejumlah pihak sebagai bentuk serangan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan tatanan internasional pasca-Perang Dunia II.

Situasi ini menjadi kontras dengan langkah FIFA sebelumnya. Usai Piala Dunia 2022 Qatar, melalui dana warisan senilai 50 juta dolar AS, FIFA justru menandatangani kerja sama dengan dua badan PBB, yakni World Health Organization (WHO) dan UNHCR.

Ironisnya, pada hari yang sama dengan pernyataan Infantino di Davos, Trump secara resmi menuntaskan penarikan Amerika Serikat dari WHO.

Pemerintah AS juga dilaporkan masih memiliki tunggakan dana sebesar 130 juta dolar AS kepada organisasi kesehatan dunia tersebut.

 

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait