Bola.com, Jakarta - Sudah hampir setahun penuh para pendukung Arsenal tidak benar-benar melihat Kai Havertz tampil dalam performa terbaiknya. Sejak Februari 2025, gelandang serang asal Jerman itu lebih sering berkutat dengan ruang perawatan ketimbang lapangan hijau.
Cedera hamstring yang dialaminya praktis mengakhiri musim 2024/2025 lebih cepat. Dua kali tampil sebagai pemain pengganti hanya menjadi suntikan moral semata.
Namun, harapan untuk memulai musim baru dengan kondisi segar kembali pupus ketika Havertz mengalami cedera lutut serius hanya sepekan setelah kompetisi bergulir, memaksanya kembali menepi.
Rangkaian kemunduran demi kemunduran itu kini memicu kekhawatiran serius di internal Arsenal. Klub London Utara tersebut sedang memburu gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun sekaligus ingin mengukuhkan diri sebagai kekuatan dominan di sepak bola Inggris.
Dalam konteks itu, ketidakmampuan Havertz untuk menjaga kebugaran menjadi persoalan yang makin mengganggu.
Alarm bagi Arsenal
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, mungkin masih menunjukkan ketenangan di hadapan publik dan berkeras tidak mengkhawatirkan kemungkinan mendapatkan kembali versi terbaik Havertz. Namun, ketenangan itu diyakini tidak sepenuhnya mencerminkan suasana di balik layar.
Di tengah pujian yang pantas diterima Arsenal musim ini, masalah lama soal produktivitas gol dari permainan terbuka kembali mencuat. Ini bukan isu bar, masalah yang sama telah menghantui The Gunners selama beberapa tahun terakhir.
Havertz sejauh ini menjadi sosok yang paling mendekati solusi. Ia mencetak 29 gol dari 90 penampilan bersama Arsenal. Namun, Arteta jelas menginginkan lebih dari seorang penyerang tengah.
Hal itu tecermin ketika ia menyetujui transfer senilai 63,5 juta paun untuk mendatangkan Viktor Gyokeres dari Sporting CP pada bursa transfer musim panas lalu.
Rekam Cedera Kai Havertz
- Cedera hamstring (Februari 2025-Mei 2025): absen 95 hari
- Cedera lutut (Agustus 2025-Desember 2025): absen 134 hari
- Total pertandingan yang dilewatkan akibat cedera: 34 laga
Masalah Gol Masih Ada
Enam bulan berselang, persoalan itu ternyata belum juga teratasi. Absennya Havertz memaksa Gyokeres berada di bawah sorotan besar, sebuah tekanan yang tampaknya belum sepenuhnya siap ia hadapi setelah menjalani pramusim yang terputus-putus.
Situasi ini justru memunculkan tanda tanya baru mengenai arah rencana Arsenal di lini serang.
Seruan dari sebagian kecil suporter yang frustrasi agar Arsenal melepas Gyokeres kemungkinan besar tidak akan digubris. Namun, kenyataannya, The Gunners kini berada dalam posisi sulit terkait komposisi penyerang mereka.
Kapan Havertz akan kembali membantu tim pun, masih belum jelas.
"Saya yakin dalam dua pekan ke depan dia akan mendapatkan menit bermain. Saya tidak bisa memberi tahu kapan tepatnya," aku Arteta dalam konferensi pers terbarunya.
Menentukan Masa Depan
Arsenal sejatinya berharap Havertz sudah kembali bugar pada fase ini dan menjadi pesaing utama Gyokeres di lini depan. Dalam skenario itu, Gabriel Jesus diperkirakan hanya akan menjadi pelapis, apalagi performanya di depan gawang sebelumnya turut memicu kritik terhadap Arsenal.
Spekulasi mengenai kemungkinan hengkang pada Januari sempat menguat dan belum sepenuhnya mereda. Penyerang berusia 28 tahun itu baru saja keluar dari mimpi buruk cedera dan membutuhkan menit bermain untuk mengembalikan sentuhan terbaiknya.
Kesempatan itu mulai datang seiring absennya Havertz. Jesus tampil menonjol dengan mencetak dua gol saat dipercaya sebagai starter melawan Inter.
Kepercayaan dirinya perlahan kembali, dan proses memulihkan Havertz secara bertahap justru membuka lebih banyak peluang bagi penyerang asal Brasil tersebut.
Jesus kini memiliki peluang untuk kembali menancapkan dirinya sebagai andalan di lini depan Arsenal sekaligus memperjuangkan kontrak baru yang secara terbuka ia minta dalam beberapa hari terakhir.
"Saya ingin bertahan dan saya ingin memenangkan trofi bersama Arsenal karena saya datang ke sini dengan sebuah tujuan," tegas Jesus.
"Tapi, tentu saja realitas bisa berbeda. Kadang semuanya bisa berjalan ke arah lain. Namun, fokus saya adalah tetap sehat dan kemudian memenangkan trofi bersama Arsenal," imbuhnya.
Tanpa Kejelasan Arah
Keputusan terkait masa depan Jesus tampaknya harus ditunda hingga paruh akhir musim, saat Havertz diharapkan sudah kembali menemukan ritmenya.
Mempertahankan Havertz dan Jesus di samping Gyokeres terasa seperti potensi masalah baru. Namun, mendatangkan penyerang mahal lainnya untuk akhirnya menyelesaikan krisis gol justru bisa menjadi persoalan yang lebih besar.
Di tengah rumor ketertarikan terhadap penyerang Atlético Madrid, Julian Alvarez, satu hal menjadi jelas: perencanaan Arsenal untuk musim panas mendatang terganggu oleh kabar terbaru soal kondisi fisik Havertz.
Klub kini berada dalam fase menunggu, mengamati bagaimana respons masing-masing penyerang mereka.
Baru setelah gambaran itu jelas, Arsenal bisa menentukan langkah berikutnya. Apakah mereka perlu kembali menggelontorkan dana besar untuk penyerang anyar? Jika tidak, siapa yang harus dilepas? Dan apakah mereka sanggup berinvestasi di sektor lain sebelum benar-benar yakin dengan arah lini depan?
Bursa transfer musim panas mendatang terasa krusial bagi Arsenal. Mereka tampil selangkah di atas para pesaing domestik musim ini, tetapi jelas masih memiliki level yang bisa dicapai.
Tanpa perencanaan matang, Meriam London berisiko tertinggal dari rival-rivalnya di pasar transfer.
Sumber: SI