Ancaman Donald Trump terhadap Meksiko dan Kanada Menjerumuskan Piala Dunia 2026 ke dalam Kekacauan

Presiden AS, Donald Trump, telah mengeluarkan ancaman keras terhadap negara tuan rumah Piala Dunia, Meksiko dan Kanada, hanya beberapa bulan sebelum turnamen tersebut.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Januari 2026, 18:15 WIB
Presiden Donald Trump berbicara kepada media selama konferensi pers di klub Mar-a-Lago miliknya pada 3 Januari 2026, di Palm Beach, Florida. (Joe Raedle/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta sepak bola global justru dibayangi ketegangan politik.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu kegaduhan dengan melontarkan ancaman keras kepada dua negara tuan rumah bersama, Kanada dan Meksiko, hanya beberapa bulan sebelum turnamen bergulir.

Advertisement

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di Amerika Serikat, pertandingan akan digelar di 11 kota, yakni Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, kawasan Teluk San Francisco, dan Seattle.

Kanada akan menggelar laga di Vancouver dan Toronto, sementara Meksiko menjadi tuan rumah di Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.

Turnamen akan dibuka pada 11 Juni dengan laga Meksiko melawan Afrika Selatan, yang mengulang pertandingan pembuka Piala Dunia 2010.

Kanada dijadwalkan tampil sehari kemudian, 12 Juni, meski lawannya belum ditentukan karena belum semua peserta memastikan tiket ke putaran final. Amerika Serikat akan memainkan laga pertamanya pada 13 Juni melawan Paraguay.


Pernyataan Keras ke Meksiko dan Kanada

Presiden FIFA Gianni Infantino berfoto selfie dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, dan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dalam acara drawing Piala Dunia 2026, Sabtu (6/12/2025). (AP Photo/Evan Vucci)

Namun, status Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama tak menghalangi Trump untuk melontarkan ancaman. Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS itu mengeluarkan pernyataan keras terhadap kedua negara tersebut.

Setelah Amerika Serikat melakukan aksi militer terhadap Venezuela dan Nigeria dalam sebulan terakhir, Trump juga menyoroti Meksiko. Ia menuding bahwa negara tersebut dikendalikan oleh kartel narkoba.

"Ini sangat menyedihkan untuk ditonton dan melihat apa yang telah terjadi pada negara itu," ujar Trump saat berbicara kepada FOX pada 9 Januari.

Ancaman berikutnya datang kepada Kanada. Pada Sabtu (24-1-2026) waktu setempat, Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor sebesar 100 persen terhadap seluruh barang Kanada jika Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyepakati perjanjian dagang dengan China.

Trump menyampaikan ancaman tersebut melalui platform Truth Social.

"Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China maka negara itu akan langsung dikenai tarif 100 persen atas seluruh barang dan produk Kanada yang masuk ke A.S.A.," tulis Trump.


Hubungan Memburuk

Perdana Menteri Kanada Mark Carney saat pidato di Quebec, Quebec City, Kamis, (22/1/2026). (Dok. Jacques Boissinot / The Canadian Press via AP)

Pernyataan ini muncul setelah Carney mengumumkan bahwa Kanada dan China telah mencapai kesepakatan perdagangan kendaraan listrik, menyusul pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping.

Trump tidak memerinci lebih lanjut bagaimana kebijakan tarif tersebut akan diterapkan.

Sebelumnya, pada 2025, Trump telah mengumumkan pajak baru sebesar 35 persen terhadap barang-barang asal Kanada yang tidak termasuk perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara.

Hubungan Trump dan Carney tampak memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Pada Kamis (22-1-2026), Carney dilaporkan dicoret dari undangan untuk bergabung dalam Board of Peace baru bentukan Trump.

Dewan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Trump sebagai ketua, dirancang sebagai organisasi internasional baru untuk menangani konflik global.


Tanggapan Kanada

Mark Carney terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal Kanada, Minggu (9/3/2025). (Dok Adrian Wyld/The Canadian Press via AP)

Masih pada hari yang sama, Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial.

"Kanada hidup karena Amerika Serikat," kata Trump.

"Ingat itu, Mark, lain kali ketika kamu membuat pernyataan."

Carney menanggapi dengan nada berbeda. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat dan Kanada memiliki kemitraan yang luar biasa, tetapi menegaskan bahwa Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat.

Trump sebelumnya juga pernah menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika Serikat dan menuding negara tetangganya itu bergantung pada AS.

Selain itu, kekhawatiran muncul terkait kebijakan pembekuan visa dan pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Trump, yang berpotensi berdampak pada suporter dari sejumlah negara peserta Piala Dunia 2026, termasuk Brasil, Kolombia, dan Haiti.


Apa Itu Tarif Perdagangan?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berada di Roosevelt Room, Gedung Putih, Rabu (10/12/2025). (Dok. AP/Evan Vucci)

Lalu, apa yang dimaksud dengan tarif perdagangan?

Mengacu pada penjelasan Gov.uk, tarif perdagangan merupakan pajak yang dikenakan terhadap produk yang masuk ke suatu negara dari luar negeri. Tarif ini biasanya digunakan untuk melindungi perusahaan domestik dari persaingan asing dengan cara menaikkan harga barang impor.

Sebagai contoh, tarif sebesar 100 persen terhadap sebuah produk senilai 10 paun akan membuat harga produk tersebut menjadi 20 paun.

Kondisi ini dapat mendorong perusahaan pengimpor untuk mengurangi jumlah barang yang mereka masukkan ke negara yang memberlakukan tarif tersebut.

Ancaman-ancaman tersebut kini menimbulkan pertanyaan besar: sejauh mana tensi politik ini akan memengaruhi kelancaran Piala Dunia 2026, turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

 

Sumber: Sportbible

Berita Terkait