Kata-Kata Jean-Paul van Gastel setelah PSIM Dilibas Persebaya: Seharusnya Kami...

PSIM kalah telak 0-3 dari tamunya, Persebaya, di BRI Super League pekan ke-18. Apa kata sang pelatih, Jean-Paul van Gastel?

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 25 Januari 2026, 20:30 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel. (Bola.com/Abdul Aziz)

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta mengalami kekalahan telak pada pertandingan pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026. Laskar Mataram menyerah dengan skor 0-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Minggu (25-1-2026).

Tiga gol Persebaya masing-masing dicetak oleh Paulo Gali Freitas pada menit ke-35, Bruno Pereira de Alberquerque di menit ke-74, dan Rachmat Irianto (84').

Advertisement

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menilai Laskar Mataram sebetulnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama. Namun, kesalahan kecil yang dilakukan timnya mampu dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu.

"Saya rasa di babak pertama kami bermain cukup baik. Kami tahu Persebaya hanya menunggu kami melakukan kesalahan. Pada gol pertama, posisi kami tidak bagus. Seharusnya kami menjaga lini tengah," ujar Van Gastel seusai laga.


Tak Kesulitan

Cover prediksi PSIM Yogyakarta Vs Persebaya Surabaya - BRI Super League. (Bola.com/Gregah Nurikhsani)

Kendati tertinggal 0-1 saat jeda turun minum, Van Gastel menegaskan PSIM tidak berada dalam kondisi tertekan. Namun, situasi memaksa timnya mengambil risiko lebih besar di paruh kedua demi menipiskan ketertinggalan.

"Bagaimanapun, kami tertinggal 1-0 saat turun minum. Saat pertandingan berlanjut, kami harus mengambil risiko lebih besar. Kami mencoba mencari gol, tapi konsekuensinya permainan menjadi lebih terbuka, lebih berisiko dan memberi peluang bagi lawan," ulasnya.

Keputusan bermain lebih ofensif membuat Tim Naga Jawa kehilangan keseimbangan di lini belakang. Van Gastel bahkan harus mengakhiri laga dengan komposisi bek tengah yang tidak ideal.

"Hasilnya, saya harus mengakhiri laga dengan Rio dan Rakhmatsho sebagai bek tengah. Saya rasa itu gambaran babak kedua," kata pelatih berusia 53 tahun tersebut.


Tanpa Duo Asing Andalan

Saat ditanya soal absennya duo bek asing andalan Yusaku Yamadera dan Franco Ramos, yang dinilai membuat pertahanan rapuh, Van Gastel menepis anggapan tersebut.

"Saya rasa kami tidak kesulitan. Menurut saya, kami tim yang lebih baik di babak pertama, hanya saja kami tertinggal 0-1. Tapi, seperti yang saya katakan, kami harus mengambil risiko karena setelah 65 menit kami masih tertinggal satu gol," tegasnya.

Pelatih berkebangsaan Belanda itu menyebut kekalahan ini disebabkan oleh situasi pertandingan, bukan karena kualitas individu pemain.

"Ketika bek tengah kami harus keluar, kami memasukkan pemain lain, yang tidak saya salahkan karena mereka tidak pernah bermain di posisi itu. Jadi, saya tidak bilang kami kesulitan, saya bilang kami adalah korban dari situasi atau keadaan," tuturnya.


Soal Perubahan Taktik

Soal perubahan taktik di babak kedua, Van Gastel mengakui strategi dua striker tidak berjalan optimal. Ia memasang Deri Corfe dan Nermin Haljeta di lini depan, sementara Riyatno Abiyoso diplot di sayap kiri.

"Saya menaruh Deri sebagai striker kedua dan Abi di sayap kiri. Menurut saya, yang tidak berjalan baik adalah memanfaatkan Abi di sayap untuk mengirim umpan silang karena kami punya dua striker bertubuh besar," jelasnya.

"Setelah 18 menit, Abi hanya menyentuh bola sekali. Kami tidak melibatkan Abi atau bermain lewat sayap, kami justru mencari kombinasi lewat tengah. Seharusnya kami bermain ke samping dan mengirim umpan silang. Itu yang tidak berjalan baik," imbuhnya.


Jadi Pembelajaran

Sementara itu, bek PSIM, Andy Setyo, mengatakan kekalahan dari Bajul Ijo menjadi pelajaran berharga bagi skuad Laskar Mataram. Pemain berusia 28 tahun itu meminta tim segera bangkit.

"Tentu ini bukan hasil yang kami harapkan. Ini jadi pembelajaran buat kami supaya bisa lebih baik ke depannya,"  kata Andy.

Hasil minor ini membuat PSIM turun satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 30 poin. Sementara Persebaya naik ke peringkat keenam dengan perolehan 31 poin.

Berita Terkait