Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Michael Schumacher Kecelakaan Ski

Kisah kecelakaan ski yang mengubah hidup Michael Schumacher, pemegang gelar tujuh kali juara dunia F1.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Januari 2026, 08:45 WIB
Pemandangan yang diambil pada tanggal 31 Desember 2013 di resor ski Pegunungan Alpen Prancis di Meribel, yang menunjukkan bagian berbatu di antara dua lereng tempat legenda Formula 1, Michael Schumacher mengalami kecelakaan pada tanggal 29 Desember. (AFP/Jean Pierre Clatot)

Bola.com, Jakarta - Michael Schumacher dikenal luas sebagai satu di antara pembalap Formula 1 terbesar sepanjang masa. Prestasinya berbicara: tujuh kali juara dunia, dan menjadi satu di antara legenda generasi emas F1.

Setelah pensiun dari balap pada 2012 sebagai pembalap Mercedes, hidup Schumacher berubah drastis setahun kemudian.

Advertisement

Pada 29 Desember 2013, ia mengalami kecelakaan ski yang nyaris merenggut nyawanya dan membuatnya koma selama empat bulan.

Kendati publik mengenal kecelakaan itu, tidak banyak yang tahu detail sebenarnya, dari momen jatuh hingga perawatan intensif yang dijalani Schumacher.

Berikut kronologi lengkap kejadian yang mengguncang dunia balap ini.


Kecelakaan yang Mengubah Hidup Schumacher

Schumacher mengakhiri kariernya sebagai pembalap di akhir musim Formula 1 pada tahun 2012. Schumacher juga masih tercatat sebagai pebalap dengan statistik terbaik yang pernah ada. (AFP/Gerard Julien)

Peristiwa tragis itu terjadi di Prancis, saat keluarga Schumacher sedang berlibur. Schumacher sangat mengenal kawasan Meribel Resort, tempat ia selalu merayakan ulang tahun. Namun, pada hari naas itu, ia memasuki area off-piste, jalur ski yang belum dibersihkan dan berisiko tinggi.

Di area ini, Schumacher menabrak batu yang tersembunyi di salju dan kehilangan kendali.

Ia jatuh terkepal ke batu lain sekitar 10 meter jauhnya, dan benturan keras itu membuat helmnya pecah menjadi dua bagian.

Awalnya Schumacher sadar, tetapi tidak merespons pertanyaan dokter. Tim medis segera meminta evakuasi udara dan membawanya ke rumah sakit di Moutiers, kemudian dipindahkan ke unit trauma khusus di Grenoble.

Saat tiba, Schumacher sudah dalam kondisi koma.


Penanganan Darurat

Pembalap Ferrari, Michael Schumacher memberi isyarat untuk menghidupkan mesinnya ketika sesi latihan pertama Formula 1 GP Australia di Melbourne, 07 Maret 2003. (AFP/Torsten Blackwood)

Schumacher membutuhkan operasi otak segera untuk menghentikan pembengkakan dan memastikan otaknya mendapatkan pasokan oksigen yang stabil.

"Ia tidak merespons pertanyaan dan reaksi neurologisnya tidak normal," ujar ahli bedah saraf Stephan Chabardes.

Kepala anestesi rumah sakit, Jean-Francois Payen, menambahkan bahwa helm Schumacher menyelamatkan nyawanya.

Selama masa kritis, Schumacher dikelilingi oleh keluarga, teman-teman, dan mantan bosnya di Ferrari, Jean Todt.

Upaya untuk membangunkan Schumacher dari koma dilakukan akhir Januari 2014, tetapi informasi terbaru baru muncul pada April 2014.

Sabine Kehm, juru bicara Schumacher, menyatakan saat itu bahwa sang legenda F1 menunjukkan tanda-tanda sadar dan mulai bangun. Setelah dua bulan keluar dari koma, Schumacher diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Grenoble.


Cerita Todt

Pembalap Ferrari, Michael Schumacher (kiri) mendapatkan ucapan selamat dari Direktur Olahraga Prancis Jean Todt di podium setelah menjuarai Grand Formula 1 GP Prancis di Sirkuit Magny-Cours, 21 Juli 2002. (AFP/Patrick Hertzog)

Pada 2023, Schumacher menerima penghargaan dari negara bagian North Rhine-Westphalia, Jerman, yang diterima oleh Todt.

Dalam kesempatan itu, Todt mengungkapkan kebiasaan mereka menonton balapan bersama.

"Saya tidak meninggalkannya sendiri," ujar Todt kepada RTL.

"Saya tidak merindukan Michael, saya melihatnya. Ya, saya menonton balapan dengannya. Tapi, yang pasti, saya merindukan apa yang dulu kami lakukan bersama." 


Kehidupan Schumacher Pasca Koma

Setelah bergabung bersama Ferrari pada 1996, Schumacher menjadi juara F1 selama lima musim beruntun sehingga menempatkannya sebagai pebalap F1 dengan gelar juara dunia terbanyak. (AFP/Patrick Hertzog)

Kini, lebih dari 13 tahun sejak kecelakaan itu, publik jarang mendapatkan kabar terbaru soal kondisi Schumacher.

Namun, laporan eksklusif Daily Mail baru-baru ini menyebutkan bahwa Schumacher tidak lagi terbaring di tempat tidur dan mulai memahami beberapa hal di sekitarnya.

Ia kini bisa bergerak dengan kursi roda di sekeliling propertinya, menunjukkan harapan kecil bahwa legenda F1 ini masih memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Meski publik mungkin tidak akan melihat Schumacher kembali seperti dulu, kabar bahwa ia tidak lagi terbaring dan mulai memahami sekelilingnya menjadi berita positif yang sangat berharga bagi para penggemar dan dunia balap.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait