Man City Masih Hidup di Perebutan Gelar Liga Inggris, Sejarah Jadi Pengingat

Man City masih hidup dalam perebutan gelar Liga Inggris musim ini. Mereka pernah mengalaminya sebelumnya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Januari 2026, 17:00 WIB
Selebrasi pemain Manchester City saat mengalahkan Wolverhampton (AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester City kembali berada di posisi yang familier: masih bersaing memperebutkan gelar Premier League, meski jalannya tidak mudah.

Pep Guardiola pernah merasakan situasi serupa pada April 2022, usai pertandingan menegangkan melawan Liverpool di Etihad Stadium.

Advertisement

"Rasanya, dengan hasil ini, kami melewatkan kesempatan," kata Guardiola kala itu.

"Perasaan bahwa kami justru meninggalkan mereka tetap 'hidup'," imbuhnya.

Kala itu, kemenangan akan memberi kendali penuh atas gelar. Namun, hasil imbang 2-2 membuat Man City hanya unggul satu poin. Guardiola menyadari timnya harus menang di semua tujuh laga sisa untuk benar-benar menjauh.

Peluang yang terbuang, seperti tembakan Riyad Mahrez di menit terakhir, meninggalkan rasa penyesalan: mereka melewatkan kesempatan untuk "mematikan" Liverpool.


Sensasi Terulang?

Pemain Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol bersama rekan setimnya dalam pertandingan Liga Inggris melawan Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Sabtu, 16 Agustus 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Musim ini, persaingan belum sedramatis atau seketat dua tahun lalu, tetapi situasinya mengingatkan kembali pada sensasi itu.

Man City sempat tertinggal lima poin dari Arsenal sebelum Tahun Baru. Setelah serangkaian hasil imbang dan kekalahan di Derbi Manchester, jarak kini menyusut menjadi empat poin.

Kemenangan 2-0 atas Wolverhampton pada Sabtu lalu menjadi momentum positif bagi Man City, yang sebelumnya hanya mengumpulkan enam poin dari 15 yang mungkin.

Meski begitu, performa Arsenal juga tidak sepenuhnya stabil. Dalam periode yang sama, mereka hanya mengoleksi lima poin dari 12, termasuk hasil imbang melawan Liverpool dan Nottingham Forest, serta kekalahan dramatis dari Manchester United.


Celah Masih Terbuka

Para pemain Manchester City merayakan gol yang dicetak oleh Tijjani Reijnders ke gawang Nottingham Forest pada laga pekan ke-18 Premier League di Stadion The City Ground, Sabtu (27/12/2025). (Barrington Coombs/PA via AP)

Situasi ini menunjukkan bahwa, meski Arsenal terlihat lebih konsisten, celah masih terbuka bagi Man City. Guardiola dan timnya menyadari peluang ini dengan hati-hati.

Mengingat sejarah, kekhawatiran tentang dikejar rival tidak selalu berakhir buruk. Pada 2022, Liverpool memang "hidup", tetapi mereka gagal memanfaatkan kesempatan, sementara Man City tetap mampu menutup musim sebagai juara.

Namun, tantangan yang menanti tidak ringan. Dua laga liga berikutnya membawa Man City ke Tottenham Hotspur, tim yang kerap menyulitkan mereka, dan kemudian ke Anfield, di mana City hanya pernah menang sekali sejak 2003, kemenangan itu pun terjadi tanpa penonton selama pandemi.


Masih Hidup

Pemain Manchester City, Tijjani Reijnders melakukan selebrasi bersama Oscar Bobb setelah mencetak gol ke gawang Bournemouth dalam laga Liga Inggris 2025/2026 di Molineux stadium, Wolverhampton, Inggris, Sabtu (16/08/2025) waktu setempat. (AFP/Darren Staples)

Arsenal, sementara itu, menghadapi Leeds United dan Sunderland, laga yang secara teoritis lebih mudah, tetapi tetap bisa menjadi jebakan jika mereka kembali goyah seperti beberapa musim terakhir.

Sejarah menunjukkan The Citizens mampu bangkit dari posisi kurang menguntungkan. Dua musim terakhir, mereka berhasil menyalip Arsenal, sementara Liverpool juga sempat menyalip Man City.

Guardiola mengingat momen 2022: "Tiga atau empat hari lalu, kami sudah selesai, juara adalah Liverpool. Sekarang, kami menjadi favorit. Mungkin dalam tiga hari kami memimpin, atau bisa enam poin di belakang."

Kendati tim sekarang berbeda, Man City tetap memiliki peluang. Arsenal seharusnya sudah menjauh, tetapi hasil-hasil terakhir membuktikan bahwa Man City masih hidup di perburuan gelar, dan siap memanfaatkan setiap peluang yang muncul.

 

Sumber: The Athletic

Berita Terkait