Apakah Absennya Erling Haaland dari Starting XI Membantu Man City?

Apakah 'mencoret' Erling Haaland dari starting XI membantu Man City?

Bola.com, Jakarta - Keputusan Pep Guardiola tidak memasukkan Erling Haaland ke susunan starter Manchester City selalu menarik perhatian. Pasalnya, penyerang asal Norwegia itu hampir tak pernah benar-benar "dicadangkan" dalam arti sesungguhnya.

Haaland memang sesekali memulai laga dari bangku cadangan, terutama ketika Man City menghadapi lawan yang relatif lebih ringan di ajang piala.

Namun, bahkan saat menghadapi Exeter City di Piala FA dua pekan lalu, ia tetap dimainkan selama 45 menit. Tujuannya jelas: menjaga ketajamannya sekaligus membantu Man City kembali ke jalur kemenangan setelah tiga hasil imbang beruntun di liga.

Beberapa hari berselang, Guardiola mengakui bahwa Haaland mengalami kelelahan. Ia bahkan berharap Omar Marmoush bisa segera kembali.

Pada laga leg pertama semifinal Carabao Cup melawan Newcastle United, yang dimenangi Man City 2-0, Haaland baru tampak benar-benar hidup setelah gol timnya dianulir secara kontroversial, seolah rasa ketidakadilan memantik reaksinya di lapangan.

Namun, setelah dua penampilan yang dinilai lesu melawan Manchester United dan Bodo/Glimt dalam sepekan terakhir, Haaland benar-benar "ditinggal". Guardiola menjelaskan kepada Sky Sports sebelum pertandingan bahwa sang striker perlu membersihkan pikiran dan tubuhnya.

Padahal, Haaland sempat melesat di puncak daftar pencetak gol pada awal musim dan hingga kini masih unggul empat gol dari pesaing terdekatnya. Meski begitu, ia hanya mencetak satu gol, melalui penalti, dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Baca ulasan The Athletic selengkapnya, di bawah ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Butuh Versi Terbaik Haaland dan Foden

Menjelang laga melawan Wolverhampton Wanderers pada Sabtu malam, banyak pendukung memperkirakan Haaland dan Phil Foden akan dicadangkan. Performa Foden memang menurun drastis sejak awal 2026.

Prediksi itu terbukti benar. Guardiola memberi kepercayaan kepada Marmoush dan rekrutan anyar, Antoine Semenyo, yang kemudian memikul tanggung jawab mencetak gol dalam kemenangan 2-0 Man City.

Guardiola terus berupaya meredam kritik terhadap Haaland. Sepekan sebelumnya, ia bahkan menegaskan betapa beruntungnya Man City memiliki sang penyerang. Sikap itu kembali ia tunjukkan seusai kemenangan atas Wolves.

"Dalam 50 atau 60 tahun, saya belum pernah menemukan bintang besar dengan kualitas kemanusiaan seperti yang dimiliki Erling," ujar Guardiola kepada BBC Radio 5 Live.

"Tentu saja dia ingin bermain dan itu wajar, tetapi semoga dia bisa mendapatkan kembali energi yang kami butuhkan. Kami membutuhkan Erling. Tanpa Erling, mustahil kami bisa mencapai apa yang telah kami capai. Kami berada di posisi ini berkat dia, tetapi dia telah bermain sangat banyak menit dan semoga dia bisa kembali dengan kondisi yang kami perlukan," tuturnya.

Dalam konferensi pers, Guardiola menambahkan bahwa Man City sangat membutuhkan versi terbaik dari Erling, demikian pula Phil Foden, yang performanya merosot dalam beberapa pekan terakhir.

3 dari 5 halaman

Bukan Hal Baru

Penurunan performa Haaland di tengah musim sebenarnya bukan hal baru sejak ia bergabung dengan Man City. Biasanya, grafiknya kembali menanjak menjelang akhir musim.

Kendati paceklik gol kali ini tergolong jarang, bahkan belum pernah ia alami sejak masih remaja di Molde, banyak yang meyakini Haaland akan segera kembali ke tim dan memimpin The Citizens hingga akhir musim, bahkan dalam jangka panjang hingga kontraknya berakhir pada 2034.

Guardiola menilai Marmoush sebagai penyerang, bukan winger murni, dengan keunggulan dalam situasi transisi. Namun, untuk benar-benar mengancam posisi Haaland dalam jangka panjang, tetap menjadi tugas berat.

Jika suatu saat Haaland kembali absen, Man City tampaknya sudah memiliki solusi.

Pelatih Wolves, Rob Edwards, mengakui kebingungan timnya ketika melihat susunan pemain Man City tanpa Haaland.

"Bahkan saat tim mereka keluar, Anda tidak benar-benar tahu siapa bermain di posisi mana dan bagaimana Pep akan menempatkan mereka," kata Edwards.

"Mereka cerdas, seperti yang Anda harapkan," imbuhnya.

Guardiola kembali menggunakan sistem yang pernah ia terapkan di akhir musim lalu, ketika Man City harus menutup absennya Haaland akibat cedera. Secara teori, formasi itu bisa disebut 4-2-2-2, meski dalam praktiknya posisi pemain terus berubah mengikuti pergerakan bola.

4 dari 5 halaman

Formasi 4-2-2-2

Abdukodir Khusanov dan debutan impresif Marc Guehi mengisi jantung pertahanan. Di depan mereka, Rodri dan Bernardo Silva mengatur permainan. Matheus Nunes dan Nico O'Reilly didorong naik sebagai bek sayap untuk memberi lebar serangan.

Di sektor tengah, Rayan Cherki dan Tijjani Reijnders beroperasi sebagai gelandang serang, membentuk kotak di depan Rodri dan Bernardo.

Sementara itu, Semenyo dan Marmoush bergerak di ruang-ruang antara lini, sebelum akhirnya tertekan masuk ke kotak penalti saat aliran bola makin rapat, dan keduanya pun mencetak gol.

"Mereka punya pemain-pemain hebat, dan posisi yang mereka ambil membuat kami sulit membuka ruang dan menekan," ujar Edwards.

"Bek sayap mereka memberi lebar, sementara Cherki bebas bergerak, itu sangat sulit kami atasi," tambahnya.

Man City memang membutuhkan kemenangan setelah dua hasil sebelumnya. Performa penuh komitmen menjadi nilai tambah, terutama di babak pertama. Intensitas para pemain terlihat jelas dalam duel dan perebutan bola kedua.

Bahkan setelah unggul 2-0, mereka masih berlari penuh untuk mencegah Wolves membalas dengan cepat.

Namun, menjelang akhir laga, Man City tetap berada di bawah ancaman. Wolves melancarkan sejumlah serangan, meski tak benar-benar membahayakan. Guardiola memasukkan Haaland, Foden, dan Jeremy Doku untuk mengubah dinamika, tetapi dampaknya terbatas.

Sebuah blok bersama dari Guehi dan O'Reilly di masa tambahan waktu disambut selebrasi layaknya gol oleh Gianluigi Donnarumma, tanda bahwa semangat tim tetap terjaga, meski masih ada banyak hal yang perlu dibenahi.

5 dari 5 halaman

Badai Cedera

Satu di antara hal positif dari laga ini adalah Man City kini memiliki rencana cadangan berupa sistem 4-2-2-2 ketika Haaland absen. Namun, mengingat kualitas dan perannya, kecil kemungkinan ia akan terlalu sering melewatkan pertandingan.

Yang menjadi masalah Man City sejak awal 2026 adalah badai cedera, khususnya yang menimpa Ruben Dias dan Josko Gvardiol, serta penurunan performa lini depan; Haaland, Foden, dan juga Reijnders yang gol-golnya mengering.

Kondisi itu menggerus ketajaman Man City dan membuat pertahanan mereka rapuh, sementara Rodri masih berjuang menemukan ritme terbaik setelah absen panjang.

Kabar baiknya, Semenyo dan Guehi menunjukkan dampak instan usai transfer musim dingin. Kembalinya pemain cedera akan menambah opsi, dan sisanya bergantung pada pemain seperti Haaland untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya.

Kini, semua mata tertuju pada satu hal: apakah jeda singkat ini benar-benar memberi manfaat bagi Erling Haaland.

 

Sumber: The Athletic

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer