4 Fakta Menarik Pekan 18 BRI Super League: 2 Gol Prank Debutan Hingga Aksi Ikonik Diego Maradona di Piala Dunia 1986

Berikut fakta unik dan menarik dari drama lanjutan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 27 Januari 2026, 13:15 WIB
BRI Super League, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Bola.com, Kediri - Para kontestan langsung tancap pada laga pembuka putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Empat tim jadi korban ganasnya persaingan papan atas.

Persib, Borneo FC, Persija, dan Malut United menelan mentah-mentah semua lawannya. Meski dengan susah payah, akhirnya Persib memupus perlawanan PSBS dengan skor 1-0.

Advertisement

Begitu pula Borneo FC yang sukses menekuk Persis 0-1 di Stadion Manahan Surakarta. Persija beruntung mampu menundukkan Madura United dengan dua gol dari titik penalti.

Kemenangan terbesar ditorehkan Malut United ketika menghancurkan Persik 4-0 di Stadion Gelora Kie Raha Ternate.

Rivalitas sengit juga terjadi di jajaran tengah, ketika Persebaya mempermalukan PSIM 0-3 di Stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.

Total 23 gol masuk ke gawang pada laga pekan ke-18 lalu. Berikut fakta unik dan menarik dari drama lanjutan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

 
 

Jumlah Gol Terbanyak

Momen Malut United menghajar Persik Kediri di ajang BRI Super League 2025/2026. (Gatot Sumitro/Bola.com)

Malut United mencatatkan dirinya sebagai tim dengan kemenangan terbesar pada matchday lalu. Transformasi Persik dengan mendatangkan pemain asing mumpuni tak mampu menghadang keganasan Laskar Kie Raha.

Duet maut Malut United, Ciro Alves dan David da Silva, menambah pundi-pundi golnya hingga sementara mencapai delapan butir. Satu gol yang masing-masing dicetak dua bomber asal Brasil ini meramaikan daftar pencetak gol terbanyak musim ini.

Semen Padang yang seakan perkasa kala memimpin tiga gol duluan harus gigit jari setelah berakhir imbang lawan Bali United 3-3. Ini menjadi jumlah gol terbesar pada pekan ini.


Aksi Individu Rianto Diego Maradona

Bek Persebaya, Rachmat Irianto. (Bola.com/Aditya Wany)

Dari antara 23 gol yang tercipta pada pekan ke-18, aksi solo run Rachmat Irianto layak dinobatkan sebagai gol paling indah.

Gol yang diceploskan putra almarhum legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro pada menit ke-85 ini mengingatkan kita aksi serupa yang dilakukan superstar Timnas Argentina, Diego Armando Maradona, pada perempat final kontra Timnas Inggris di Piala Dunia 1986.

Aksi solo run paling ikonik Diego Maradona dengan menggiring bola dari tengah lapangan, melewati beberapa pemain Inggris hingga mengecoh kiper Peter Shilton.

Nyaris mirip apa yang dipamerkan Rian, panggilan akrab Rachmat Irianto, yang memutus aliran bola dari kaki Ze Valente dan langsung melesat sendirian dari garis tengah hingga ke kotak terlarang. Tiga pemain PSIM tak mampu menghadang yang seolah mengejar angin badai.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, langsung menyanjung anak buahnya itu. Secara spesifik, Tavares menyamakan kualitas gol Rachmat Irianto dengan legenda dunia, Diego Maradona, berkat proses golnya yang fenomenal.

"Kalau saya melihat gol tadi hari ini. Saya belum pernah melihat Rian sebelumnya. Saya akan bilang namanya adalah Rian Diego Armando Maradona," katanya.


2 Gol Prank Debutan Asing

Rekrutan anyar Persis Solo pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026, Dusan Mijic. (dok. Persis Solo)

Seluruh elemen tim Persis, terutama Dusan Mijic, pantas kecewa berat. Bek anyar asal Serbia itu sempat mengoyak jala gawang Borneo FC yang dijaga Nadeo Argawinata.

Dusan Mijic yang menerima umpan langsung dari tendangan bebas yang dilancarkan Miroslav Maricic dianulir. Setelah melalui cek VAR, gol dibatalkan karena Dusan Mijic terjebak offside.

Kekecewaan Dusan Mijic mengukir gol debut juga dirasakan striker gres Persija, Alaeddine Ajaraie. Pemain asal Maroko itu sempat merayakan gol pantulan ke gawang Madura United usai eksekusi penalti Maxwell digagalkan kiper Dicky Indriyana.

Namun, setelah melihat tayangan dari VAR, wasit menganulir gol itu. Ajaraie telah masuk ke kotak penalti sebelum Maxwell melepaskan tembakan.


Kartu Merah Penghancur Asa

Al Hamra Hehanussa dan Muhammad Rezaldi Hehanussa, pemain Persib Bandung yang kini membela Persik Kediri. (Dok. ileague.id)

Persik dan PSBS menghadapi dua tim papan atas, Malut United serta Persib, dengan asa meraup poin. Namun, ambisi itu kandas setelah salah satu pemain mereka diusir wasit.

Nasib Persik memang nahas. Rezaldi Hehanusa menjalani debut pahit bersama Macan Putih. Kartu merah yang diterima kakak Hamra Hehanusa itu merusak skenario yang telah disiapkan pelatih Marcos Reina.

Setelah kartu merah itu empat gol Malut United bertubi-tubi masuk ke gawang Leo Navacchio.

Kartu merah kapten tim PSBS, Heri Susanto, juga jadi titik lemah saat dijinakkan Persib 0-1. Padahal pelatih Kahudi Wahyu telah membuat taktik pertahanan sangat solid yang membuat Maung Bandung frustrasi.

Kartu merah pada menit ke-56 itu jadi petaka. Pasalnya Heri Susanto jadi bemper kuat di sisi kanan pertahanan Badai Pasifik.

 

Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait