Jean-Paul van Gastel: Putaran Kedua BRI Super League Terasa Seperti Liga yang Berbeda

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menanggapi dinamika bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 28 Januari 2026, 11:15 WIB
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Bola.com, Yogyakarta - Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menanggapi dinamika bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026. Meski mayoritas kontestan lain melakukan perombakan skuad, ia memilih tetap tenang.

Klub berjuluk Laskar Mataram itu kini mengemas 30 poin dan menempati peringkat ketujuh klasemen sementara. Meskipun demikian, situasi itu belum membuat PSIM berada dalam posisi aman.

Advertisement

"Saya pikir kami tidak butuh empat kemenangan beruntun hanya untuk tidak terdegradasi," ujar pelatih asal Belanda tersebut pada Selasa (27/1/2026).

"Kami butuh lebih banyak poin untuk mencapai target (bertahan) itu. Ya, kami belum aman," sambung Jean-Paul van Gastel.

 


Atmosfer Berbeda

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel pada laga kontra Persita Tangerang pada pertandingan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026. (Muhammad Iqbal Ichsan/Bola.com)

Pelatih berusia 53 tahun itu menilai atmosfer kompetisi teratas Liga Indonesia itu seolah berubah signifikan di paruh musim. Banyak tim mulai panik untuk mendatangkan amunisi baru sehingga persaingan terasa begitu ketat.

"Saya perhatikan sekarang di Indonesia itu seolah ada dua kompetisi terpisah. Putaran pertama dilihat dulu bagaimana jalannya, lalu di putaran kedua semua orang mulai panik atau memperkuat tim," katanya.

"Dan tiba-tiba liganya terasa berbeda lagi. Tapi bagi kami, kami harus mempertahankan apa yang sedang kami lakukan dan semoga pemain yang cedera cepat kembali," lanjut Van Gastel.

 


Tak Datangkan Pemain Baru

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyebut timnya seharusnya bisa meraih kemenangan saat bersua PSBS Biak pada laga tunda BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (29/12/2025) sore WIB. Dalam duel itu, PSIM harus puas bermain imbang 2-2. (Bola.com/Ana Dewi)

Van Gastel juga kembali menegaskan bahwa PSIM tidak melakukan perekrutan pemain baru pada bursa transfer kali ini. Keterbatasan anggaran membikin Laskar Mataram memilih mempertahankan skuad yang ada.

"Tidak ada, tidak ada pemain baru. Ya, begitulah keadaannya. Tapi bagi saya tidak ada tekanan. Kami menjalani pertandingan dan sekarang punya 30 poin di posisi ketujuh saat ini. Itu bagus," ucapnya.

Arsitek berlisensi UEFA Pro itu menyadari kekuatan tim lain bisa berubah seiring datangnya pemain anyar. Namun, Van Gastel menegaskan Laskar Mataram tetap fokus pada apa yang sudah dibangun sejak awal musim.

"Jika bisa mempertahankan, saya tidak tahu. Dan bagaimana tim lain jika mereka membawa pemain baru kami harus menghadapi mereka dan melihat seberapa kuat mereka. Tapi bagi kami, kami tetap melakukan hal yang sama," tegasnya.

 


Menjaga Konsistensi

Dengan 16 laga tersisa, Laskar Mataram bertekad menjaga konsistensi agar tetap berada di jalur target yang ditetapkan. Sebagai tim promosi, PSIM tidak ingin numpang lewat dan berambisi finis di posisi terbaik.

Terdekat, PSIM dijadwalkan bersua Borneo FC dalam pekan ke-19 BRI Super League. Duel kedua tim berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (1/2/2026).

Tim Naga Jawa membidik kemenangan pada laga ini. Pekan lalu, PSIM gagal mendulang poin setelah dilibas Persebaya Surabaya tiga gol tanpa balas di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026).

 


Simak Persaingan Musim Ini:

Berita Terkait