Dari Ten Hag hingga Carrick, Begini Perbandingan Hubungan Awal Sir Jim Ratcliffe dengan Tiga Pelatih MU

Kehadiran Sir Jim Ratcliffe di Emirates Stadium, Minggu malam waktu setempat, menjadi saksi langsung kebangkitan Manchester United.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 20:45 WIB
Harga saham Manchester United saat ini dilaporkan juga sedang mengalami kenaikan tajam di New York Stock Exchange. Saham ditutup pada $13,69 (£11,36), atau naik 7,1 persen. Semua kesepakatan untuk menjual saham minoritas diperkirakan tidak akan selesai sampai bulan September mendatang. (AFP/Valery Hache)

Bola.com, Jakarta - Kehadiran Sir Jim Ratcliffe di Emirates Stadium, Minggu malam waktu setempat, menjadi saksi langsung kebangkitan Manchester United. Setan Merah tampil solid dan sukses mencuri kemenangan meyakinkan atas Arsenal, hasil yang langsung memanaskan persaingan papan atas Premier League.

Kemenangan tersebut bukan sekadar tiga poin. Bagi Manchester United, hasil itu memperpanjang momentum positif setelah sebelumnya juga menaklukkan Manchester City. Dua kemenangan beruntun atas rival besar mengangkat MU ke posisi keempat klasemen sementara.

Advertisement

Situasi ini membuat peluang United untuk mengamankan tiket Liga Champions kembali terbuka lebar. Meski demikian, persaingan masih sangat ketat. Hanya lima poin yang memisahkan MU dengan Sunderland yang berada di posisi ke-11.

Di balik performa impresif tersebut, sorotan mengarah pada sosok Michael Carrick. Pelatih interim MU itu langsung memberikan dampak signifikan sejak ditunjuk, menghadirkan optimisme yang sempat menghilang pada dua era kepelatihan sebelumnya di bawah kepemilikan Ratcliffe.

Mirror Football pun membandingkan hubungan awal Ratcliffe dengan Carrick, serta bagaimana pendekatan sang pemilik klub terhadap dua pelatih pendahulunya.

 


Erik ten Hag: Dukungan yang Berujung Penyesalan

Manchester United - Sir Jim Ratcliffe Dikelilingi Erik ten Hag dan Omar Berrada (Bola.com/Adreanus Titus)

Erik ten Hag sudah lebih dulu menukangi Manchester United saat Ratcliffe resmi membeli saham klub pada Februari 2024. Musim tersebut berjalan berat di Premier League, meski Ten Hag sempat menyelamatkan posisinya lewat gelar Piala FA.

Keberhasilan itu membuat manajemen memberi perpanjangan kontrak satu tahun. Tak lama sebelum pemecatannya pada Oktober 2024, Ratcliffe sempat memberikan dukungan terbuka kepada pelatih asal Belanda tersebut.

“Saya menyukai Erik. Saya pikir dia pelatih yang sangat bagus, tetapi pada akhirnya itu bukan keputusan saya. Tim manajemen Manchester United yang harus memutuskan bagaimana klub ini dijalankan dalam banyak aspek,” ucap Ratcliffe kala itu.

Namun, pada Maret 2025, Ratcliffe mengakui keputusan memperpanjang kontrak Ten Hag sebagai sebuah kesalahan.

“Kami tidak sempurna dan sedang berada dalam proses. Ada beberapa kesalahan di sepanjang jalan, tetapi secara umum saya rasa arah yang kami ambil sudah benar untuk klub,” katanya kepada Sky Sports.

“Saya setuju keputusan terkait Erik ten Hag dan Dan Ashworth adalah kesalahan. Ada faktor yang meringankan, tetapi pada akhirnya itu tetap kesalahan. Saya menerimanya dan saya minta maaf.”

 


Ruben Amorim: Kepercayaan yang Tak Berujung Stabilitas

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim menyeka wajahnya dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Brentford di Gtech Community Stadium, London, Inggris, Minggu (04/05/2025) waktu setempat. (AP Photo/PA/John Walton)

Usai kepergian Ten Hag, Manchester United menunjuk Ruben Amorim, pelatih muda yang bersinar bersama Sporting CP. Amorim sempat membawa MU ke final Liga Europa, tetapi performa liga jauh dari kata konsisten.

Dari 47 pertandingan Premier League, Amorim hanya mampu meraih 15 kemenangan. Meski demikian, Ratcliffe kerap menunjukkan kepercayaan penuh terhadap sang pelatih.

“Jika saya melihat skuad yang tersedia untuk Ruben, saya pikir dia melakukan pekerjaan yang sangat baik. Saya benar-benar menganggap Ruben sebagai pelatih muda yang luar biasa. Dia pelatih hebat dan saya pikir dia akan berada di sini untuk waktu yang lama,” ujar Ratcliffe kepada BBC Sport pada Maret 2025.

Tekanan semakin besar ketika MU finis di peringkat ke-15 dan kalah dari Tottenham di final Liga Europa. Ratcliffe kemudian memberi penilaian yang lebih realistis.

“Dia tidak menjalani musim terbaik. Ruben harus menunjukkan bahwa dia pelatih hebat dalam rentang tiga tahun. Di situlah posisi saya,” tuturnya dalam The Business Podcast.

 


Michael Carrick: Senyum Ratcliffe dan Awal yang Menjanjikan

Setelah pensiun pada 2018, Michael Carrick bergabung sebagai staf pelatih The Red Devils, ia sempat menjabat sebagai pelatih sementara ketika Solskjaer tak lagi melatih MU. Tampak dalam foto, Michael Carrick saat masih menjadi pelatih sementara Manchester United memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris melawan Arsenal di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 2 Desember 2021. (Oli SCARFF/AFP)

Berbeda dengan dua pendahulunya, Michael Carrick memulai tugasnya sebagai pelatih interim dengan atmosfer yang jauh lebih positif. Ratcliffe memang belum memberikan komentar resmi, tetapi gestur dan ekspresinya berbicara banyak.

Carrick dipilih mengungguli nama-nama besar seperti Ole Gunnar Solskjaer, Ruud van Nistelrooy, hingga Darren Fletcher. Keputusan itu kini mulai terlihat berbuah manis.

Usai kemenangan atas Arsenal, Carrick bahkan menunda sesi media demi berbincang langsung dengan Ratcliffe. Ketika didekati wartawan, sang pemilik klub hanya berujar singkat sambil tersenyum, “Ambil saja senyumnya.”

Carrick sendiri mengungkapkan isi pertemuan tersebut dengan nada santai.

“Tidak banyak, seperti yang bisa Anda bayangkan. Banyak orang di dalam tim yang bahagia hari ini dan dia juga senang. Jadi menyenangkan bisa bertemu dengannya,” kata Carrick kepada Viaplay.

Awal yang sederhana, tetapi cukup untuk menyalakan harapan baru di Old Trafford.


Persaingan di Liga Inggris 2025/2026

Berita Terkait